Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 13


__ADS_3

"Ya aku tidak tau Ziel," ucap Dinda.


"Oh sekarang kau berani memanggil nama ku langsung kau benar-benar ingin merasakan senjata laras panjang ku."


"Panjang konon," kata Dinda.


"Kau tadi melihat nya bukan? dia akan mengobrak-abrik kewanitaan mu." Aziel mendekati Dinda, ia bukan hanya kesal tetapi kejantanan nya bangkit karena melihat Dinda yang memakai lingerie seksi.


"Kata mencintai pacar mu," ucap Dinda.


"Terus apa salah nya menikmati apa yang ada sekarang."


Aziel kembali naik ke atas kasur, ia menarik Dinda agar lebih dekat dengan nya. Mata mereka berdua bertemu cukup lama. Kaca mata Dinda benar-benar mengingatkan Aziel pada seseorang.


"Tidak jadi," ucap Aziel sambil melepaskan Dinda.


"Syukur lah," batin Dinda. Ia juga sedang bingung dengan perasaan nya, ia sangat rela Aziel menyentuh nya. Ia tidak bisa menolak sedikitpun sentuhan yang Aziel lakukan pada nya. Tetapi ia juga mengingat rencana nya dalam pernikahan ini. Dinda takut rencana nya itu gagal karena ia kembali mencintai sosok pria ini.


"Dinda, misal kalau kau aku sentuh. Terus kita tetap berpisah, kau mau?"


"Hmmm aku tidak bisa menolak tugas ku sebagai istri mu. Aku ada dua jawaban, jika aku tida mencintai mu, aku akan melepaskan mu. Tetapi jika perasaan ku nyangkut karena kau menyentuh ku, aku akan menahan mu sampai kau juga mencintaiku."


"Tunggu dulu, kata mu waktu itu kau tak akan mencintai ku," ucap Aziel.


"Itu waktu aku belum sadar betapa tampan nya suami ku. Ya aku tidak bisa menolak perasaan dari dalam hati ku."


"Kau wanita aneh, tapi aku suka bahasa mu sekarang, kau selalu menggunakan bahasa mu sekarang saat bersama ku, jangan memperlakukan ku seperti bos mu, aku bukan bos mu lagi."


Aziel merasa Dinda begitu berani pagi ini. Ia mendadak takut Dinda malah suka dengan nya, ia sangat tampan dan begitu memiliki banyak pesona, bisa saja Dinda malah suka dengan diri nya dan ia tidak bisa lepas dari wanita ini. Wanita ini seperti memiliki tipe yang tidak akan pantang menyerah untuk menggapai sesuatu yang ia inginkan.


"Aku harus memanggil mu apa," tanya Dinda.


"Abang bagaimana??"

__ADS_1


"Aku bukan adik mu, aku istri mu," ucap Dinda.


"Aku akan memanggil mu mas, itu lebih baik untuk di dengar."


Dinda merasa memang sudah harus merubah sifat nya agar Aziel tertarik pada nya. Dari Dinda yang diam lemah lembut menjadi Dinda yang manja dan cukup berani untuk melakukan hal aneh di depan suami nya. Semua itu agar Aziel jatuh hati pada diri nya.


"Ya sudah," ucap Aziel.


"Tidak jadi mas," tanya Dinda.


"Tidak jadi apa," tanya Aziel.


"Kata ingin menyentuh ku," jawab Dinda.


"Dinda jangan macam macam ya."


"Hahaha kamu kenapa mas, aku baru satu minggu mengenal mu, kamu tidak seperti ini ah. Di tempat kerja kamu tu terlihat sangat tegas dan berani, tetapi kenapa mendadak ciut seperti ini," goda Dinda.


Dinda merangkak mendekati Aziel, hal itu membuat Aziel ketar ketir. Dinda semakin berani dan duduk di atas pangkuan suami nya. Aziel benar benar tidak tahan dengan kebinalan Dinda. Tubuh seksi berbalut lingerie membuat nafas nya tidak beraturan karena menahan godaan yang begitu besar.


"Abang yakin," tanya Harry.


"Yakin lah, mereka pasti sedang tidur. Mereka sedang kelelahan, karena pertempuran hebat tadi malam. Aziel sangat rajin berolahraga satu ronde untuk nya sangat lama."


"Abang aku di bawa umur," kata Harry.


"Hahaha maafkan abang, sudah buka pintu nya," ucap Reno.


Mereka membuka pintu kamar Aziel. Mereka ingin mengantarkan makanan untuk mereka berdua. Mereka tidak akan bisa keluar dari kamar dalam beberapa hari ini, itu karena semua pakaian sudah Reno dan Iqbaal singkirkan. Itu semua agar proses pembuatan anak sering di lakukan.


"Abang," ucap Harry, mata nya melotot dengan mulut yang terbuka lebar.


Mereka berdua melihat Aziel dan Dinda sedang beradegan dewasa, Dinda berada di atas pangkuan Aziel.

__ADS_1


"Kalian." Aziel langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.


"Maaf." Reno meletakkan makanan itu dan langsung membawa Harry keluar dari sana. Harry tidak boleh melihat adegan dewasa ini.


Sementara setelah Harry dan Reno pergi Dinda dan Aziel keluar dari dalam selimut. Mereka berdua sama sama malu setelah Kepergok sedang seperti itu oleh orang lain.


"Kau main main dengan ku ya," ucap Aziel.


"Maaf, aku tidak tau jika mereka berdua akan masuk ke dalam kamar," kata Dinda.


"Oke kau yang memulai nya, jangan salahkan aku kau menangis." Aziel menarik wajah Dinda dan langsung mencium bibir Dinda dengan sangat ganas. Ini ciuman pertama Dinda berbeda dengan Aziel yang sudah mencium banyak wanita. Karena ciuman pertama nya Dinda sama sekali tidak tau harus berbuat apa. Ia tidak bisa menahan lidah Aziel yang menerobos masuk ke dalam mulut nya.


Tangan Aziel bergerak menjelajahi tubuh istri nya itu, ia terkejut ternyata milik Dinda jauh lebih besar dari milik pacar nya, jika terus begini Aziel yakin perhatian nya bisa jatuh ke tangan Dinda.


"Aziel ziel, jangan," ucap Dinda.


"Kenapa kau takut, kau yang memulai nya," kata Aziel.


Tangan nya malah menurun kan lingerie itu setengah badan. "Wah besar sekali," ucap Aziel


Meskipun masih tertutup kaca mata dalam Aziel bisa melihat begitu seksi nya pepaya itu. Aziel yang sangat suka dengan wanita seksi benar benar puas melihat milik Dinda.


"Tut... tut... tut..." Handphone Aziel berbunyi.


Aziel kalang kabut mendapatkan panggilan video call dari Lisa. Ia baru ingin mengkhawatirkan Lisa tetapi Lisa sudah menghubungi nya.


"Sayang," ucap Aziel.


Dinda tersenyum dengan puas, ini kesempatan nya agar hubungan Aziel dan Lisa rusak. Dinda yakin Lisa akan menjadi penghalang untuk mereka berdua


"Mas geli tangan mu nakal sekali," ucap Dinda.


"Sayang," teriak Lisa.

__ADS_1


__ADS_2