
"Reno kamu tidak malu," tanya Annisa.
"Malu untuk apa, malu ketikan belalai ku kau lihat. Kau sudah merasakan nya, untuk apa aku malu," jawab Reno.
"Hmmm, aku saja lah yang malu," ucap Annisa.
Reno membuka lemari yang dilarang di buka oleh Annisa, Annisa sangat penasaran kenapa Reno melarang nya untuk membuka lemari itu.
"Kau penasaran kan, aku beri tau ini lemari yang berisi koleksi jam tangan mewah ku, satu jam tangan ini Meliyaran, jangan pernah kau menyentuh nya jika kau tidak ingin mendapatkan amarah dari ku."
"Itu uang Reno, aku bersumpah tidak akan pernah menyentuh nya. Aku memerlukan seumur hidup bekerja di perpustakaan agar bisa membeli satu jam tangan itu," kata Annisa.
"Itu jam tangan wanita, milik pacar mu," tanya Annisa.
"Aku akan memberikan nya pada wanita yang aku cintai, tapi mungkin jam tangan itu tidak akan pernah keluar dari dalam lemari," jawab Reno dan pergi meninggalkan Annisa.
"Reno belum di tutup," ucap Annisa.
"Kau punya tangan kan, tutup sekarang," kata Reno.
"Aku takut," ucap Annisa sambil menutup lemari itu secara perlahan. "Jangan sampai ada yang lecet sedikit pun."
"Ambil kan makan ku, aku ingin makan di dalam kamar," ucap Reno sambil membuka laptop nya.
"Tapi mamah tadi meminta kita makan di ruang makan," kata Annisa.
"Jangan banyak bicara, lakukan saja apa yang aku mau, ini hari pertama ku bekerja setelah sekian lama nya, jangan membuat ku marah," ucap Reno.
Annisa langsung berlari dengan cepat, ia tidak mau membuat si pemarah kembali mengamuk pada nya.
"Dimana suami mu Annisa," tanya Iqbaal.
"Dia tidak mau makan di sini pah, aku akan membawakan nya makanan," jawab Annisa.
"Biar aku saja, bolehkan," tanya Bima.
"Pergi lah, mungkin mood nya sedang tidak baik," jawab Iqbaal.
"Annisa duduk lah, sarapan dulu. Apa agenda suami mu hari ini," tanya Alya.
"Dia ingin bekerja mah," jawab Annisa.
__ADS_1
"Wah kakak sudah mau bekerja lagi, apa yang membuat nya mau bekerja kembali. Apa karena Annisa," ucap Kayla.
"Aku rasa tidak juga, aku rasa pikiran nya sedang tidak tenang dan sangat kacau, dia hanya ingin mencari kesibukan untuk menghilangkan kekacauan di otak nya," ujar Iqbaal.
Bima masuk ke dalam kamar Reno, ia melihat Reno sudah sangat rapi dengan mata yang tertuju pada laptop. Jika di lihat seperti ini Reno sudah seperti seorang CEO.
"Makanan mu datang," ucap Bima.
"Paman, kenapa paman yang datang," tanya Reno.
"Kenapa tidak boleh aku mengantarkan mu makanan," tanya Bima.
"Bukan begitu paman, paman sudah makan ayo makam bersama ku," jawab Reno.
"Kita beda selera, ini seperti makanan kambing, makam lah aku ingin melihat mu bekerja," kata Bima.
"Aku tidak bekerja paman, aku hanya bermain game di laptop," ucap Reno.
"Kurang ngajar, aku sudah tertipu, aku pikir kau sedang bekerja," kata Bima.
"Tidak paman, apa daddy tau aku sudah memakai pakaian kerja," tanya Reno.
"Tidak tau, aku langsung ke kamar mu," jawab Bima.
"Aku tau arah mata mu," ucap Bima.
"Aku rasa itu keluaran lama," kata Reno.
"Hahaha iya kau benar, tapi sekarang jam ini menjadi barang yang sangat mahal, mungkin 10 m."
"Paman suka dengan jam tangan juga," tanya Reno.
"Hey hey, kau pernah tinggal dengan ku, kau lupa akan hal itu. Aku sangat suka dengan jam tangan," jawab Reno.
"Bukan hanya wajah kita saja yang mirip tapi hobi kita juga sama, aku sangat suka jam tangan," kata Reno.
"Jadi," tanya Bima.
"Aku mau itu paman, aku mau itu," jawab Reno.
"Kau anak ku, itu sebabnya kita memiliki banyak kesamaan, aku sangat ingin mengatakan fakta ini, tapi aku tidak bisa melakukan nya," batin Bima.
__ADS_1
Bima membuka jam tangan nya dan langsung memberikan nya pada Reno, padahal jam tangan ini jam tangan kesayangan nya, tapi jika untuk Reno apa yang tidak.
"Untuk mu, jaga dengan baik," ucap Bima.
"Paman yakin, ini untuk ku," tanya Reno.
"Iya untuk mu, aku memberikan nya untuk mu," jawab Bima.
Reno menyingkirkan laptop nya, kemudian ia memeluk Bima sebagai ucapan terima kasih nya.
"Seperti nya aku mempunyai jam tangan yang cocok untuk mu," ucap Reno.
"Tunjukan aku koleksi jam tangan mu," kata Bima.
"Kau ingin lihat paman, ayo ikut aku, kau akan terkejut," ucap Reno.
Reno membawa Bima masuk ke dalam ruangan ganti tempat ia menyimpan semua koleksi nya.
"Ini bukan nya ini, seharga rumah ini, bahkan lebih mahal, bagaimana kau bisa mendapatkan nya," tanya Bima.
"Pertama aku meminta uang kakek, setelah itu aku memakai uang tabungan ku, masih tidak cukup aku memakai uang daddy, yang seharusnya aku belikan saham malah aku belikan jam tangan," jawab Reno.
"Anak pintar, kau tidak ada niat ingin memberikan satu jam tangan mu untuk ku," tanya Bima.
"Ada satu, aku mendapatkan nya di Jepang. Ini untuk mu," jawab Reno.
"Wah Terima kasih Reno," Bima sangat senang mendapatkan jam tangan dari Reno.
Visual Reno.
Author masih bingung dengan Visual Annisa, Visual Reno dan Annisa di kirim oleh salah satu pembaca, author sangat senang memiliki pembaca seperti itu. Jika tidak cocok bisa komen dan berikan nama nya agar bisa di cari.
__ADS_1