Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Hukuman


__ADS_3

"Mau kemana kau," tanya Bayu.


"Aku ingin melihat apartemen ku, ingin memastikan semua nya sudah beres, jadi aku bisa langsung pindah.


"Kenapa kau harus pindah, tunggal saja di sini," ucap Bayu.


"Tidak mau, nanti malam pertama ku kau intip, ayolah yah aku hanya ingin lebih dewasa, aku ingin rumah tangga ku berdiri dengan sendiri tanpa campur tangan siapapun," kata Fahri.


"Sudahlah pergi sana, aku juga tidak bisa melarang mu," ucap Bayu.


Setelah mendapatkan izin dari ayah nya Fahri langsung membawa mobil nya ke sebuah tempat untuk bertemu pacar nya.


"Widya," ucap Fahri.


"Sayang," Widya langsung memeluk Fahri.


"Sudah siap semua nya," tanya Widya.


"Sudah kau tidak cemburu dengan nya kan?"


"Dia bukan level ku, hanya aku yang dapat memuaskan mu sayang," tangan Widya mulai berani bergerak menyentuh adik Fahri.


"Jangan sayang, sudah ayo temani aku melihat apartemen ku," ucap Fahri.


Apartemen yang Fahri maksud adalah hadiah dari Azka, kamar apartemen nya terletak di lantai teratas sesuai dengan permintaan dari Fahri.


"Ini milik mu sayang," tanya Widya.

__ADS_1


"Jadi milik siapa lagi sayang, jika bukan milik ku," jawab Fahri.


"Besar sekali, ini untuk kamu tinggal dengan Kia?"


"Iya sayang, kamu juga bisa ke sini, tapi harus aku yang membawa mu, bukan kamu yang datang sendiri," ucap Fahri.


Malah hari nya Fahri baru pulang ke rumah, semua orang sudah terlelap kecuali Kia, yang tidak ada di kamar nya.


"Dimana wanita itu," ucap Fahri.


Fahri masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya, tak lama di luar ia mendengar suara langka kaki masuk ke dalam kamar nya.


"Kia," teriak Fahri.


"Ehhh iya ada apa," tanya Kia.


Kia berjalan mendekati kamar mandi, saat membuka pintu tangan nya langsung di tarik oleh Fahri masuk ke dalam.


"Akhhhh," teriak Kia.


"Kau dari mana, kau seorang wanita keluyuran malam-malam," tanya Fahri sambil mencengkram wajah Kia.


"Harus nya kau berkaca Fahri, kau sendiri dari mana kau meninggalkan aku dari pagi sampai malam. begini," ucap Kia.


"Kau sudah berani pada ku ya," Fahri mulai menurunkan ****** ***** nya.


Sontak Kia memejamkan mata nya, ini pertama kali nya ia melihat alat kelamin seorang laki-laki.

__ADS_1


"Kau mau apa," tanya Kia.


"Ingin menghukum mu, aku tidak suka dengan wanita yang pembangkang seperti mu," jawab Fahri.


Fahri menarik kasar tangan Kia agar menyentuh milik nya, tetapi Kia menahan nya sambil menangis.


"Jangan aku mohon, hiks hiks hiks aku mohon," ucap Kia.


Fahri mendekati leher jenjang Kia, dan mulai mencium nya dengan lembut. Sentuhan terkahir ia memberikan tanda kepemilikan nya di sana.


"Bantu aku mandi," ucap Fahri.


Kia bernafas lega saat Fahri tidak melakukan apapun pada nya, membantu Fahri mandi tidak terlalu ia permasalahkan.


"Kau bodoh, bagaimana bisa kau melawati nya, kau pikir itu tidak bisa di bersihkan," ucap Fahri.


"Tapi...


"Tapi apa, kau jijik dengan milik suami mu sendiri." Bentak Fahri.


Mau tidak mau Kia membersihkan milik suami nya, jijik geli itu lah yang Kia rasakan saat ini.


"Buka pakaian mu," ucap Fahri.


"Untuk apa," tanya Kia.


"Aku akan membantu mu mandi," jawab Fahri dengan senyum penuh kelicikan.

__ADS_1


__ADS_2