
Iqbaal berjalan mendekati kamar Kayla, ia ingin membicarakan masalah tadi siang dengan Kayla dan Reynald. Semua nya harus segera di selesai kan
"Mas." Kayla mengigit bibir nya dengan cukup kuat, ia tidak pernah sanggup jika Reynald sudah beraksi.
Tok... tok... tok... Iqbaal mengetuk pintu kamar Kayla.
"Mas ada orang," ucap Kayla.
Ini lah hal yang paling Reynald benci, saat sedang enak-enak nya ada yang mengganggu nya. Dengan waktu cepat Kayla langsung berlari ke kamar mandi, ia memberikan kode agar Reynald membuka pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.
"Tunggu sebentar," ucap Reynald.
Saat membuka pintu Reynald melihat Iqbaal di saba, ia kembali menutup pintu kamar itu karena ia hanya menggunakan boxer, ia merasa tidak sopan jika hanya memakai pakaian seperti itu. Reynald mengambil baju dan celana panjang tadi dan langsung memakainya.
"Maaf," ucap Reynald.
"Tidak papa, dimana Kayla," tanya Iqbaal.
"Sedang di kamar mandi, masuk lah," jawab Reynald.
Reynald memang terlihat sangat sangar tetapi jika di depan Iqbaal ke sangarannya menghilang seketika. Ia seperti kikuk jika sudah bersama Iqbaal, Reynald sendiri tidak tau kenapa seperti itu, hati nya berkata Iqbaal harus ia hormati.
"Maaf aku menggangu kalian berdua," kata Iqbaal.
"Iya tidak papa, maaf aku harus memanggil mu apa. Apa seperti di perusahaan tadi, tuan Iqbaal," tanya Reynald.
"Jika di rumah kau menantu ku, panggil seperti Kayla memanggil ku," kata Iqbaal.
"Ada apa, apa kau ingin memisahkan ku dengan Kayla," tanya Reynald.
"Seperti nya kau sudah tau tujuan ku, ya aku ingin memisahkan kalian berdua," jawab Iqbaal.
"Aku Mohon pah, jangan pisahkan ku dengan Kayla. Aku sangat mencintai nya, dia banyak merubah ku, aku tidak pernah sesopan ini pada seseorang. Aku tidak pernah memohon seperti pada seseorang, tapi untuk kali ini demi Kayla aku rela melakukan nya," ucap Reynald yang sangat takut jika Iqbaal benar-benar ingin memisahkan nya.
"Apa yang bisa ku berikan pada Kayla, apa Kayla bahagia dengan mu," tanya Iqbaal.
"Iya pah, dia bahagia bersama ku, aku bahagia bersama nya. Aku akan memberikan saham ku di perusahaan untuk nya," jawab Reynald.
__ADS_1
"Saham, untuk apa Kayla tidak memerlukan hal itu," ucap Iqbaal.
"Sebagai bukti jika aku memang sangat mencintai nya. Aku memiliki saham 50% di perusahaan aku bisa memberikan nya pada Kayla," kata Reynald.
"Tidak perlu aku hanya memeluk kesungguhan mu. Aku tidak akan memisahkan kalian berdua, jaga Kayla dengan baik, kau tau sendiri kan Kayla pernah gagal, aku yakin kau pria terbaik untuk nya," ucap Iqbaal.
"Aku janji pah, aku tidak akan mengecewakan Kayla, aku akan menjaga diri nya dengan baik," kata Reynald.
"Aku percaya itu, kau pria yang tegas dan baik."
"Aziel," ucap Reynald saat mendapatkan sambungan video call dari Aziel.
"Anak ku," tanya Iqbaal.
"Iya, Ziel anak papah," jawab Reynald.
"Bang, aku belanja banyak memakai uang mu, tidak papa kan," tanya Aziel.
"Hahaha habiskan saja lah kalau kau sanggup. Tapi sebelum itu ada yang ingin berbicara dengan mu," jawab Reynald.
"Aku, aku yang ingin berbicara dengan mu, oh kau mulai nakal ya, kau sudah tau semuanya, tapi kau tidak memberitahu ku," ucap Iqbaal.
"Daddy maafkan aku, abang itu memberikan ku kartu yang aku perlukan,maafkan aku dad," kata Aziel.
"Pulang lah, Lusa kau sudah kembali ke Australia kan?"
"Iya dad, besok aku akan pulang. Sekarang aku sedang berbelanja, sudah dulu dad. Bye bye," Aziel mematikan sambungan video call itu.
"Anak itu ya, kau kenal dengan nya dari mana," tanya Iqbaal.
"Aku pertama bertemu dengan nya di Australia, setelah itu di pesta pernikahan Reno dan kami dekat di Bali, dia memergoki ku bersama Kayla," jawab Aziel.
"Lalu kau tutup mulut nya pakai kartu, uang mu bisa di kuras habis oleh nya. Aku tidak pernah memberikan uang yang berlebihan pada nya," kata Iqbaal.
"Tidak papa, dia adik ipar ku. Dia juga asik orang nya, tidak seperti Reno," ucap Reynald.
"Hahaha Reno memang seperti itu, ya sudah lanjutkan yang tadi, aku pergi dulu." Iqbaal pergi meninggalkan kamar itu, pikiran nya tentang Reynald ternyata salah. Seperti yang di katakan istri nya Reynald memang sangat mencintai Kayla, ia sangat berharap Reynald bisa menjaga Kayla dengan baik.
__ADS_1
"Sayang kamu sedang apa si, aku masuk ya," tanya Reynald.
"Aku buang air besar, jangan masuk bauk," jawab Kayla.
"Tidak papa, aku masuk ya, aku suka yang bauk-bauk." Tanpa pikir panjang Reynald masuk ke dalam kamar mandi. Mencintai berarti harus bertahan dalam segala kondisi😝.
Aziel dan Zikri sedang berbelanja sebelum mereka pulang besok. Kartu unlimited yang Reynald berikan menjadi senjata mereka berdua. Reynald tak peduli pada Handphone nya yang terus berdering memunculkan notifikasi dari pihak bank.
"Apa tidak papa Ziel," tanya Zikri.
"Tidak papa lah, kau tenang saja," jawab Aziel.
"Lama sekali si, kenapa wanita itu," ucap Zikri.
"Kita dekati saja, mungkin memerlukan bantuan." Aziel berjalan mendekati seorang wanita yang seperti nya dalam kesulitan di depan kasir.
"Maaf mbak apa ada yang bisa saya bantu," tanya Aziel.
"Maaf ini kartu saya seperti nya bermasalah."
"Pakai ini saja, ini mbak langsung saja kasihan yang mengantri di belakang," ucap Aziel.
"Terima kasih aku tunggu di sana ya." Wanita itu pergi meninggalkan Aziel dan Zikri.
"Wow dia sangat cantik, tapi kenapa mirip dengan ku," kata Zikri.
"Hahaha benar, kalian berdua mirip, atau jangan-jangan kalian berjodoh," ucap Aziel.
Setelah selesai membayar semua nya. Aziel dan zikri mendekati wanita yang mereka bantu tadi.
"Aku minta nomor Rekening mu, Terima kasih untuk semua nya."
"Tidak perlu, aku ikhlas, oh iya aku Aziel dan ini adik ku Zikri, siapa nama mu?"
"Nama ku rose."
"Rose bunga mawar nama mu seperti orang nya ya, cantik seperti bunga mawar Putih," kata Zikri.
__ADS_1