Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 1


__ADS_3

"Bodoh," ucap Aziel.


"Maaf maaf." Dinda mengambil tisu dan langsung membersihkan pakaian Aziel.


"Kau siapa si, kenapa bisa masuk ke dalam ruangan ku." Aziel mengambil tisu itu dan langsung membersihkan noda di baju nya.


"Maaf tuan, saya Dinda saya pegawai baru," ucap nya sambil menundukkan kepala nya.


"Kau pegawai baru? kapan aku menerima mu," tanya Aziel.


Aziel merasa baru baru ini ia tidak pernah menerima siapapun bekerja di restoran. Apalagi ini restoran utama, semua yang bekerja di sini selalu ia seleksi dengan baik.


"Saya di minta oleh nona Lisa untuk masuk ke dalam sini, kata nona saya sudah langsung di terima."


"Lisa??? Aku tidak mencari pegawai baru di restoran ku," ucap Aziel.


"Tidak tidak, bukan di restoran, tapi di ruangan anda tuan."


Aziel mengambil handphone nya dan langsung menghubungi pacar nya Lisa. Ia memang tidak merasa mencari pegawai baru. Atau mungkin Aziel sendiri lupa.


"Halo sayang," ucap Lisa.


"Be apa kamu yang meminta wanita ini masuk ke dalam ruangan ku? aku tak membutuhkan pegawai beru be."


"Oh itu, iya aku yang meminta nya untuk masuk. Dia akan membantu mu sayang, kamu tidak akan sanggup mengontrol semua pekerjaan itu sendiri, dia akan menjadi asisten pribadi mu. Tenang saja dia sangat pintar, lulusan terbaik di Universitas nya. Dia juga cantik, mata mu tidak akan terganggu oleh nya," kata Lisa.


"Begitu? memang si aku sedang sangat sibuk, apalagi beberapa cabang segera buka, ya sudah kamu baik baik di sana, aku akan keluar beberapa jam lagi. See you be..."

__ADS_1


"See you sayang."


Setelah mendapatkan penjelasan dari Lisa. Aziel mempersilahkan Dinda duduk di depan meja kebesaran nya.


"Lulusan mana," tanya Aziel.


"Universitas Melbourne, angkatan 2020," jawab Dinda.


"What, kau adik angkatan ku, tapi kenapa aku tidak mengenal mu," ucap Aziel.


"Saya sangat tau anda tuan, siapa yang tidak mengenal lulusan terbaik kakak angkatan saya. Mahasiswa paling populer waktu itu."


"Hmmm aku ingin melihat data diri mu," ucap Aziel.


"Silahkan tuan." Dinda memberikan map yang berisi data diri nya.


"Kau bisa menggunakan komputer dengan sangat baik kan," tanya Aziel.


"Bisa tuan, saya juga pernah mengambil kelas bisnis," jawab Dinda.


"Sudah tau, kau mendapatkan Nilai sangat bagus. Itu salah satu hal pertimbangan ku," ucap Aziel.


Aziel diam sejenak. Seperti nya memang wanita ini bisa ia andalkan. Beberapa waktu terakhir ini, memang ia benar-benar sangat sibuk, dan memang sangat memerlukan seseorang untuk membantu nya mengurus semua pekerjaan nya.


"Oke aku bisa menerima mu bekerja di sini. Ada beberapa peraturan yang harus kau lakukan. Pertama berprilaku yang sopan, ke dua berpakaian yang sopan, kita berada di ruangan yang sama jadi semua itu demi kebaikan masing-masing dari kita. Ke tiga setiap masuk ke ruangan ini harap mengetuk pintu, keempat satu ruangan itu adalah ruangan pribadi ku jangan asal masuk ke sana tanpa seizin ku, mungkin aku akan banyak menghabiskan waktu disana. Kelima bekerja dengan disiplin dan sanggup di bawa tekanan. Sisa nya kau sesuai kau bagaimana orang Indonesia berprilaku," ucap Aziel.


"Baik tuan," kata Dinda. Ia mengingat semua nya dengan jelas.

__ADS_1


"Satu lagi jangan memanggil ku dengan sebutan tuan, aku bukan tuan mu, panggil saja bos atau pak," kata Aziel.


"Baik Pak," ucap Aziel.


"Sekarang kau bisa pulang, dan mulai bekerja besok."


"Baik pak, terimakasih untuk semuanya. Saya permisi." Dinda tersenyum dan pergi meninggalkan Aziel.


Setelah kepergian Dinda. Aziel mengambil pakai baru di ruangan pribadi nya, ia tidak mungkin memakai baju yang sudah terkena noda. Saat ingin mengganti baju, handphone Aziel berbunyi panggilan video call dari ayah nya Iqbaal.


"Halo yah," ucap Aziel.


"Zeil kau dimana? kenapa tidak memakai baju," tanya Iqbaal.


"Di kamar, ayah tau sendiri kan, apa yang di lakukan pria di dalam kamar tanpa memakai baju," tanya Aziel yang berniat menggoda ayah nya.


"Ziel!!!."


"Hahaha bercanda ayah, aku mengganti pakaian ku yang terkena noda. Ayah dimana? abang tak datang ke sini, padahal adik nya Zikri sebentar lagi lulus lohh," ucap Aziel.


"Abang mu sedang sibuk, mungkin akan ke sana minggu depan. Kau juga jangan lupa pulang ke sini."


"Tidak mau nanti ayah jodohkan aku dengan wanita yang tidak jelas," kata Aziel.


"Tidak sayang, tapi kalau kau mau ya tidak papa," ucap Iqbaal sambil tertawa. Anak ke dua nya ini memang sangat anti dengan yang nama nya perjodohan.


"Aku berhasil masuk, cepat transfer apa yang kau janji kan," ucap Dinda

__ADS_1


Sebaik nya baca sinopsis dulu ya, agar tidak bingung...


__ADS_2