
"Kayla," ucap Reynald.
"Iya boleh," jawab Kayla.
"Kau yakin, ini pertama kali nya kau berciuman dengan ku," kata Reynald.
"Pakai lidah," tanya Kayla.
"Kayla nama nya juga berciuman, pasti pakai lidah. Kalau kecupan baru di depan saja," jawab Reynald.
Kayla tampak diam, ia kembali berpikir yang membuat Reynald sangat kesal. Tanpa pikir pajang Reynald menyerang bibir Kayla dengan sangat beringas. Kayla saja yang sudah biasa akan ciuman sangat kewalahan menghadapi Reynald.
Reynald tidak memperdulikan Kayla yang memberontak. Ia terus menelusuri setiap inci mulut Kayla dengan bibir nya, ini pertama kali nya Kayla di perlakuan seperti ini, David tidak pernah sampai seperti Reynald. Tetapi Kayla tidak bisa membohongi diri nya, ia sangat suka dan sudah pasrah pada suaminya.
"Manis sekali, sangat manis ahhhh, aku suka dengan ciuman nya," batin Reynald.
Reynald melepaskan ciuman nya saat ia dan Kayla sudah kehabisan nafas, mereka berdua saling menatap beberapa waktu sebelum Reynald kembali ke posisi semula.
"Manis" ucap Reynald.
"Bauk alkohol," kata Kayla.
"Tadi aku habis minum," ucap Reynald.
"Mas kenapa minum alkohol si, kau tau itu tidak baik untuk kesehatan mu," kata Kayla.
"Hmmm karena aku suka saja, tidak ada hari tanpa Alkohol aku selalu meminum nya saat sedang makan, saat sedang nongkrong."
__ADS_1
"Kamu tidak mabuk," tanya Kayla.
"Aku sudah kebal Kayla, sudah tidak ada reaksinya lagi alkohol pada ku. Umur ku sudah 30 tahun dan sejak aku umur 14 tahun aku sudah meminum alkohol," jawab Reynald.
"Hmmm mas kau sudah tua ya," kata Kayla.
"Sudah matang belum tua," ucap Reynald.
"Berapa umur mu," tanya Reynald.
"23 tahun, kita berbeda 7 tahun," jawab Kayla.
"Kalau begitu aku harus segera mempunyai anak, agar umur ku tidak terlalu tua saat anak ku sudah besar," kata Reynald.
"Anak kau ingin punya anak mas," tanya Kayla.
"Tujuan ku menikah memang punya anak dan keluarga, terus untuk apa aku menikah kalau tidak mau punya anak," jawab Reynald.
"Iya mas," kata Kayla.
Di kamar lain, David tidur sambil memeluk teman wanita nya. Setelah selesai pertempuran di atas ranjang mereka berdua berpelukan karena kelelahan. Mata David memang sudah terpejam tetapi otaknya masih terjaga memikirkan Kayla dengan Reynald. Apa yang Reynald lakukan dengan Kayla dan sapa saja yang mereka perbuat di dalam sana.
"Ahkkk kenapa aku masih mencintai nya. Dia memang cinta pertama ku. Karena ulah ku sendiri aku kehilangan nya. Aku yakin dia juga masih mencintai ku," batin David.
David keluar dari kamar untuk mengambil minum, David memikirkan dalam beberapa hari ia akan bersandiwara menjadi suami Kayla. Hal itu sebenarnya cukup membuat nya senang.
"Eheemm," gumam Reynald.
__ADS_1
"Kau," ucap David.
"Mati apa yang terjadi dengan Kayla. Tubuh nya sangat kekar, Kayla bisa mati di dalam dekapan nya," batin David.
"Mata mu bisa kau kondisikan. Kau tidak puas sudah bertempur dengan teman wanita mu itu dan sekarang kau malah mengincar ku," kata Reynald.
"Hey aku masih normal, kau kira aku ***** dengan mu," ucap David.
"Hahaha kau sedang apa," tanya Reynald.
"Aku haus kau kenapa keluar kamar."
"Aku lelah, istri mu sangat kuat. Hahaha aku suka dengan mantan istri mu," kata Reynald.
"Hmmmm," gumam David.
Reynald mengambil minuman milik David dan berjalan menuju ke arah sofa.
"Minuman ku," ucap David.
"Enak saja, ini minuman ku, aku yang menyewa hotel ini," kata Reynald.
"Jadi besok aku harus bersandiwara."
"Iya kau harus bersandiwara, tapi tetep ada batasannya," kata Reynald.
"Kau dimana," tanya David.
__ADS_1
"Aku akan tetap ikut kalian, kau katakan saja aku teman mu," jawab Reynald.
"Mereka akan curiga, mereka pasti tau kau siapa," kata David.