
Setelah memberikan mainan itu Harry langsung berlari ke arah Reno. Ia bersembunyi di belakang abang nya. Aziel dan Kayla tersenyum melihat apa yang Harry lakukan, ternyata Harry sudah memiliki sifat berbagi sejak dini. Tidak seperti Reno dulu yang sangat pelit dengan Kayla.
"Abang sangat bangga pada mu," Reno memberikan hujanan ciuman di wajah Harry.
Setelah selesai membagikan semua nya, mereka berempat langsung pulang ke rumah. Dua panti yatim belum mereka datangi akan di lanjutkan oleh orang suruhan Reno. Di jalan Harry sudah tidur di dalam pelukan Reno, ia masih sangat banggain pada adik kesayangan nya ini.
"Hati-hati Kayla," ucap Reno.
"Iya kak, aku pasti hati-hati kok," kata Kayla.
"Kak kenapa Reno bisa memberikan mainan kesayangan nya, padahal aku saja tidak boleh memegang mainan itu," ucap Aziel.
"Kakak juga tidak tau kenapa Harry bisa memberikan mainan itu, semoga saja Harry tumbuh menjadi pria yang sangat baik, seperti abang nya."
"Abang memang panutan kami," ucap Aziel.
Sesampainya di rumah Reno langsung membawa Harry masuk ke dalam kamar nya, semenjak ia pulang dari Australia Harry memang tidur dengan nya. Sudah beberapa hari ini juga Reno tidak menyentuh Annisa, ada di dalam kamar nya. Ia sadar cara bermain nya brutal yang pasti akan membangunkan Harry.
"Sayang aku merindukan mu," ucap Reno.
"Hey setiap hari kita bertemu apa lagi yang kamu rindukan," tanya Annisa.
"Aku merindukan tubuh mu, bagaimana kalau kita main sekarang," jawab Reno.
"Dimana sayang ada Harry di sini," ucap Annisa.
"Di dalam kamar mandi sayang." Reno menggendong Annisa masuk ke dalam kamar mandi.
Malam hari nya, mereka semua sudah berkumpul di ruang makan. Iqbaal sudah mendengar cerita tentang ke baikan Harry dari Aziel. Ntalah Iqbaal memiliki firasat jika anak bontot nya berbeda dengan dua anak sebelum nya.
"Sayang daddy sangat bangga pada mu," ucap Iqbaal.
"Mommy juga sayang, kamu yang terbaik," kata Alya.
"Sayang malam ini kamu tidur dengan mommy saja ya."
"Iya Harry, Harry tidur dengan daddy ya. Daddy ingin memeluk Harry," kata Iqbaal.
"Membeli mainan," ucap Harry.
Mereka semua tertawa ketika mendengar ucapan dari Harry. Jika ingin mengajak atau merayu Harry hanya satu yang harus mereka lakukan yaitu membelikan Harry mainan.
__ADS_1
"Iya iya daddy akan membelikan mainan untuk Harry," ucap Iqbaal.
"Oke Harry tidur dengan daddy. Abang bauk tidak enak tidur dengan nya," kata Harry.
"Hahaha kau sudah bosan dengan abang mu, langsung mengejek nya," ucap Iqbaal.
"Kau ya, awas saja meminta mainan pada ku aku tidak akan membelikan mu mainan," kata Reno.
"Sabar Reno, anak kecil memang seperti itu," ucap Azka.
"Oh iya minggu depan acara pernikahan kalian, bagaimana apa ada kendala," tanya Azak.
"Tidak ada opa, semua nya berjalan dengan sangat baik," jawab Kayla.
"Iya opa, Kayla sangat pintar, aku hanya perlu menikmati hasil kerja keras Kayla," ujar Reno.
"Bagaimana dengan istri mu Ren, apa sudah isi," tanya Natasya.
"Lagi proses oma, do'akan saja cepat isi," jawab Reno.
"Harry jangan terlalu sering tidur dengan abang, abang ingin membuat adik kecil," kata Azka.
"Hahaha jawab yah, dengan apa membuat nya," tanya Iqbaal.
"Dengan kasih sayang dan rasa cinta, nanti jika Harry sudah dewasa Harry bisa membuat nya," jawab Azka.
"Aku kira dengan sosis dan mayones," ujar Aziel.
"Aziel otak mu jorok," ucap Alya.
"Hahaha Marah saja mom, otak nya memang sudah kotor. Aku harap daddy menarik nya ke Indonesia saat musim panas. Di sana dia melihat para wanita memakai bikini," ujar Reno
"Kakak jangan mengganggu kesenangan ku," kata Aziel.
"Oh jadi kau senang melihat yang seperti itu, mulai sekarang aku akan menarik mu ke Indonesia saat musim liburan tiba," ucap Iqbaal.
"Hahaha kenakan kau, sudah aku katakan kau tidak boleh melihat yang seperti itu," kata Reno..
"Kau menang kak," ucap Aziel dengan lemas.
Keesokan harinya, Reno dan Annisa sudah untuk pergi ke rumah Bima, ia membawa oleh-oleh yang ia beli di Australia. Bukan hanya Reno dan Annisa, Aziel pun sudah siap bertemu dengan teman nya kembali.
__ADS_1
"Titip salam untuk bima," ucap Iqbaal.
"Iya dad, kau mau ikut tidak," tanya Reno pada Harry.
"Abang mau kemana lagi, bukan nya abang tidak akan pergi lagi," tanya Harry.
"Abang hanya pergi sebentar, kata mu Abang bau," jawab Reno.
"Iya abang bau, jangan lama-lama," kata Harry.
"Oke jangan meminta mainan lagi ya," ucap Reno.
"Hmmmm, ruang mainan ku kosong, aku lagi," kata Harry.
"Iya nanti minta dengan daddy," ucap Reno.
Reno dan yang lainnya langsung pergi meninggalkan rumah, menurut lokasi yang Bima berikan lokasi rumah Bima hanya berjarak 60 km, bisa ia tempuh 1 jika tidak macet.
"Kak aku boleh tinggal beberapa hari di sana," tanya Aziel.
"Apa Zikri yang meminta mu," tanya Reno.
"Iya kak, aku ingin melakukan banyak hal dengan nya," jawab Aziel.
"Kalau Zikri yang memintanya aku mengizinkan mu," kata Reno.
"Jangan merepotkan mereka ya," ucap Reno.
"Iya kak," kata Aziel.
Reno membawa mobil nya ke salah satu restoran favorit nya, ia sudah sangat lama tidak makan di restoran kesukaan nya itu.
"Ini baru makanan kesukaan ku, kalau kau ingin membawa ku ke restoran harus menyediakan makanan seperti ini," kata Reno.
"Malas, kakak makan nya sulit," ucap Aziel.
"Jangan lupa membawa makanan untuk para adik mu," kata Annisa.
"Nanti saja sayang, kalau aku masuk beli sekarang nanti sudah dingin dan tidak enak," ucap Aziel.
"
__ADS_1