Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Pulang.


__ADS_3

"Oh salam kenal, akhirnya aku bertemu dengan orang Indonesia yang baru," kata Aziel.


"Hehehe aku juga baru bertemu dengan orang Indonesia yang kau menyapa ku, biasanya mereka hanya diam diam dan berlalu begitu saja di depan ku. Berbeda dengan kamu," ucap Selena.


"Kamu pintar bernyanyi dan bermain alat musik?"


"Tidak pintar hanya bisa dan hobi saja." Selena memberikan gitar nya pada Aziel.


"Untuk apa," tanya Aziel.


"Coba mainkan, aku yakin kamu lebih jago dari ku," jawab Selena.


Dengan senang hati Aziel mengambil gitar itu, ia mulai memainkan nya dan bernyanyi seperti biasa nya. Bermain gitar sambil bernyanyi sudah makanan sehari-hari nya.


Selena terpanah dengan keapikan Aziel memainkan gitar itu. Suara berat Aziel terdengar sangat indah, siapa pun yang mendengar Aziel bernyanyi sudah pasti akan terpanah oleh suara nya.


"Wah suara kamu bagus sekali ya, terdengar nyaman di telinga," kata Selena.


"Hahaha kamu bisa saja, jangan memuji ku, aki tidak bisa di puji," ucap Aziel.


"Kenapa tidak bisa di puji," tanya Selena.


"Hahaha tidak papa, aku takut nanti aku terlalu sombong saja," jawab Aziel.


"Kamu ada-ada saja ya," kata Selena.


"Sudah malam kamu tida pulang," tanya Aziel.


"Nanti aku akan pulang aku sedang menunggu seseorang," jawab Selena.


"Siapa," tanya Aziel.


"Baby maaf lama menunggu," ucap seseorang pria.


Lagi dan lagi Aziel merasakan sakit nya patah hati Aziel pulang ke apartemen nya dengan perasaan yang hancur. Ia sangat mudah jatuh cinta tapi ia juga sangat mudah untuk patah hati.


"Ahkkkkkk," teriak Aziel.


"Ada apa Kau kenapa," tanya Radit teman baru Aziel, Radit tinggal bersama Aziel karena teman lama kamar Aziel sudah tidak lanjut lagi.


"Aku aku patah hati," jawab Aziel.


"Hahaha kau ada-ada saja. Kau tampan, kau pintar sekali, kau juga sangat jago bermain alat musik dan semua itu tidak membuat percintaan mu mudah. Sabar Aziel ada kekurangan di balik kelebihan mu. Mungkin saja hal itu kekurangan mu," ledek Radit yang membuat Aziel semakin terasa patah hati.


"Kau bukan nya menghibur ku malah membuat ku merasa sakit hati," kata Aziel.


***


Beberapa hari telah berlalu. Keadaan Reynald sudah lebih membaik dari sebelumnya. Ia juga sudah bisa bergerak dengan bebas. Hari ini sudah hari ke sepuluh sejak Reynald melakukan operasi dan hari ini jahitan di dada dano perutnya sudah bisa di buka.


"Apa benar-benar sudah bisa di buka dok," tanya Reynald.


"Sudah bisa, untuk bekas operasi Kulit kepala, dada, punggung, perut, kaki (paha, betis) bisa di lepas pada hari 7-10 hari. Dan kau sudah 10 hari, luka itu juga sudah kering mau apa lagi?"

__ADS_1


"Hati-hati dok, pasti sangat sakit aku tidak sanggup," kata Reynald.


"Badan saja berotot membuka jahitan saja takut," ledek Reno.


"Diam kalau kau berani gantikan posisi ku," kata Reynald.


"Hahaha tidak mau," ucap Reno.


"Dokter berapa lama setelah saya boleh...


"1 bulan, jangan terlalu terburu-buru mau luka ini kembali jika terlalu banyak bergerak yang frontal. Jika ingin sekali minta bantuan istri mu," kata Dokter.


"Otak mu jelek sekali," ucap Reno.


"Ahkkkkk." Teriak Reynald saat dokter itu mulai melakukan tugas nya.


"Tenang dok dia akan menjadi urusan ku." Reno mengambil kain dan menutup nya di mulut Reynald agar Reynald berhenti berteriak tidak jelas.


"Hmmmmm hmmmmmm hmmmmmm." Hanya itu yang bisa Reynald lakukan, sumpelan kain di mulut nya membuat diri nya tidak bisa berteriak.


"Sakit ahkkkk bodoh," teriak Reynald saat Reno menarik kain dari mulut Reynald.


"Sudah selesai," kata Dokter.


"Hahaha bagus kan, aku jadi tidak mendengar suara teriakan mu itu," ucap Reno.


"Bagus apa nya aku mau mati," kata Reynald.


"Hanya mau bukan mati, jadi tenang saja lah" ucap Reno.


"Sudah nanti Sore kau bisa pulang," ucap dokter.


"Hahaha bisa pulang kau Reynald, bagus lah aku jadi tidak perlu ke rumah sakit," ucap Reynald.


"Aku tidak mau pulang ke rumah ku, aku mau pulang ke rumah mu," kata Reynald.


