
"Menikah dengan nya, tidak masalah untuk ku, dia hanya parasit yang mudah aku kendalikan," ucap Fahri sebelum memejamkan mata nya.
Keesokan harinya nya, karena rumah ini memiliki tempat gym pribadi, Fahri memutuskan untuk melatih Otot-otot nya, ia merasa tubuh nya harus di latih lagi karena sudah hampir 2 minggu ia tidak pernah olahraga lagi.
"Jangan sampai kendor, bisa hilang harga diri ku di depan para wanita," ucap Fahri.
Iqbaal yang memang setiap pagi olahraga juga masuk ke dalam ruang gym, ia bertemu dengan Fahri berdua di ruang gym yang membuat suasana seperti memanas.
Mereka berdua tidak pernah akur bahkan jarang sekali berbicara, Fahri benar-benar cemburu pada Iqbaal karena Iqbaal mengambil kasih sayang aku ayah nya. Sedangkan Iqbaal tidak suka dengan gaya dan sikap Fahri yang menurutnya terlalu brengsek.
"Cih dia mau pamer pada ku, ya aku tau tubuh nya sangat bagus," batin Fahri.
"Jangan hanya berbicara dalam hati, jika tidak semua suka dengan ku katakan dengan jantan,x ucap Verrel.
"Iya aku tidak suka dengan mu, kau puas," kata Fahri.
Iqbaal memilih tidak memperdulikan Fahri, ia lebih fokus melatih otot-otot nya agar Alya lebih tergila-gila pada nya.
"Akhhh kurang ngajar alat macam apa ini," ucap Fahri yang cidera saat mengangkat beban.
__ADS_1
"Bukan alat nya yang salah tapi kau yang bodoh, pemanasan mu kurang cukup," ujar Iqbaal.
"Jika tidak membantu lebih baik diam," ucap Fahri.
Iqbaal meletakan barbel yang ia angkat kemudian ia berjalan mendekati Fahri.
"Kau mau apa," tanya Fahri.
"Ingin membunuh mu," jawab Iqbaal.
Fahri memejamkan mata nya saat Iqbaal mulai memperbaiki lengan nya yang cidera, Iqbaal sengaja melakukan nya dengan kasar sudah pasti untuk menyiksa Fahri.
"Kau tau aku akan mematahkan semua tulang mu jika kau sampai berani menyakiti adik ku."
"Oh iya, kau kira aku akan takut. Kau pernah menikah dengan paksaan bukan, jadi kau tau apa yang terjadi pada rumah tangga kami. Tapi kau tenang saja adik mu tidak akan menjanda aku bukan diri mu Iqbaal," ucap Fahri.
"Jangan macam-macam dengan ku Fahri, aku masih menghargai diri mu karena kau anak paman Bayu."
"Jangan sok baik pada ku." Fahri berjalan meninggal Iqbaal di ruangan itu.
__ADS_1
Fahri berjalan menuju kamar nya, langkah kaki nya terhenti saat melihat pintu kamar Kia yang terbuka, tanpa ragu Fahri masuk ke dalam kamar itu.
"Sangat rapi, garlic sekali kamar nya," ucap Fahri.
Fahri membaringkan tubuh nya di atas ranjang Kia, tidak peduli tubuh nya yang di penuhi dengan keringat.
"Fahri," bentak Kia.
"Hmmm ada apa, aku mengantuk," ucap Fahri.
"Jangan gila kau, kenapa kau masuk ke kamar ku."
"Ini akan menjadi kamar ku juga, ups salah kita akan tinggal di apartemen kita sendiri," ucap Fahri.
"Pergi kau dari sini, jangan kurang ngajar atau aku akan berteriak," ancam Kia.
"Tidak perlu repot-repot sayang, oh iya aku ingin menanyakan sesuatu pada mu lebih enak mana ciuman dari ku atau dari pacar mu Rian." Fahri pergi meninggalkan Kia yang diam mematung saat Fahri menanyakan hal itu.
Mereka semua berkumpul di ruang makan untuk sarapan pagi, keluarga Bayu juga akan pulang ke rumah untuk mempersiapkan pernikahan Fahri dan Kia, Pernikahan akan di laksanakan di rumah pihak pria sesuai kesepakatan.
__ADS_1