Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Siapa wanita itu?


__ADS_3

Di bawah umur Skip.


"Kami masuk kak," ucap Zikri.


"Iya masuk lah, Hati-hati kamar gelap." Reno sengaja membuat kamar nya menjadi gelap, ia ingin suasana terasa lebih romantis.


"Kak ini makanan dan minuman nya," ucap Zikri.


"Sedang nonton film horor kak," tanya Aziel.


"Iya sudah sana pergi, oh iya mana kartu ku," ucap Reno.


"Ini kak terimakasih untuk semua nya." Zikri memberikan kartu milik Reno.


"Kakak ipar boleh kami ikut nonton bersama," tanya Aziel.


"Eh, maaf Ziel bukan nya kakak tidak memberikan mu Izin tapi....


" Ziel dan Zikri mau membuat kakak marah, cepat pergi sana," ucap Reno.


"Ya ya ya, kami pergi." Karena tidak mendapatkan Izin Aziel dan Zikri pergi meninggalkan kamar Reno.


Tangan Reno kembali pada tempat nya, ia juga kembali menurunkan selimut yang menyelimuti tubuh nya dan Annisa. Reno sangat senang melihat pemandangan yang terlihat sangat indah.


Annisa sudah tidak bisa mementingkan malu nya lagi, Reno sudah melihat dan merasakan semuanya. Ia hanya pasrah menerima apa saja yang Reno minta. Ia sangat takut jika ia menolak apa yang Reno inginkan Reno akan marah.


"Annisa ini lembut sekali," ucap Reno yang menyelinap kan wajahnya di dua gunung Semeru.


"Mas aku sedang makan," kata Annisa.


"Aku suka, jangan larang aku," ucap Reno.


"Mas aku sedang makan, kamu mau makan itu atau makan makanan yang bisa di makam," kata Annisa.


"Aku makan ini saja." Reno benar-benar memakan ke dua nya, Annisa hanya bisa menahan semua nya untuk makan pun ia tidak bisa konsentrasi sama sekali.


"Mas aku mohon." Rengek Annisa.


"Mohon apa," tanya Reno dengan menaikan Kepala nya.


"Aku mohon berhenti untuk sesaat, aku lapar dan ingin makan," jawab Annisa.


"Ya ya ya, sudah makan lah," ucap sambil melepaskan Annisa.

__ADS_1


"Kamu ngambek," tanya Annisa.


"Ngambek kerena mu, hahaha tidak," jawab Reno.


Reno mengambil makanan nya dan langsung membelakangi Annisa, ntah kenapa ia terasa ingin marah jika Annisa melarangnya melakukan sesuatu apa yang dia suka.


"Awas saja, jika dia meminta ku untuk melakukan apapun aku tidak akan mau," batin Reno.


Annisa sudah tau jika Reno sedang ngambek. Ia lebih memilih menghabiskan makanan nya terlebih dahulu sebelum ia membujuk suaminya yang sedang ngambek.


"Mas," ucap Annisa.


"Hmmm," gumam Reno tanpa melihat nya.


Setelah selesai makan Annisa membereskan semua nya, termasuk bekas makanan Reno yang Reno biarkan begitu saja di atas ranjang. Ia hanya tau satu cara bagaimana Reno tidak marah lagi pada nya.


"Sayang." Annisa memeluk Reno dari belakang.


"Hmmm aku mau tidur Annisa," ucap Reno.


"Sayang jangan begini, maafkan aku," kata Annisa.


"Jadi bagaimana." Reno merentangkan tubuh nya


"Sayang." Annisa naik ke atas tubuh Reno dan kembali memeluk Reno dengan erat.


"Kau mau apa Annisa," tanya Reno sambil membuka mata nya, ia kembali terpesona melihat sesuatu di depan nya.


"Aku ingin mas," jawab Annisa.


"Kau yakin ingin," tanya Reno yang mulai tersenyum.


"Iya mas, aku ingin," jawab Annisa.


"Lakukan lah, aku ingin diam," kata Reno.


