Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Pup


__ADS_3

"Kamu jangan jorok kenapa. Sayang sangat membenci melihat bubur di aduk," kata Raffi..


"Bapak setiap orang berbeda, aku memang tidak suka jika makan bubur tidak di aduk, tidak akan ada rasa nya, kalau bapak suka tidak di aduk ya tidak papa itu pilihan bapak," ucap Vania.


"Ya ya ya ya." Raffi membalik badan nya agar tidak melihat cara makan Vania yang menurut nya sangat menjijikkan.


Setelah selesai makan Vania memilih untuk langsung pergi dari ruangan itu, ia sangat merasa tidak enak jika terus berada di ruangan itu. Hal ini bisa membuat nya di serang oleh fansnya Raffi yang sangat banyak.


"Bapak saya keluar ya, Terima kasih banyak makanan nya, saya bawa ya mangkuk nya," kata Vania.


"Iya bawa sekaligus mangkuk nya. Oh iya Terima kasih untuk ruangan nya yang sangat bersih, dan maaf aku telah memberikan hukuman yang berlebihan."


"Hehehe tidak papa bapak, oh iya pak tadi ada guru ada di dalam ruangan ini sebelum saya masuk ke dalam."


"Siapa?"


"Buk Tina, mantan istri nya bapak," kata Vania..


"Oh dia, untuk apa dia datang, dasar wanita aneh, sudah melarang ku bertemu dengan anak ku. Ntah apa yang dia mau," ucap Raffi.


"Hahaha sabar bapak, kalau bapak sabar dan diam bapak terlihat sangat tampan," kata Vania.


"Kalau itu memang aku tampan, dia saja yang buta tidak bisa melihat ketampanan Ku," ucap Raffi.


"Nah itu bapak salah menggunakan ketampanan bapak, pasti bapak selingkuh dari istri bapak" kata Vania.


"Selingkuh dari mana aku hanya di jebak oleh teman nya, aku tidak selingkuh dengan siapapun," ucap Raffi.


"Bapak yakin tidak selingkuh, tapi saya percaya kok, tenang saja. Ternyata bapak asik juga ya orang nya," kata Vania.


"Jelas hahaha, Vania aku ingin meminta tolong, kau mau membantu ku tidak," tanya Raffi.


"Apa pak saya si suka membantu seseorang tapi tidak aneh aneh ya."


"Hahaha tidak aneh aneh kok, jadi pacar bohongan saya mau?"


"Tidak mau pak, saya tidak mau kalau itu. Bisa di serbu fans bapak saya. Fans bapak kan banyak lebih baik bapak pacari salah satu nya," kata Vania.


"Tidak mereka tidak bisa, saya hanya percaya pada mu," ucap Raffi.


"Tidak mau bapak, saya tidak bisa," kata Vania.


"Ayo lah Vania, aku ingin bertemu dengan anak ku, sudah lama aku tidak bertemu dengan nya," ucap Raffi.


"Hmmmm tidak aneh-aneh kan pak, aku mau kalau tidak aneh aneh, hanya bohongan," kata Vania.


"Yes bagus lah, aku janji tidak aneh-aneh," ucap Raffi.

__ADS_1


Vania pergi meninggalkan ruangan Raffi dan langsung masuk ke dalam kelas nya.


Saat ini Reynald benar-benar sedang bosan, biasa Harry nya ia habiskan dengan bekerja tapi kali ini ia hanya menganggur seperti pria pengangguran. Dia hanya bisa menunggu teman bertengkar nya yang sedang bekerja. Meskipun Reno masin pulang lama lagi.


"Aku," kata Harry.


"Aku kau jelek," ucap Hans.


"Tidak kau yang jelek, aku tampan," kata Harry.


"Aku sangat tampan, kau jelek," ucap Hans.


Pertengkaran mereka membuat Reynald tertawa, mereka berdua seperti diri nya dengan Reno yang bertengkar tanpa sebab dan hal yang penting.


"Paman," ucap Harry.


"Hmmmm ada apa," tanya Reynald.


"Tampan mana, aku atau Hans," tanya Harry.


