Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Kemarahan Reno


__ADS_3

"Kamu ingin membuat ku tidak bisa berjalan sayang kamu tau rasa nya kalau itu masuk ke dalam aku kesulitan bernafas, seperti ada yang menusuk ku, tapi enak," kata Kayla.


"Tapi enak nya itu loh, hahaha memang di tusuk agar cepat berisi," ucap Reynald.


"Hmmmm sayang kami benar-benar serius dengan ku kan, maksud ku kamu itu kan buaya nanti tiba-tiba kamu membawa wanita lain ke rumah," tanya Kayla.


"Hahaha tidak akan. Aku serius dengan mu, aku serius ingin hidup bahagia dengan mu. Sudah Kayla jangan pikirkan apa-apa, pertama aku tidak akan selingkuh atau bermain dengan wanita lain. Ke dua aku sudah mencintai mu dah hanya fokus pada mu," jawab Reynald.


Sesampainya di bandara mereka berdua menunggu Zikri dan Aziel di parkiran, jika sudah mendapatkan panggilan dari Ziel baru lah mereka berdua keluar dari dalam mobil.


"Sayang aku ini kan CEO dan dulu aku banyak kenal dengan wanita, nanti kalau ada beberapa wanita yang lengket pada ku jangan marah ya," kata Reynald.


"Iya iya, mantan buaya darat memang seperti itu," ucap Kayla.


Aziel dan Zikri sudah mendarat sejak tadi. Sambil menunggu jemput mereka berdua sedang membawa koper yang sangat banyak ke parkiran.


"Telepon saja Ziel," kata Zikri.


"Ya kau benar tunggu sebentar," ucap Aziel.


"Hallo...."


"Bang kau dimana, aku sudah sampai, mana banyak lagi barang bawaan ku." Suara Aziel sedikit kesal pada Reynald.


"Kau sudah sampai, aku di parkiran, tunggu aku dan Kayla keluar dari mobil dulu," kata Reynald.


Reynald dan Kayla keluar dari dalam mobil. Mereka berjalan sebentar dan langsung menemukan Aziel dan Zikri dengan koper yang banyak.


"Pantes uang ku terus berkurang," kata Reynald.


"Hahaha maafkan adik ku mas," ucap Kayla.


"Itu mereka berdua," kata Zikri.


Aziel dan Zikri berjalan mendekati Kayla dan Reynald.


"Kau sudah puas berbelanja," tanya Reynald.


"Sangat puas, Terima kasih bang," jawab Aziel sambil memberikan kartu itu pada Reynald.

__ADS_1


"Tidak itu untuk mu," kata Reynald.


"Tidak bang, aku akan pergi ke Australia, aku tidak mau menggunakan ini, aku sudah ada uang bulanan dari daddy, dari kak Reno," ucap Aziel.


"Oh iya, nanti aku juga akan mengirim uang bulanan untuk mu," kata Reynald.


"Sejak kapan kalian dekat sekali begini," tanya Kayla.


"Sejak sebelum malam. pertama kita sayang," jawab Reynald.


Setelah semua nya sudah masuk ke dalam mobil mereka langsung pulang ke rumah. Di rumah seperti biasa mereka masuk kedalam dan barang-barang akan di bawah oleh pelayan.


"Ada tamu," tanya Aziel.


"Kau tidak tau, aunty sudah pindah ke sini bersama dengan anak-anak nya," jawab Kayla.


"Oh aunty, Zikri ada sepupu ku cantik kau mau tidak," tanya Aziel.


"Kau kira aku apa, aku bukan buaya, semua wanita kau tawarkan pada ku," jawab Zikri.


Di mall Annisa dan yang lainnya sedang asik berbelanja. Semua kebutuhan rumah Annisa beli dengan memakai uang suami nya. Annisa sangat bahagia bisa seperti ini dengan keluarga nya, walaupun mines mamah nya yang tidak mau di ajak keluar oleh nya.


"Seperti nya aku melupakan sesuatu," kata Reno.


