Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 54


__ADS_3

"Jangan berkata seperti itu aku sangat tak suka, sudah jangan memikirkan apapun lagi sayang. Setelah satu bulan ini aku baru bisa menyentuh mu kembali, nah saat itu lah aku yakin dua minggu kamu langsung hamil, jangan takut ya, aku tetap ada di samping mu apapun yang terjadi," kata Aziel.


Zikri datang dengan membawakan makanan yang Dinda inginkan sebelum sakit, yaitu rujak. Ia membuat rujak itu dengan sangat susah payah hanya untuk kakak ipar nya. Kebaikan kakak ipar nya yang selama ini di berikan pada nya akan ia balas saat Dinda sedang sakit seperti ini.


"Selamat datang kakak ipar, aku membawakan sesuatu untuk mu," kata Zikri.


"Apa ini," tanya Dinda.


"Rujak buah, tenang saja ini tidak pedas kok, aku membuat nya khusus untuk mu," jawab Zikri


"Wah terimakasih, kau baik sekali."


"Untuk ku tak ada," tanya Aziel.


"Kau tak sakit, untuk apa kau makan rujak," kata Zikri.


"Coba ya, tapi kalau rasa nya kurang enak maklum saja ya, aku tak pernah membuat nya sebelum nya. Ini saja aku lihat resep nya di youtube," ucap Zikri.


"Hahaha aku sangat menghargai nya Zikri, oh iya selama aku sakit, abang mu ini tidak macam macam kan, dia bisa di percaya kan," tanya Dinda.


"Tenang saja kak, dia tak membuat masalah kok, aku bisa jamin," bala Zikri.


"Kau mengatakan ini tidak di sogok dia kan," tanya Dinda.


"Sayang kenapa kamu tak percaya dengan ku, aku tak seperti itu sayang," jawab Aziel.


"Hahaha iya aku percaya kok," ucap Aziel.


Kembali pada pasangan Harry dah Anna yang semakin romantis saja, malam ini pertama kali nya Anna akan pergi ke acara sekolah bersama dengan Harry yang ia akui pacar pada teman teman nya. Acara khusus untuk para gadis menunjukkan pasangan terbaiknya.


Harry tentu saja mau, ia masih remaja pada umumnya. Yang masih suka bermesraan di depan orang lain, masih suka membanggakan pasangan nya, yang sebenarnya sangat bangga sebenarnya adalah Anna. Anna tak pernah berpikir bisa mendapatkan sosok pangeran seperti Harry.


Untuk hubungan ranjang. Mereka berdua sudah beradaptasi dengan sangat baik, tak ada yang saling menolak malah ke dua nya sama-sama mau, apalagi Harry dia paling bersemangat. Tetapi agar tidak hamil sudah pasti ke dua nya menjaga diri mereka masing-masing. Anna meminum pil kb dan Harry memakai pengaman yang di ajarkan orang tua nya.


"Sayang nanti malam kan," tanya Harry.


"Iya nanti malam kamu sudah siap??"


"Aku sangat siap, aku sangat deg deg kan, aku jarang sekali tampil di depan banyak orang yang seumuran," kata Harry.


"Dua minggu lagi kamu ulang tahun, hadiah apa yang kamu inginkan," tanya Anna.


"Hmmm mobilan," jawab Harry.


"Kamu masih seperti anak kecil ya, yang remot atau yang main tarik," tanya Anna.


"Hahaha tidak sayang, aku bercanda ya. Aku mau kamu saja, aku diberikan apa saja asalkan kamu yang memberikan nya," jawab Harry.


"Wih bucin sekali," ucap Anna.


Begitulah mereka berdua, tak butuh waktu lama untuk mereka saking mencintai. Apalagi Anna yang langsung tertarik pada Harry, tak ada kemurungan Harry yang membuat anak ilfil, semua tentang Harry terasa sesempurna di mata Anna.

__ADS_1


"Wah wah wah, bucin sekali ya, ya iya lah, kan aku suka kamu," kata Harry.


Begitu juga dengan Harry, di mata nya Anna gadis yang sangat baik, tak ada kekurangan Anna di mata nya. Anna istri yang sangat penurut dan baik pada nya.


Malam hari nya ke dua nya memakai pakaian yang luar biasa bagusnya. Anna tampil cantik dengan gaun berwarna merah sedangkan Harry memakai kemeja dengan warna yang sama. Semua itu sudah rencana Harry dan Anna. Karena ke dua nya tak bisa membawa mobil, Harry akan meminta ayah nya untuk mengantarkan mereka berdua.


Iqbaal dan Alya tersenyum sendiri melihat Anna dan Harry yang sudah tampil cantik dan tampan. Apa yang mereka berdua harapkan benar benar terjadi, Harry bahagia dengan kehidupannya sekarang, semua anak anak mereka berdua sudah hidup dengan bahagia dengan pasangan masing masing. Harry yang dulu hanya bisa minta mainan sekarang sudah menikah saja, memang kehidupan tak ada yang akan tau.


