Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 16


__ADS_3

"Diam hati ku sudah panas, jangan kau buat tambah panas lagi," ucap Aziel.


"Mas buka aja, ini aku kipasi," kata Dinda.


"Dinda kau berubah seperti waktu itu saja lah, Dinda yang kalem tidak seperti ini, kau sangat bar bar," ucap Aziel.


Dinda tertawa ia sangat suka melihat Aziel merasa tertekan seperti ini, wajah tampan nya mendadak berubah menjadi menggemaskan seketika. Jika seperti ini terus Dinda tidak yakin diri nya bisa bertahan untuk tidak mencintai Aziel kembali.


Aziel sudah merasa sangat gerah, ia ingin membuka jendela kamar nya tetapi Aziel cukup penakut. Dari pada ia melihat yang tidak tidak memakai lebih baik tidak melakukan hal apapun selain mencoba untuk berdamai dengan situasi.


"Aku gerah juga ya." Dinda sedikit menaikan celana nya sampai memperlihatkan betis nya.


"Aku tak akan tergoda oleh wanita seperti mu," ucap Aziel dengan sangat percaya diri.


Aziel memilih menghubungi Lisa, mana tau Lisa dapat memberikan ketenangan di hati nya.


"Halo sayang," ucap Lisa.


"Kamu lagi dimana, di hotel," tanya Aziel.


"Iya aku sedang istirahat di hotel, aku sedang di luar kota sayang," jawab Lisa.


"Kamu keluar kota tidak izin dulu pada ku?"


"Maafkan aku sayang, aku lupa memberikan mu kabar, aku tadi terburu-buru. Aku tidak sempat memberikan mu kabar," ucap Lisa.


"Dengan siapa," tanya Aziel.


"Dengan teman teman ku lah, kamu juga tidak akan kenal," jawab Lisa.


Dinda sangat kesal karena Aziel malah menghubungi Lisa, Lisa benar-benar harus ia singkirkan. Hati Aziel masih terkait oleh Lisa, bagaimana mungkin ia bisa masuk ke dalam hati Aziel jika masih ada wanita lain di dalam sana.


"Aku membutuhkan bantuan untuk membongkar keburukan Lisa." Dinda mengirimkan pesan itu pada seseorang yang bisa di percaya.


"Mas," ucap Dinda.


"Diam aku sedang video call dengan pacar ku," kata Aziel.


"Jangan peduli kan dia sayang, kamu memakai baju lengkap," tanya Lisa.


"Sebagai perlindungan diri dari wanita itu. Tubuh ku hanya boleh di lihat oleh kamu," jawab Aziel.


"Ah sayang, apakah benar. Aku sudah pernah melihat nya sangat seksi dan kekar," ucap Lisa.


Kuping Dinda terasah sangat panas mendengar hal itu. Wanita lain saja sudah pernah melihat tubuh suaminya, sedangkan diri nya sama sekali belum pernah melihat nya. Aziel benar-benar pilih kasih pada nya.

__ADS_1


"Sayang, panas..." Aziel membuka beberapa kancing baju bagian atas nya.


Dinda mendekati Aziel dan mengusap ngusap paha nya, hal itu semakin membuat Aziel semakin panas.


"Mas aku buka ya, kata panas," ucap Dinda.


"Jangan macam macam kau," kata Aziel.


"Mas ayo lah." Tangan Dinda bergerak ke bagian tubuh suaminya.


"Dinda," ucap Aziel.


"Sayang ada apa," tanya Lisa.


"Hmmm tidak ada," jawab Aziel.


Satu tangan Aziel Dinda pegang dan ia letakan di atas dada nya, biar saja ia seperti wanita murahan, toh ini juga suaminya sah nya. Tidak ada yang salah dengan apa yang ia lakukan sekarang. Saat ini yang salah malah Aziel.


Tangan Aziel terasa kaku, ia tidak bisa menolak sesuatu yang lembut ini. Sedikit dikit tangan nya mulai bergerak, diri nya pun jadi tidak fokus dengan Lisa. Dinda berhasil mengambil alih perhatian Aziel.


