
"Kenapan mas," tanya Vania.
"Tidak papa kok, apa ada yang aneh dari ku," tanya Raffi.
"Kamu seperti sedang memikirkan sesuatu pasti ada yang sedang kamu pikirkan," tanya Vania.
"Hehehe iya, aku cemburu dengan keluarga itu, aku sangat ingin bertemu dengan anak ku," jawab Raffi.
"Oh karena keluarga itu, sabar saja mas, mungkin memang belum waktu nya kamu bertemu dengan anak mu," kata Vania.
"Iya Vania aku tau itu, sudah tidak ada sedih-sedih lagi, ayo kita bahagia," kata Raffi.
"Halo semua nama saya Fitri saya akan bernyanyi untuk menghibur kalian semua. Selamat menyaksikan," kata Fitri.
Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Baru setengah lagu Vania sudah meneteskan air matanya, ntah apa yang membuat nya seperti ini, yang pasti lagu ini benar-benar menusuk hati nya. Raffi belum sadar jika Vania sedang menangis, ia pun merasakan apa yang Vania rasakan itu, ia juga belum pernah bertemu dengan ibu ataupun orang tua nya.
Nada-nada yang indah
Selalu terurai darinya
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi deritanya
Tangan halus dan suci
__ADS_1
Telah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Oh, bunda ada dan tiada
Dirimu 'kan selalu ada di dalam hatiku
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku
Kata mereka diriku selalu dimanja
Kata mereka diriku selalu ditimang
Oh, bunda ada dan tiada
Saat lagu berakhir lah baru Raffi sadar jika Vania sudah menangis. Raffi langsung mendekati Vania dan memeluk Vania dengan erat. Ia tidak tau kenapa Vania sampai bisa menangis seperti itu, sudah pasti ada hal yang membuat Vania menangis.
Raffi membayar tagihan makan mereka setelah itu ia membawa Vania pergi dari restoran. Saat ini Vania butuh tempat untuk menangis, dan tidak mungkin Vania menangis di dalam restoran yang banyak orang.
Raffi membawa mobil nya ke taman kota, sepanjang perjalanan tidak ada yang berbicara Vania diam menahan tangis nya sedangkan Raffi kebingungan apa yang terjadi pada Vania. Raffi memberanikan diri menggenggam tangan Vania, ia yakin dengan demikian Vania bisa lebih tenang.
Sesampainya di taman kota. Vania di bawa oleh Raffi ke pinggir Danau. Di sana mereka berdua duduk berdua tanpa ada yang berbicara sedikit pun. Karena Raffi pria ia memberikan diri membuka suara nya terlebih dahulu.
"Ada Vania? kamu kenapa? Raffi meletakan kepala Vania ke pundak nya.
"Aku tidak papa, hanya ada hal yang membuat lu cukup bersedih," kata Vania
"Apa itu cerita pada ku, maja tau aku bisa membantu mu, jangan diam saja kalau kamu diam saja rasa sakit di dalam hati mu tidak akan hilang," ucap Raffi.
Vania kembali menangis, kali ini ia menangis lebih kuat lagi, ia merasa dengan menangis rasa sakit di hati nya lebih cepat hilang. Belakangan ini Vania sering sekali mengingat tentang orang tua, orang tua nya yang tidak tau dimana dia berada.
"Mas aku sangat ingin bertemu dengan orang tua ku," kata Vania.
__ADS_1
"Oh ya sudah ayo kita pulang, kamu ingin bertemu mereka kan," tanya Raffi.
"Iya mas tapi tidak orang tuan yang itu, orang tua kandung ku, aku tidak tau siapa dia, aku tidak tau dimana dia, dan aku tidak tau semua nya," jawab Vania
"Jadi kamu bukan anak kandung mamah mu tadi," tanya Raffi yang sangat terkejut.
"Iya mas, aku hanya anak angkat nya, kamu tidak mau berteman dengan anak angkat seperti ku," tanya Vania.
"Eh apa yang kamu katakan, aku juga anak angkat, sudah mau anak angkat atau tidak tetap saja kamu tetap seseorang yang berhak menerima kasih sayang, orang tua angkat mu sangat menyayangi mu, mereka sangat peduli dengan mu, selagi kamu belum bertemu dengan orang tua kandung mu, tetap anggap orang tua mu saat ini orang tua kandung mu."
"Mas kamu cerewet sekali, aku sedang sedih untuk hal tidak perlu kamu kasih tau juga tidak papa." rengek Vania yang membuat Raffi menahan tawa nya, banyak hal yang ia katakan tadi tapi Vania hanya berpikir kalau semua itu hanya celotehan nya.
"Vania kamu sangat menggemaskan kamu mau aku cium," tanya Raffi.
Dengan cepat Vania langsung menutup mulut nya, ia sangat tidak mau di cium oleh siapapun, termasuk Raffi karena ada alasan tertentu.
"Tidak mau, nanti aku hamil dan aku tidak bisa sekolah," kata Vania.
"Hahaha kau melawak kata siapa ciuman membuat mu hamil, apa kau tidak pernah belajar biologi," tanya Raffi.
"Kata mamah, kata mamah pelajaran di sekolah salah. Aku. tidak boleh berciuman dengan siapapun, nanti aku hamil," kata Vania.
"Hahaha tidak Vania itu bohong aku Guru biologi. Kamu bisa hamil karena....
"Karena apa mas," tanya Vania.
"Kehamilan bisa terjadi ketika ada pertemuan sel telur dengan ******. Dalam proses secara alami, pertemuan tersebut terjadi ketika wanita dan pria melakukan hubungan int*m. Namun, dalam dunia medis, hamil tanpa hubungan intim mungkin saja terjadi, yaitu melakukan inseminasi buatan."
"Aku sudah pernah mendengar nya tapi kata mamah itu salah, kata mamah ciuman bisa membuat hamil," kata Vania.
"Hahaha itu salah, mungkin itu cara mamah mu untuk melindungi mu agar tidak di rusak oleh seseorang," ucap Raffi.
"Hubungan int*m itu apa," tanya Vania.
"Pers*tub*han atau hubungan *****al artinya secara prinsip adalah tindakan sanggama yang dilakukan oleh manusia, tetapi dalam arti yang lebih luas juga merujuk pada tindakan-tindakan lain yang sehubungan atau menggantikan tindakan sanggama, jadi lebih dari sekadar merujuk pada pertemuan antar alat kelamin lelaki dan perempuan," jawab Raffi, Raffi adalah guru biologi ia sudah sangat katam kalau menjelaskan seperti itu pada Vania.
"Oh begitu, jadi kalau hanya ciuman tidak membuat hamil," kata Vania.
"Tidak Vania, apa lagi yang ingin kamu tanyakan, tanya saja jangan canggung. Mungkin dengan bertanya hal hal aneh kamu jadi tidak sedih lagi," kata Raffi.
"Tidak ada ah, aku tidak pintar biologi aku pintar bahasa Jepang, hahaha aku kan tinggal di Jepang sudah lama," ucap Vania.
"Oh kamu pernah tinggal di Jepang kamu sangat hebat Vania," kata Raffi.
"Iya dong. Siap dulu Vania ini bukan Kaleng-kaleng," ucap Vania yang sangat membanggakan diri nya.
__ADS_1