Reno keluar dari kamar nya dan berjalan menuju bagasi mobil. Untung saja mobil yang di bawa oleh Kayla bukan mobilnya. Setelah mengambil tas kecil nya Reno kembali masuk ke dalam.


"Tante hebat sekali," kata seorang pria.


"Siapa lah dia, aku bingung dengan wanita itu. Bisa bisa nya bersama dengan pria lain saat suaminya sedang pergi," ucap Reno.


Reno tidak ingin ikut campur dalam urusan ibu mertua nya. Dengan cepat ia kembali masuk ke dalam kamar, ia merasa harus berhati-hati pada ini mertua nya itu.


Semua pekerjaan Reno telah selesai, untuk mengisi waktu luang nya ia memilih menonton Tv di dalam kamar. Baru beberapa jam ia di tinggal istri nya Reno sudah merasakan rasa kehilangan. Kalau bisa memilih Reno ingin selalu bersama dengan Annisa istri tercinta nya.


"Wah ini bagus. 360 days," ucap Reno.


Waktu terus berlalu, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar nya. Karena ia pikir itu Annisa Reno langsung berlari membuka pintu kamar itu. Ia terkejut karena ibu mertua nya lah yang datang ke kamar nya.


"Ada apa mah," tanya Reno.

__ADS_1


"Ini handphone mamah bermasalah, kenapa tidak bisa mengirimkan pesan ya, data nya juga tidak bisa hidup," jawab Amel.


"Oh sini biar aku lihat," ucap Reno.


Reno membuka pintu kamar itu lebar-lebar, ia tidak mau ada yang salah paham karena ibu mertua nya ada di dalam kamar nya.


"Maaf mah." Reno langsung mematikan tv yang sedang menampilkan adegan yang tidak biasa.


"Kenapa ini Handphone," batin Reno.


Mata Amel tertuju pada bagian celana Reno yang terlihat tonjolan besar. Ia bisa membayangkan betapa besar nya sesuatu di dalam sana.


"Panas ya Ren," ucap Amel sambil melepaskan pakai atasannya. Saat ini amel sudah berpakaian sangat seksi. Untung saja Reno tidak ada terfokus kemana-mana. Ia hanya fokus pada handphone yang sedang ia perbaiki ini.


"Hmmm sudah bisa mah," kata Reno. Yang ternyata ada beberapa sistem yang di nonaktifkan.


Reno terkejut saat melihat Amel sudah berdiri di depan nya. Perlahan ia duduk di pangkuan Reno sambil membuka beberapa kancing baju nya. Reno pria normal sudah pasti itu mengalihkan pikiran nya, Amel bisa duduk di pangkuan nya karena Reno terdiam dengan apa yang di lakukan mamah mertua nya.


"Mah apa yang mamah lakukan." Dengan cepat Reno berusaha berdiri dan menyingkirkan Amel.


"Sayang itu adik kamu sudah bangun sejak tadi," kata Amel.


"Jangan kurang ngajar mah." Reno berdiri menjauh dari Amel.


Emosi Reno mulai naik. Ia tidak suka dengan apa yang di lakukan mamah mertua nya. Reno tipe pria yang sangat muda terpancing emosi nya, Amel tidak tau bagaimana menyeramkan nya Reno jika sudah mengamuk.


"Jangan kau pikir aku pria yang ada di dalam pikirkan kotor mu itu." Reno membanting handphone milik Amel.


"Ahkkkk," teriak Amel.


"Kau ingin tau aku marah, kau ingin tau aku lepas kendali." Reno mendekati Amel, tangan nya sudah gatal ingin menampar mamah mertua nya itu.


"Reno..."


"Keluar." Bentak Reno sambil memukul meja kaca di samping Amel.


Amel sangat ketakutan ia langsung berlari pergi meninggalkan Reno, ia merasa kapok menggoda menantu nya itu.


Reno merasakan darah mulai mengalir di tangan nya. Dengan cepat ia membasuh tangan nya dengan air mengalir. Tak lupa ia meminta pembantu untuk membersihkan semua nya.

__ADS_1


__ADS_2