Walaupun hanya bagian atas nya, tangan Aziel sudah tidak tahan, ia mulai meraba raba nya, suhu tubuh nya mulai meningkat drastis. Aziel mematikan sambungan video call itu dan langsung menarik Dinda ke atas tubuh nya. Dari bawah Aziel dapat melihat dengan kelas pepaya bulat milik Dinda, karena memang Dinda memakai baju tidur tipis berwarna putih.


"Hahaha kenapa mas," tanya Dinda.


"Besar," jawab Aziel.


Tangan lentik Dinda melepaskan baju Aziel, Aziel sudah bertelanjang dada saat ini, akhirnya tubuh seksinya di lihat oleh istri nya sendiri. Mata Dinda benar-benar termanjakan dengan apa yang ada di depan nya ini. Dinda terpanah dengan bentuk tubuh suaminya, dada bidang keras dengan perut berkotak kotak seperti tahun goreng dadakan.


Aziel menarik tengkuk leher Dinda dan mulai mencium nya dengan lembut. Dinda sudah belajar banyak hal dari youtube, ia tau bagaimana cara menggoda Aziel yang memang termasuk pria mudah tergoda. Dinda melepaskan ciuman Aziel, bibir nya turun ke bagian leher Aziel, ia benar-benar memanjakan sosok Aziel yang sudah tidak tahan lagi. Tetapi Aziel masih ingin menikmati nya, ciuman Dinda semakin nakal sampai ke bagian dada Aziel, bukan hanya wanita pria pun akan merasakan nikmat jika bagian dada nya di rangsang.


Aziel sudah tidak tahan lagi. Ia membalik tubuh Dinda dan mulai menyerang nya dengan brutal. Saat ingin melepaskan pakaian istri nya tiba-tiba...


"Tok.... tok... tok... abang," teriak Harry.


"Harry," ucap Aziel.


"Adik mu mas," kata Dinda.


"Rapihkan pakaian mu." Aziel langsung turun dari atas ranjang, ia tau betul jika Harry takut dengan kegelapan.


"Abang aku takut, panas..." Harry langsung memeluk tubuh abang nya. Hanya kamar Aziel yang memiliki lampu otomatis.


"Hey kau kenapa, jangan takut," ucap Aziel.


"Takut, gelap panas juga," kata Harry.

__ADS_1


"Sudah ayo masuk, di sini tidak gelap," ucap Aziel.


"Harry kau menghalangi ku, tapi kasihan juga," batin Dinda.


"Panas," tanya Aziel.


"Iya panas, lihat sudah merah merah," jawab Harry.


"Obatnya kau bawa tidak," tanya Aziel.


"Ketinggalan di apartemen mu," jawab Harry.


"Buka saja baju mu," ucap Aziel.


"Malu," kata Harry.


"Tidak perlu malu, abang saja tidak pakai baju. Wanita itu jangan malu dengan nya," ucap Aziel.


"Hahaha iya Harry jangan malu," ujar Dinda.


"Din, coba turun minta ke ayah ku kipas atau apalah," ucap Aziel.


"Aku??"


"Ya terus siapa lagi?? kau mau berduaan dengan adik ku, masalah nya aku tidak percaya pada mu, kau wanita ganas, bisa bisa Harry kau makan juga," ucap Aziel.


"Tidak perlu bang, temanin mandi," kata Harry.


"Ada air," tanya Aziel.


"Ada aku mengisi badhup, sebenarnya untuk besok pagi agar tidak lama menunggu, tapi pakai saja," ucap Dinda.


"Ya sudah ayo," kata Aziel.


"Ikut aku tida berani," ucap Dinda.


"Harry akan malu."


"Aku tidak akan melihat nya," ucap Dinda.


"Ya sudah ayo." Mereka bertiga masuk ke dalam kamar mandi. Dinda membelakangi mereka berdua, tidak mungkin Dinda melihat adik ipar nya sendiri sedang naked.


"Burung mu besar juga har, lucu lagi masih belajar tubuh itu," kata Aziel.


"Bang...."

__ADS_1


"Hahaha iya iya maaf," ucap Aziel.


__ADS_2