
Setelah insiden pertengkaran semalam Alvin tidak terlihat pagi ini. Dia lebih dulu ke sekolah dan hanya meninggalkan uang 20rb di depan pintu kamar dasar anak bodoh, ngeselin
Aku keluar dari angkot lalu berjalan beberapa langkah menuju gerbang sekolah, ini udah jam tengah delapan
Aku sudah terlambat 20 menit,Aku lihat buk Widya sedang menunggu murid sering telat seperti aku. Dari jauh buk Widya terus menatap ku tajam sama seperti si galak singa Alvin
"Keesha" suara buk Widya seperti suara toak di telinga ku lalu aku tertawa menglihat nya dengan wajah penuh amarah
"Harus berapa kali lagi ibu bilang kalau datang itu gak boleh terlambat" Suara buk Widya begitu nyaring di telinga ku , lalu membuka kan gerbang sekolah sambil menjewer telinga ku
"Wuaaah" aku berteriak keras aku rasa telingaku ini sudah sangat merah , nggak buk Widya gak si Singa sama² hobi jewer telinga orang nyebelin
"Ikut saya ke lapangan " ujar buk Widya
Buk Widya ini adalah guru BK guru kesayangan para ketua kelas dan para OSIS yang suka menghukum anak² yg sering telat
"Berdiri di sini dan beri hormat pada bendera" ujar buk Widya
Aku mendengus kesal lalu menatapnya sedikit tidak suka " tatapan macam apa itu" ujar buk Widya
Aku segera berlari menghadap tiang bendera lalu hormat sambil menatap bendera hukuman seperti ini sudah sering aku terima ini bukan masalah besar
"Teruskan seperti itu sampai jam istirahat" tata buk Widya tajam " awas kalau berulah lagi " ancamnya. Dia pergi ke ujung lapangan memanggil seseorang dan bicara Padanya
Dari kejauhan aku menglihat Alvin menghampiriku dia menatapku dingin,lalu ikut berdiri di sampingku
"Apa Lo lihat-lihat " ujar ku tajam dia hanya diam masih memandangi ku dengan tatapan dingin
"Bisa GK sih gak usah telat masuk sekolah" uajr nya
Aku mendengus kesal " harusnya Lo bangunin gue " ujar ku tajam
"Gue kangen mama" sambung ku
Dia menatap ku kali ini dengan tatapan dingin nya" mungkin kita bisa pergi akhir pekan" jawabnya
"Kenapa harus akhir pekan" omel ku
"Karena gue sibuk kei"
"Gue gak mintak Lo ikut sama gue,gue cuman mintak uang atau pinjem motor Lo,buat pulang" sambung ku
"Motornya di pakek kei, buat gue ngajar les' dan gue belum punya uang buat ongkos sekaligus bawaan buat mama"
__ADS_1
"Lo ngajar les'??"
" Menurut Lo,selama ini uang yang Lo itu dari mana kalau bukan dari gue ngajar les'"
"Lo bohong,mama bilang uang bulanan ku mama kasih sama Lo" ujar ku
"Nggak gue terima ,gue pengen hidup mandiri "
Aku mencari sekohongan dari wajahnya tapi naas wajah berbohong itu tidak ada juga
"Kai, gue capek" ujarnya,lalu dia menatapku merajak mendekatiku
Dia bersender di pundak ku dan semuanya terasa berat alvin ambruk seketika di hadapan ku jika saja aku tidak refklek menumpung ya
Aku meringis seketika punggung tanganku tergores semen lapangan, sudah di pastikan bahwa, punggung tanganku terluka
"T,,,,o,,,,,long" ujar ku berkata kata memintak tolong beberapa orang langsung lari menghampiri ku
"Alvin kenapa??" Tanyak seseorang perempuan aku tak tau siapa namanya
"Mama gue tahu dia pingsan tiba tiba" ujar ku sinis
Beberapa orang laki² pun mengendong Alvin ke UKS aku hanya diam bingung mau lakukan apa aku memang sedikit cemas tapi entah lah
Jam istirahat sudah berbunyi beberapa menit yang lalu hukumanku berakhir aku buru² berjalan menuju UKS
Dari luar aku menglihat Lena duduk di pinggir matras tempat Alvin tidur
"Udh baikan????" Tanyak Lena pada alvin,Alvin hanya diam lalu matanya menglihat ke arah jendela yaitu ke arah ku
"Keesha " ucap Alvin menatapku di susul dengan Lena
Aku berdehem segera masuk ke ruang UKS
"Ngapain lo kesini" kata Alvin sinis aku menatap nya tak kalas sinis
"Gue GK butuh jengukan dari Lo" ujarnya,aku terdiam menatap nya sinis "geer gue juga
bukan mau jenguk Lo gue cuman mau obatin luka gue" ujar ku tajam
Lena hanya diam memperhatikan ku yang dengan menatapnya tajam ke arah mereka
Aku segera menuju kota p3k dan mencarikan obat merah untuk mengobati luka ku
__ADS_1
Setelah semuanya selesai aku meletakkan kembali Koba p3k yang aku ambil aku kembali berjalan gontai melewati rangjak Alvin ,Alvin menatapku ku dingin dan Lena menatapku hanya datar
"Alvin aku keluar bentar ya mau ke kamar mandi dulu "ujar Lena si galak nyebelin Alvin hanya mengangguk kemudian Lena menglewati dan berlari keluar ruangan
Kini tinggal aku dan Alvin di ruang UKS Alvin tampak menepuk nepuk pinggir matras menyuruhku untuk memdukatinya
Aku hanya menuruti perintah nya
"Harusnya Lo di sini saat suami Lo lagi sakit " ujar Alvin aku hanya menatapnya sinis
"Bukanya tadi Lo bilang Lo GK butuh kunjungan dari gue" uajr ku
"Gue juga nggak ngangep Lo suami gue" sambung ku dia hanya terkekeh, lalu tiba² dia memelukku begitu saja
Aku sempet mbentak sebelum akhirnya dia membisikkan sesuatu di telinga ku "biarkan saja seperti ini,gue capek kei" bisiknya pelan
Ya Alvi itu meski galak nyebelin nyebelin dia itu ternyata tak bisa tidur tanpa memeluk boneka beruangnya ya Raka selalu butuh pelukan
Sudah sekitar dua menit Alvin tidak melepas pelukanya, "udah kali" ujar ku sedikit singkat
"Bentar lagi " jawabnya
"Alvin yang galak bodoh nyebelin itu kemana" ujar ku
Dia hanya diam lalu lebih mengerakkan pelukan nya
"Keesha "ujar nya dia melepaskan pelukannya aku menatapnya dan menglihat darah sagar mengalir dari hidungnya
"Lo mimisan " ujar ku panik
"Gak papa udh biasa gue pengen tidur" ujarnya
Aku hanya mendengar kan ucapan nya aku mengambil tisu dari tisu ku karena di sini gak ada tisu mungkin habis,tapi sayang darah mimisan Alvin tak kunjung berhenti
Aku membuka topi seragamku lalu segera ku lap darah yang mengalir di hidung Alvin sampai tidak ada lagi darah segar yang mengalir
Seragam ku di penuhi darah Alvin terutama topiku tisuku 2 bungkus lenyap seketika sedangkan dia hanya menatapku datar
"Kei " uajr nya
Dia berbaring di matras lalu menarik ku ke dalam pelukan "gini aja yah" ujar nya
"Lo manja benget kalau lagi sakit " uajr ku prites
__ADS_1
sampai di sini dulu author ngantuk