"Ayah, ayo antar kan kami berdua."


"Eh ayah jadi supir kalian, wah wah wah ayah di bayar berapa ini, seumur umur ayah belum pernah loh jadi supir sepasang kekasih," kata Iqbaal.


"Ayah.... Aku kan tidak bisa naik mobil, lagi pula aku tak boleh belajar naik mobil sampai usia ku 17 tahun."


"Hahaha iya iya, sudah ayo. Sayang malam ini suami mu akan menjadi supir pasangan muda ini."


"Hati hati pak supir, jangan sampai mereka berdua kenapa napa, mereka berdua pasangan yang harus kau jaga dengan sangat baik, cinta mereka berdua sedang masa bersemi," ucap Alya.


"Mamah..," rengek Harry, ia sangat malu jika sudah di ejek oleh ke dua orang nya, walaupun memang apa yang orang tua nya katakan benar."


Mereka bertiga pun pergi meninggalkan rumah.


Sesampai nya di acara, Harry dan Anna keluar dari dalam mobil, pergi meninggalkan Iqbaal begitu saja. Iqbaal hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat kepergian mereka berdua.


Harry dan Anna bergabung dengan yang lainnya, mereka berdua sangat bahagia berada di tenga tenga teman sepelantaran. Harry di puji habis habisan oleh semua orang, malam ini ia menjadi primadona yang membuat nya semakin bahagia saja, begitu juga dengan Anna, ini salah satu alasan Anna membawa Harry ke acara ini agar Harry bisa berteman dengan teman teman nya usia nya.


Hari demi hari, minggu demi minggu dan beberapa bulan pun berlalu rumah tangga di keluarga ini tak ada masalah lagi, hanya salah satu di rumah tangga mereka sedang menantikan sebuah anak. Ya rumah tangga Aziel dan Dinda, bulan depan mereka berdua akan kembali ke Indonesia untuk selama lama nya. Meninggalkan Zikri dan restoran yang Aziel bangun dengan susah paya. Semua itu akan Aziel serahkan pada Zikri , ia masih mempunyai harapan bisa kembali ke sini setelah tugas nya selesai. Tetapi ini semua masih sebuah harapan saja.


"Sabar, semua nya sudah di atur, jika sudah waktu nya pasti dia akan hamil juga kok," kata Zikri.


''Memang kalau urusan anak sangat pusing sekali, aku tak tau apa yang harus aku lakukan lagi. Gaya atas sudah, belakang sudah, depan bawah sudah. Tak ada yang belum."


''Aziel aku belum menikah, dan kau dengan mudah nya mengatakan hal itu, dimana hati nurani mu, dasar Aziel."


"Hahaha maaf, aku tak berniat melakukan hal itu, memang kalau berbicara dengan jomblo harus ekstra sabar,'' kata Aziel.


Sampai saat ini Dinda juga belum tau semua nya, memang Dinda tak akan diberi tau demi menjaga mental nya, apalagi saat ini mereka masih melakukan program kehamilan.


"Sayang..." Teriak Dinda..


"Apa!! Ada apa jangan membuat ku panik sayang..."


''Ada yang meneror ku," kata Dinda yang mendapatkan pesan pembunuhan dari nomor asing.


''Ahh sial, siapa si yang mau macam-macam dengan keluarga ku lagi, apa tidak kapok mereka," kata Aziel.


"Sabar Aziel mungkin dia ingin tau kalau kau marah bagaimana."


"Aku sudah terlalu sabar,'' ucap Aziel sambil mengambil handphone nya, sudah waktu nya untuk pasukan yang selama ini ia sembunyikan keluar.


Aziel mengirim nonot handphone yang mengancam, istri nya, kalau di teba tebak yang tak lain dan tak bukan pasti Lisa, Lisa sangat mencintai nya, Lisa tak mungkin menyerah begitu saja jika tak diberikan pelajaran. Kalau tak LIsa ya pasti Gian karena musuh terbesar nya hanya pria itu, ia tak akan mau turun tangan, biarkan anak anak buah nya membereskan merea berdua dengan waktu yang cepat.

__ADS_1


Lisa dengan Gian sedang bersama, ya mereka berdua lah yang mengirimkan pesan ancaman pada Dinda, mereka belum tau siapa Aziel sebenarnya, saat ini mereka hanya tinggal menunggu ajal yang sebentar lagi akan datang.


25 anak buah Aziel menuju pada suatu tempat, tempat Gian dan Lisa berada, ya mereka sudah mendapatan alamat mereka berdua dari nomor handphone yang Azeil berikan. 25 orang itu langsung mengepung rumah Gian, bahkan anak buah Gian yang tak seberapa sangat mudah untuk mereka hancurkan.


Gian mencium Lisa dengan sangat ganas nya, tiba tiba suara tembakan terdengar sangat keras, dan tak lama ciuman dari Gian terhenti. Ia langsung meregang nyawa seketika.


