Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Semakin hangat


__ADS_3

"Terus kenapa kau menutupi semua nya, kan hanya tanda hitam di atas kepala mu," tanya Reno.


"Dari kecil kakak sudah membiasakan ku memakai penutup kepala ini, jadi aku sudah terbiasa," jawab Annisa.


"Sebenarnya aku malu membawa mu saat memakai penutup kepala, aku ingin membuat mu lebih baik di pandang orang lain. Kau benar-benar tampak aneh."


"Maaf aku membuat mu malu, aku sangat meminta maaf," ucap Annisa.


"Jika kau menuruti perkataan ku, aku tidak akan malu lagi membawa mu kemana-mana. Aku tidak bisa memaksa mu membuka penutup kepala itu, tapi aku bisa membuat mu berpenampilan lebih baik dari pada sebelumnya," kata Reno.


"Bagaimana cara nya," tangan Annisa.


Reno membuka aplikasi belanja, ia mencari benda yang mirip dengan penutup kepala, dan tentu saja akan membuat Annisa berpenampilan lebih baik dari sebelumnya.




"Bagaimana dengan ini, kau pasti akan terlihat sangat cantik," ucap Reno.


"Eh maksud ku kau akan terlihat lebih baik." Reno mulai salah tingkah karena telah memuji Annisa.


"Aku suka tapi aku tidak biasa, aku terlalu terbiasa menutupi semua rambut ku," kata Annisa.


"Kata mu tadi, kau mau menuruti perkataan mu, aku tidak jelas kalau begitu aku tidak akan membawa mu kemana-mana, kau akan membuat ku malu," ucap Reno yang mulai kesal.


"Jangan marah, Iya aku akan memakai itu saja, tapi dimana kita membeli nya, bukan nya jilat dari aplikasi belanja akan lama," tanya Annisa.


"Kita ke mall, ya sudah cepat selesai, kita langsung pergi," jawab Reno.


Ntah kenapa Annisa sangat senang saat merasakan perubahan dari Reno. Walaupun perubahan Reno demi diri Reno juga agar tidak malu, tetap saja Reno masih memperhatikan penampilan nya.


Setelah selesai mengemasi barang-barang nya mereka berdua kembali keluar kamar dan langsung berpamitan ke pada orang tua Annisa.


"Pah mah, kami pulang dulu," ucap Annisa.


"Hmmm jangan lupa uang yang kau janjikan," kata Hardy.

__ADS_1


Reno merasa pandangan ibu Annisa aneh pada ya, ia sangat risih pada mertua nya itu. Arah mata Amel terus saja menatap ke arah junior nya yang memang selalu terlihat menonjol karena ukuran nya.


"Pah uang untuk bulan ini," ucap Reno sambil memberikan amplop ke pada Hardy.


"Dia kaya raya, dan sangat tampan. Jika di lihat dari tonjolan nya milik nya pasti sangat besar," batin Amel.


"Bagus, aku meminta kalian selalu datang setiap dua minggu sekali," ucap Amel.


"Untuk apa mah, rumah kami dengan rumah ini cukup jauh," tanya Annisa.


"Jangan membantah Annisa, jangan karena kau sudah menikah kau mau melawan mamah mu," bentak Amel.


"Iya mah aku dan Annisa akan datang, ya sudah kami pamit pulang dulu," kata Reno sambil menarik Annisa pergi dari rumah itu.


Di perjalanan pulang Reno sibuk mencari sesuatu yang hilang dari kantong celana nya. Ia lupa meletakkan barang itu dimana.


"Kenapa mas," tanya Annisa.


"Seperti nya earphone ku ketinggalan," jawab Reno.


"Sebelum terlalu jauh mas, kita kembali saja," kata Annisa.


"Tapi mas, itu pasti sangat mahal," kata Annisa.


"Aku saja memberikan uang 20 juta secara cuma-cuma untuk orang tua mu, earphone itu tidak ada harga nya," ucap Reno.


"Maaf mas, aku akan bekerja keras agar aku bisa mengganti uang itu," kata Annisa.


"Hey kau meremehkan ku, aku suami mu, memberikan mu nafkah dan memberikan uang orang tua mu adalah kewajiban ku," ucap Reno.


"Tapi...


"Tapi tapi aku tidak suka penolakan. Dan kau bekerja juga, kenapa aku tidak tau, kau masih bekerja," tanya Reno.


"Iya mas, aku masih bekerja di sekolah Harry," jawab Annisa.


"Kau gila, aku tidak mau kau bekerja lagi. Berdiam diri di rumah, aku memang lupa memberikan mu nafkah, tapi aku tidak suka kau bekerja. Mulai besok kau harus berhenti," kata Reno.

__ADS_1


"Iya mas, aku akan berhenti," ucap Annisa.


Reno mengambil dompet nya yang sangat tebal dan memberikan dompet itu pada Annisa.


"Kau yang mengatur pengeluaran ku, kau yang membawakan barang-barang ku, seperti dompet dan handphone. Jika aku pergi sendiri kau yang selalu mengingat kan ku untuk membawa nya. Aku sering lupa," ucap Reno.


"Dompet ini dan tas ku, sangat berbanding kembali, yang ada dompet ini, akan jelek jika berada di dalam tas ku," batin Annisa.


Di depan Reno melihat mall besar yang sudah buka, ia membawa mobil nya mampir ke mall itu, ia ingin membuat wanita jelek itu menjadi wanita yang layak bersama nya.


"Mas, aku malu masuk ke dalam mall besar ini, aku sangat tidak pantas."


"Kau saja malu, apalagi aku. Tapi aku ingin membawa mu masuk ke dalam. Kau mau menolak ku," tanya Reno.


"Tidak mas," ucap Annisa.


"Jangan bawa tas jelek itu," kata Reno.


Untuk saat ini Reno seperti bersama asisten rumah tangga. Tapi tidak untuk sesaat lagi karena Reno akan membuat Annisa layak menjadi istri nya.


"Pilih lah, setelah itu pakai dan kau lihat kan pada mu, setelah ini kita akan langsung ke Kantor," ucap Reno.


"Yakin mas," tanya Annisa.


"Apa ada terlihat tampang tidak yakin di wajah tampan ku," tanya Reno.


"Maaf mas." Annisa langsung mencari pakaian yang cocok untuk ia pakai.


Tak kalah dengan Annisa, Reno juga mencari pakaian untuk nya, dari pagi tadi ia belum berganti baju.


"Mas bagaimana dengan ini," ucap Annisa.


"Kau mau mengambil report anak kita, aku tidak suka cari yang lain," kata Reno.


Mata Reno tertuju pada topi wanita yang seperti ia lihat di aplikasi belanja seperti tadi pagi. Dengan cepat Reno berjalan mendekati topi topi itu.


"Aku suka ini," ucap Reno.

__ADS_1


Reno bukan hanya mengambil satu topi itu, ia memborong nya agar Annisa bisa berganti-ganti menyesuaikan dengan pakaian yang ia pakai.


__ADS_2