
"Mas maksudnya," tanya Vania.
"Tidak papa, mamah belum tau kalau aku punya kamu," jawab Raffi.
"Mah, mamah apa-apaan si, aku sudah mengatakan nya pada mamah. Aku tidak mau seperti ini dan saat ini aku sudah mempunyai kekasih," kata Raffi.
Amel melirik ke arah Vania, ia tau semua yang di pakai Vania barang mahal tetapi ia masih tidak yakin pada Vania.
"Setidaknya kenalan dulu."
"Tidak aku tidak mau, ayo sayang." Raffi membawa Vania pergi dari sana.
Vania masuk ke dalam kamar Raffi, sedangkan Raffi mencari pembantu untuk membawa beberapa makanan ke kamar nya. Saat berjalan kembali, Raffi melihat ayah nya baru pulang kerja.
"Ayah sudah pulang," tanya Raffi.
"Sudah ayah sedang pusing. Mamah mu bilang kau marah-marah?"
"Mamah membawa kan ku seorang wanita, aku tidak suka. Aku sudah mempunyai kekasih," kata Raffi.
"Dimana dia, kau bawa kan tadi," tanya Hardy.
"Di kamar," jawab Raffi.
"Anak nakal ya, jangan sampai berbuat apa apa," ucap Hardy.
"Pasti ayah kau tenang saja, hamil aku tanggung jawab," kata Raffi.
"Hamil aku potong burung mu," ucap Hardy.
__ADS_1
"Hahaha kau galak sekali, oh iya ayah sudah tau kan kalau dia saudara nya Reno," tanya Raffi.
"Iya kau sudah memberitahu ku, itu sebabnya jangan membuat malu keluarga kita. Mereka sudah sangat baik pada kita," jawab Hardy.
"Siap ayah, aku kembali ke kamar dulu," kata Raffi.
Raffi kembali masuk ke kamarnya, ia melihat Vania sedang berbaring di atas kasur nya. Jika tidak pandang bulu Raffi pasti sudah menerkam Vania.
"Vania, kamu mengantuk," tanya Raffi.
"Tidak, mas jangan di tutup nanti ada yang salah paham," kata Vania.
"Tidak perlu ah, ayah juga sudah tau kalau kamu di kamar ku." Raffi berjalan mendekat.
"Vania Maafkan mamah ku tadi ya," ucap Raffi.
"Yakin tadi wajah kamu terlihat kesal loh," ucap Raffi.
"Ya kesal sedikit lah, kamu apa tidak mengatakan pada mamah kalau kamu sudah ada calon," tanya Vania.
"Tidak, aku sebenarnya tidak terlalu dekat dengan mamah," jawab Raffi.
"Oh pantas saja. Aku mau protes kamar kamu sangat berantakan, handuk di sana, barang berantakan. Kamu tidak merapihkan semua nya," tanya Vania.
"Hehehe aku butuh seorang istri, jadi kapan kita akan menikah?"
"Tidak tau, aku ikut saja lah."
"Nanti aku akan membicarakan pada ayah ku dan ayah mu," kata Raffi.
__ADS_1
"Kalau aku tidak punya ayah kandung, jadi siapa yang akan menikahkan ku," tanya Vania.
"Untuk hal itu jangan kamu khawatir kan," jawab Raffi.
Sementara itu Reynald sedang berjalan masuk ke dalam kamar Reno. Tetapi sayang Reno sedang tidak ada, Reno pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kaki nya. Dengan kebosanan tingkat dewa Reynald berjalan keliling rumah.
"Paman," ucap Harry.
"Hey, aku sudah lama tidak melihat mu, kau dari mana," tanya Reynald.
"Aku habis dari tempat oppa, paman beli mainan, tadi Hans membawa mainan banyak," ucap Harry.
"Ayo lah, kita ke mall." Reynald ingin sekali menggendong Harry tetapi ia takut Harry menendang perut nya.
"Kau tidak pup lagi kan," tanya Reynald.
"Tidak lah, aku tidak pup lagi," jawab Harry.
"Dimana Abang," tanya Harry.
"Ke rumah sakit dengan daddy mu," jawab Reynald.
"Paman sudah tidak sakit, waktu itu Harry melihat paman di rumah sakit," tanya Harry.
"Tidak lah, paman sudah sembuh. Kau datang melihat paman?"
"Iya dengan daddy dan mommy," kata Harry.
Seperti biasa nya, jika sudah mau di belikan mainan Harry pasti akan langsung akrab dengan orang yang membelikan nya mainan. Padahal sebelum ia habis memukul wajah Reynald. Reynald bersyukur ia tidak jadi jatuh miskin, kalau sempat itu terjadi pasti bocah ini tidak akan mau dekat dengan nya.
__ADS_1