"Tidak ada hanya aku yang tampan," jawab Reynald.


"Besar mana aku atau Harry," tanya Hans.


"Tidak ada aku yang lebih besar, kalian berdua seperti anak kecil," jawab Reynald.


Hal itu membuat Harry dan Hans marah, mereka berdua mendekati Reynald. Reynald pikir Harry dan Hans akan mencium nya ternyata hal itu tidak terjadi. Reynald malah mendapatkan pukulan dari mereka berdua.


Mereka berdua langsung berlari menjauhi Reynald sebelum Reynald mengamuk pada mereka berdua.


"Ahkkkk beraninya kalian pada ku," teriak Reynald.


Reynald berjalan masuk ke dalam ruang bermain Harry, ia sangat gemas pada Harry dan Hans karena berani memukul nya.


"Harry," ucap Reynald.


"Paman Harry pup," kata Hans.


"Pup dimana," tanya Reynald.


"Di celana," jawab Hans.


"Hiks hiks hiks." Harry menangis sambil menutup wajah nya bukan karena hal yang menyakitkan tetapi ia sangat jijik dengan pup nya sendiri.


Reynald langsung berjalan mendekati Harry,, ia juga bingung harus berbuat apa. Ruang bermain Harry ada di lantai satu sedangkan ayah dan mamahnya ada di lantai atas.


"Ayo masuk ke dalam kamar mandi kita bersihkan," kata Reynald.

__ADS_1


Reynald juga jijik dengan pup nya Harry, ia tidak pernah menyentuh pup orang lain selain pup nya sendiri. Sambil memejamkan mada dan menutup hidung Reynald membantu Harry membersihkan semuanya.


"Bauk," teriak Reynald.


"Hahaha memang bauk paman," kata Hans.


Setelah selesai membersihkan semua nya Reynald membawa Harry ke lantai atas.


"Eh anak mommy kenapa," tanya Alya saat melihat wajah Harry yang memerah karena menangis.


"Dimana celana nya," tanya Alya.


"Ini mah dia pup di celana dan dia menangis karena itu," jawab Reynald.


"Sayang kenapa harus menangis, kamu jijik ya Sudah ayo kita mandi." Alya mengambil Harry dari gendongan Reynald.


"Terima kasih Reynald," ucap Alya.


"Iya mah, seperti nya Harry mempunyai bakat untuk menjadi anaconda," kata Reynald.


"Maksud kamu apa," tanya Alya.


"Hahaha tidak ada mah," jawab Reynald. Harry di bawa masuk ke dalam kamar nya. Sedangkan Reynald memilih masuk ke dalam kamar nya, ia ingin bertemu dengan istri tercinta nya. Baru beberapa jam ia tidak bertemu dengan Kayla ia sudah sangat merindukan istri nya.


"Halo dad ada apa," tanya Kayla.


"Kakak mu kecelakaan," ucap Iqbaal.


"Apa kecelakaan, bagaimana bisa dad," tanya Kayla.


"Bisa sudah nasib, jangan khawatir dia tidak papa, kak nya hanya cidera, ini sudah dalam perjalanan pulang."


"Oh iya dad, kami menunggu nya di rumah," kata Kayla.


"Ada apa sayang, siapa yang kecelakaan," tanya Reynald.


"Kak Reno, tapi kamu jangan panik hanya kecelakaan biasa saja," jawab Kayla.


"Bagaimana bisa sayang Benar-benar tidak papa kan," tanya Reynald.


"Iya tidak papa, sudah ayo kita turun ke bawa, kakak dan daddy sedang dalam perjalanan pulang," jawab Kayla.


Dengan cepat Reynald dan Kayla langsung turun ke lantai bawa, tak lama dengan keadaan pincang dan beberapa luka kecil Reno masuk ke dalam.


"Reno bagaimana bisa si," tanya Reynald.


"Aku tidak fokus, sudah jangan banyak tanya dulu," jawab Reno.

__ADS_1


"Karena apa, aku membuat ku khawatir," tanya Reynald.


"Aku tidak papa, tidak ada yang perlu khawatirkan aku benar-benar tidak papa," jawab Reno


__ADS_2