
"Kau sudah baik-baik saja kan," tanya Kayla.
"Sudah Kayla, terimakasih," jawab Annisa.
"Iya sama-sama, kau tau kan siapa yang menyelamatkan mu," tanya Kayla.
"Tidak tau Kayla, yang aku ingat tubuh nya benar-benar tegap dan berotot. Dia juga memiliki wangi yang sanga enak, suara nya berat sekali. Aku tidak bisa melihat wajahnya kemarin karena sangat gelap sekali."
"Kau tau orang yang katakan itu adalah orang yang bertengkar dengan mu beberapa hari lalu," kata Kayla.
"Siapa aku tidak ada bertengkar," tanya Annisa.
"Kakak ku, kak Reno, dia yang bersama mu semalaman," jawab Kayla.
"Ah tidak mungkin, dia tidak mungkin sebaik itu pada ku."
"Dia memang baik, hanya saja trauma masa lalu nya membuat nya tidak suka dengan seorang wanita. Hanya aku dan mommy ku yang bisa dekat dengan nya. Dan kau wanita pertama yang ia gendong," kata Kayla.
Annisa terdiam beberapa saat, ia bingung harus mengucapkan terima kasih atau tidak.
"Kau tunggu sebentar di sini ya, aku dan David ingin ke pasar di depan. Nanti aku kembali lagi," kata Kayla.
"Iya, aku tunggu di sini, sekali lagi Terima kasih Kayla," ucap Annisa.
Di pasar mereka berdua membeli beberapa pakaian dan makanan. Kayla membelikan kakak nya beberapa baju dan makanan, ia yakin Reno belum sarapan pagi.
__ADS_1
"Aku cemburu dengan kakak mu," ucap David.
"Kenapa sayang," tanya Kayla.
"Kamu sangat perhatian pada nya, sedangkan dengan ku tidak seperti itu," jawab David.
"Aku perhatian pada nya karena dia kakak ku, perhatian ku pada mu jelas sangat berbeda," kata Kayla.
"Bukti kan," ucap David.
"Cup cup cup." Kayla memberikan kecupan manis di wajah David.
"Sayang malu, kita di Pasar," ucap David yang sebenarnya sangat senang.
"Sudah jangan akting, kamu senang kan. Sekarang kita pulang sudah siang," kata Kayla.
"Reno ini ada makanan dan baju untuk mu," ucap David.
"Dimana Kayla," tanya Reno.
"Kenapa bertanya tentang nya, kau tidak suka aku bawakan baju dan makanan."
"Kenapa kau jadi sensi seperti ini, aku hanya bertanya," ucap Reno dengan menggunakan suara tinggi.
"Aku jadi tidak yakin dengan semua ini," kata David.
__ADS_1
"Maksud mu," tanya Reno.
"Kau begitu marah sekarang kan. Aku yakin kau suka dengan adik mu sendiri," jawab David.
"Lupakan, Terima kasih untuk makanan nya," ucap Reno dan pergi meninggalkan David sambil membawa makanan.
Reno memilih makan di dapur karena suasana dapur sedang sangat sepi. Ia yakin semua orang sedang pergi untuk berwisata.
Annisa berjalan mendekati Reno yang sedang makan, sebenarnya ia tidak berniat mencari Reno, hanya kebetulan melihat Reno saat ia ingin ke dapur.
"Terima kasih," ucap Annisa.
"Hmmmm," kata Reno.
"Hanya hmmmmm," tanya Annisa.
"Jangan menganggu ku, aku sedang makan," ucap Reno.
"Dasar Singa, Terima kasih untuk semua bantuannya."
"Iya sama-sama, lain kali jika ingin sakit jangan merepotkan orang lain," kata Reno sambil memberikan tatapan pada Annisa.
"Tampan," ucap Annisa.
"Aku memang Tampan, jangan terpesona dengan ku, jangan sampai kau membuat hati mu kecewa, aku tidak akan mau dengan wanita seperti mu," kata Reno.
__ADS_1
"Kau sombong sekali, kau tau ucapan mu bisa menjadi boomerang untuk mu sendiri," ucap Annisa.