Reno benar-benar sedang menguji nya, Annisa tidak mau kalah dengan ujian dari Reno, ia berani melakukan apa yang sebenarnya enggan ia lakukan, demi seorang Reno Annisa siap melakukan segala nya.


30 menit berlalu Reno sudah benar-benar gatal ingin mengambil alih permainan, tetapi ia masih ingin melihat seberapa jauh Annisa berani berbuat hal seperti ini. Annisa memejamkan mata nya saat benda berukuran 25 cm masuk ke dalam tubuh nya. Kaki nya bergetar merasakan rasa sakit yang masih saja terasa.


Reno sudah tidak tahan lagi, tanpa melepaskan kembali Reno menggendong Annisa ke Sofa, ia siap bermain dengan gaya nya.


Di lain kamar Zikri dan Aziel sedang membicarakan hal yang mereka lihat tadi. Sesuatu yang membuat mereka berdua sangat pemasaran siapa sebenarnya kakak ipar mereka.

__ADS_1


"Ntalah Aku hanya mendengar mereka menyebutkan wanita yang jatuh dari eskalator, bukan nya wanita itu kakak ipar," kata Zikri.


"Tapi saat itu bukan hanya kakak ipar, satu wanita di dekat kakak ipar juga terjatuh, tapi tidak sampai ke bawa seperti kakak ipar."


"Iya kau benar juga, kalau yang mereka bicarakan kakak ipar juga tidak mungkin, siapa kakak ipar di bicarakan oleh orang Australia," kata Zikri.


"Hmmm kau tidak salah dengarkan, bahasa Inggris mu tidak buruk kan," tanya Aziel.


"Tidak lah, kau meremehkan mu," jawab Zikri.


"Mana tau juga, sudah jangan membahas nya lagi, oh iya Zikri aku ada sesuatu," kata Aziel sambil memberikan DVD.


"Hey hey kau tau saja, aman kan."


"Iya aman, kakak tidak akan tau," kata Aziel.


Kembali pada pasangan Annisa dan Reno yang sedang menikmati betapa indahnya bulan madu. Reno sedang bekerja keras agar ia segera memiliki baby yang lucu dan menggemaskan tentu nya.


Annisa hanya bisa berteriak merasakan kebrutalan Reno, tubuh nya seakan-akan tidak memiliki beban sampai Reno bisa membanting nya ke sana sini. Belum lagi saat Reno meminta nya untuk memimpin pertandingan. Benar-benar sesuatu yang amat sangat luar biasa.


...***...


Kayla dan David sedang berada di salah satu hotel di Indonesia. Kayla kelelahan karena ia baru saja mendarat, setelah ini juga akan melakukan fitting baju pengantin untuk pernikahan nya yang akan di laksanakan beberapa minggu lagi.


"Sayang aku pergi dulu, kamu bisa fitting sendiri kan," tanya David.


"Loh kamu bagaimana, baju kamu," tanya Kayla.


"Iya juga si, hmmm bagaimana kalau kita fitting sekarang," jawab David.


"Kamu mau kemana si, aku masih lelah," kata Kayla.


"Aku akan pergi melihat rumah kita," ucap David.


"Jadi kita tidak tinggal di rumah ku," tanya Kayla.


"Tidak sayang, rumah mu terlalu ramai, mana mungkin kita tinggal di sana," jawab David.


"Ya sudah kita berangkat sekarang." Kayla senang jika David memikirkan masa depan mereka.


Di tempat lain beberapa pria sedang berkumpul membahas sesuatu yang memang sangat penting dan genting. Apa lagi jika bukan wanita yang selama ini mereka cari keberadaan nya.


"Ya nama nya Annisa, dia sedang bersama dengan seorang pria yang cukup berpengaruh," kata seseorang.

__ADS_1


"Bagaimana mungkin kota bisa kecolongan, bukan nya ayah nya sudah gila dengan para wanita, sekarang anak nya menjadi boomerang untuk kita."


__ADS_2