"Ogah aku malas mengurus mu," ucap Reno.


"Hahaha aku akan merepotkan mu," kata Reynald.


"Tidak mau, kau pulang ke rumah mu aku tidak mau," ucap Reno.


"Reno tidak boleh begitu, Reynald jika kau pulang ke rumah ayah tidak papa tapi kau harus izin dulu pada Leo, nanti dia bingung kenapa kau tidak Pulang-pulang," ujar Iqbaal.


"Daddy, jika kau memanjakan nya seperti ini dia akan terus manja," kata Reno.


"Tidak papa dia kan sakit," ucap Iqbaal.


"Reno kau sadar tidak, aku yang menyelamatkan istri mu, aku yang melakukan hal itu tapi kau tidak mau merawat ku, aku tidak habis pikir."


"Jangan drama," Reno melemparkan kain itu kembali ke wajah Reynald.


"Lucknut," ucap Reynald.

__ADS_1


Reynald mengambil handphone istri nya. Saat ini ia masih belum mempunyai handphone karena handphone nya rusak saat ia banting di kantor.


"Halo, bagaimana kabar mu," tanya Leo.


"Baik, bagaimana dengan ayah," tanya balik Reynald.


"Aku sudah baik-baik saha. Hmmm kau masih belum mau bertemu dengan ku?"


"Beri aku waktu, aku ingin tinggal di rumah istri ku sampai kondisi ku benar-benar sudah sehat," kata Reynald.


"Oh baiklah, aku akan melihat mu di sana bolehkan," tanya Leo.


"Boleh kau bisa datang jika kau sudah lebih baik," jawab Reynald.


Seperti yang di katakan dokter tadi sore hari nya mereka semua mulai membantu Kayla berkemas-kemas. Sudah 10 hari Reynald dan Kayla di rumah sakit sudah tentu banyak barang-barang mereka yang harus di bawa pulang kembali.


Reynald juga sedang melepaskan infus di tangan nya, kalau masalah infus Reynald tidak merasa sakit, meskipun sebenarnya ia takut dengan jarum. Setelah itu Reynald di bantu oleh Kayla memakai pakaian baru agar Reynald tida mau badan.


Reno dan yang lainnya pergi lebih dulu ke mobil untuk memasukkan barang-barang mereka ke dalam mobil. Kemudian baru lah Reynald dan Kayla nyusul. Reynald masih merasakan rasa sedikit sakit saat ia berjalan, mungkin memang diri nya belum benar-benar pulih.


"Aku langsung ingin mandi," ucap Reynald.


"Iya tapi bekas operasi jangan kamu gosok, cukup di siram air saja. Fokus saja ke bagian bawa itu pasti sangat bauk," kata Kayla.


"Hahaha tidak dia sangat wangi," ucap Reynald.


"Wangi dari mana coba, aku yang sudah berulang kali membersihkan nya tapi masih bauk juga," kata Kayla.


"Sayang jangan mengejek ku," ucap Reynald.


Sesampainya di rumah Reynald sudah seperti seorang raja, mamah mertua nya dan Annisa sudah memasakkan makanan sehat untuk nya, belum lagi jamuan manis dari keluarga Annisa yang lainnya.


"Sudah bisa pulang Rey, semoga cepat sembuh ya," kata Alya.


"Iya mah, aku pasti cepat sembuh kok, apalagi mamah cantik yang memasakkan aku, pasti aku lebih cepat sembuh," kata Reynald.


"Kamu bisa saja, ternyata suami kamu Kayla gesrek juga ya," ucap Alya yang cukup terkejut melihat perubahan Reynald. Saat pertama kali ke rumah ini Reynald terlihat sangat keras dan garang, tetapi saat ini sudah berubah menjadi Reynald yang gesrek, seperti Reno.


"Reynald punya adik pria," tanya Fahri.


"Tidak paman, aku anak tunggal. Ada apa?"


"Mana tau kalau ada ingin paman jodohkan dengan anak paman, kau saja hebat berani mengorbankan nyawa mu untuk Annisa, apalagi adik mu," kata Fahri.


Setiap pujian yang Reynald dengar membuat Reynald semakin meninggi saja, kuping nya sangat senang mendengar semua pujian yang keluarga Kayla berikan pada nya. Padahal sebenarnya Iqbaal lah yang merencanakan hal ini, Iqbaal meminta semua orang memuji habis habisan Reynald agar Reynald senang.


"Hahaha Reynald, kau sangat suka pujian ya," tanya Reno.


"Tidak ah biasa saja," jawab Reynald.


"Oh iya ayah aku tidak punya handphone," ucap Reynald.


"Nah aku sudah memberikannya untuk mu." Reno memberikan handphone baru Reynald.

__ADS_1


"Hahaha aku sangat senang, kalian luar biasa. Aku tidak pernah di perlakukan seperti ini," kata Reynald.


Singa jika bersama dengan keluarga nya juga akan lembut. Seperti dengan Reynald ia kasar dan garang karena tidak mendapatkan kasih keluarga nya. Saat mendapatkan itu semua jadi lah Reynald yang seperti ini.


__ADS_2