"Ahhhkkkk," teriak Lisa dengan sangat kuat.


Orang orang bertubuh tegap datang memenuhi ruangan itu, mereka berdua membawa mayat Gian dan Lisa dari sana, Lisa tak mereka bunuh atas permintaan Aziel, Aziel masih mempunyai hati mengingat Lisa yang menemani Aziel dari awal. Lisa hanya mereka asing kan di sebuah pulau terkecil.


Aziel tersenyum puas mendengar berita itu, mereka semua hanya seperti seekor nyamuk yang ingin bermain main dengan manusia.


"Bagaimana Aziel apa semua nya sudah selesai?"


"Ya sudah lah, masih tanya lagi, mereka hanya main-main dengan ku aku serius dengan mereka," kata Aziel.


"Hahaha, aku sangat salut pada mu, kalau sudah berurusan dengan istri mu kau pasti tak tinggal diam, mereka emang harus di berikan pelajaran yang setimpal.''


"Sudah kau jangan banyak berkata, aku mau sebelum bulan depan aku ke Indonesia kembali, aku mau kau sudah memiliki pasangan, aku tak mau kau sendiri di sini, kau tak akan beta jika tak ada aku,'' ucap Aziel.


''Kau pikir mencari wanita itu gampang, tak semudah itu Aziel, aku tak mau salah pilih, aku tak mau mendapatkan yang seperti Lisa, kau tenang saja lah, baku pasti akan menikah tetapi tak tau kapan, toh kalau aku menikah pasti di Indonesia, orang tua ku tak aan mengizinkan ku menikah di sini, atau malahan aku di jodohkan dengan orang tua ku."


"Tetapi setidak nya saat aku meninggalkan mu, kau tak sediri an di sini," kata Aziel.


"Ya sudah jangan pergi lah, aku pasti akan kesepian di rumah, kalau aku pulang dari restoran tak ada orang, aku bangun juga tak ada orang, aku tak akan betah tinggal sendiri, biasa gila aku, kita sudah bertahun tahun loh bersama."


"Jujur aku pun tak ingin pergi meninggalkan tempat ini, tapi mau bagaimana lagi sudah menjadi tugas ku, tapi nanti aku coba untuk mengatakan nya dengan ayah ku, mana tau aku jadi tak perlu naik tahta, aku tah butuh tahta itu, toh aku sudah punya restoran yang sangat cukup untuk kehidupan kita di sini," kata Aziel.


"Yasudah katakan lah pada orang tua mu, Harry juga sudah dewasa, nanti juga ia akan naik tahta menggantikan bang Reno. Jadi untuk apa si bingung bingung."


Aziel memikirkan apa yang Reno katakan, ia memang harus lebih berpikir lagi dengan keputusan yang akan dia ambil untuk kehidupan nya ke depan.


''Sayang aku butuh pendapat mu, bagaimana menurut mu. Kita pindah ke Indonesia atau tetap berada di sini?"


"Hmmm aku si akan ikut kemana pun suami ku akan membawa ku pergi, tetapi jika kamu bertanya sudah jelas dong, aku tetap akan di sini, aku sudah sangat betah di sini," kata Dinda


"Hadeh apa yang kita pikirkan sangat sama, aku juga sangat betah di sini, tapi tugas ku bagiamana ya, apa orang tua ku mengizinkan ku untuk tidak mengambil posisi itu, toh sebentar lagi juga Harry akan dewasa dan mengambil posisi itu dari bang Reno, bang Reno juga masih mudah dan baru memimpin beberapa tahun saja," ucap Aziel.


"Saran ku, kamu bicarakan lagi bagaimana bai nya, aku yakin orang tua mu juga pasti ingin yang terbaik untuk mu," kata Dinda.


"Sudah ah aku malas memikirkan nya lagi, lebih baik kita fokus ke anak saja, itu lebih baik dari pada memikirkan hal yang bisa di bicarakan ke depan nya lagi, kalau sudah urusan anak tak bisa santai."


"Apa aku wanita yang tidak sempurna sayang," tanya Dinda, ia curiga dengan diri nya yang tak hamil hamil, padahal mereka menikah saudah hampir setengah tahun, belum lagi ia sempat membersihkan rahim nya. Padahal yang sebenarnya terjadi ia sudah pernah hamil, karena ulah ganas suami nya di ranjang.


"Aku sudah pernah bertanya pada dokter, aku terlalu kasar bermain dengan mu, ya jadi sejak dua bulan ini aku tak kasar lagi, mana tau dengan begitu kamu cepat hamil. Aku sudah mengatur jadwal untuk bertemu dengan dokter nanti malam."


"Untu apa bertemu dengan dokter?"


"Ya untuk program lah, sayang aku sangat percaya dengan mu, mau kamu hamil atau tidak aku tak peduli, aku tetap sangat mencintai tetapi untuk sekarang kita berusaha terlebih dahulu."


"Iya iya sayang, aku paham."

__ADS_1


__ADS_2