Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
pulang


__ADS_3

Keesokan harinya mereka berdua sudah bersiap-siap untuk pulang, sesuai dengan yang di katakan Iqbaal mereka ke Swiss hanya untuk membuat baby, walaupun mengesalkan untuk Alya tapi nia tetap bersyukur bisa ke Swiss juga meskipun selalu berada di dalam hotel.


"Sayang apa kamu sudah hamil," tanya Iqbaal.


"Sayang mana mungkin secepat itu," jawab Alya.


"Mungkin saja, kalau benih ku benar-benar bibit unggul, satu minggu lagi aku akan membelikan mu tas pack," ucap Iqbaal.


"Terserah kamu, dulu saat aku hamil Kayla aku baru tau setelah kandungan ku sekitar 2 bulan," kata Alya.


"Aku penasaran, siapa laki-laki itu, kenapa bisa melakukan hal itu pada mu," ucap Iqbaal.


"Aku tidak ingin membahas nya, aku sangat membenci nya aku bersumpah jika aku bertemu dengan nya, aku akan membuat hidup nya sengsara," kata Alya.


Iqbaal langsung menelan air liur nya secara kasar, ia baru tau jika Alya bisa segalak ini, Iqbaal jadi bingung kapan ia akan memberitahu Alya tentang semua kebenaran ini.

__ADS_1


Di rumah mainan yang Iqbaal janjikan pada Reno datang, satu mobil Alphard penuh dengan mainan baru, bukan hanya untuk Reno tetapi untuk Kayla juga ada.


Chika ingin mengambil kesempatan ini untuk memanasi Reno tetapi ada Azka di sana yang membuat Chika mengurungkan niat nya.


Sikap Reno ke Kayla juga sudah mulai berubah tidak banyak berbicara seperti pertama kali berjumpa.


"Sudah biarkan mereka membawa mainan kalian, sekarang kalian ikut opa, mau tidak," tanya Azka.


"Kemana opa," tanya Kayla.


"Kita jalan-jalan, ayo oma sudah menunggu," jawab Azka.


Bima sangat senang di panggil oleh Chika, ia langsung meninggalkan pekerjaan nya demi sang pujuaan hati nya.


"Iqbaal bagaimana aku bisa bersama mu, apa yang wanita itu berikan sampai kau bisa tergila-gila dengan nya," batin Chika.

__ADS_1


Sesampainya di rumah itu, Bima langsung berjalan menuju kamar tempat Chika berada, ia sangat yakin Chika berada di kamar Reno karena memang mereka berdua sering bermain di situ.


"Sayang, dimana anak kita," tanya Bima.


"Dia sudah pergi, ntah kemana aku tidak tau," jawab Chika.


Bima naik ke atas ranjang dan langsung memeluk Chika, saat tau rumah ini kosong otak nya langsung tertuju pada satu hal.


"Berikan ini pada ku, aku akan membuat mu berteriak," bisik Bima.


"Tidak mau, aku bosan dengan mu," jawab Chika.


Waktu terus berlalu malam hari telah tiba Azka dan yang lainnya tidak pulang ke rumah mereka menginap di rumah bayu yang letak nya memang cukup jauh. Sementara itu Iqbaal sudah mendarat dengan selamat, jam sudah menunjukan pukul 12 malam, dan mereka berdua sudah benar-benar lelah ingin langsung pulang ke rumah.


Sesampainya di rumah Iqbaal tidak mendapati siapapun di rumah ini, ia memeng tidak memberitahu ayah nya jika ia pulang ke rumah.

__ADS_1


Di dalam kamar suara Chika mendominasi memenuhi ruangan itu, sudah tidak terhitung mereka melakukan nya, selagi tidak ada yang mengganggu mereka berdua akan tetap melakukan nya.


Iqbaal berjalan menuju kamar Reno, ia membuka pintu kamar itu secara perlahan dan melihat apa yang di lakukan dua manusia itu didalam sana.


__ADS_2