
"Jangan berpikir jorok pada istri ku yah, dia istri ku dan menantu mu aku tidak suka kau berpikir seperti itu," bisik Reynald dan pergi meninggalkan ruangan itu. Tangan nya menggandeng Kayla yang sudah tampil cantik untuk mendampingi nya.
"Masuk sayang," ucap Reynald.
"Iya sayang, Terima kasih," kata Kayla sambil mengecup wajah suaminya sebagai ucapan Terima kasih karena Reynald sangat bersikap lembut pada pagi ini.
"Kayla kamu membuat ku lebih bahagia pagi ini," kata Reynald.
Perubahan perilaku Reynald bukan nya hanya membuat Kayla heran. Tetapi hampir seisi rumah heran dengan sikap Reynald saat ini, Reynald yang awal nya manusia keras tanpa ekspresi kali ini berubah menjadi pria yang lembut dan mudah tersenyum.
Sesampainya di kantor Reynald langsung menggandeng Kayla masuk ke dalam. Kayla sangat terkejut karena perusahaan milik Reynald lebih besar dari milik keluarga nya. Apalagi banyak orang yang langsung menunduk hormat saat mereka berdua berjalan melintasi mereka semua.
"Kamu sangat di hormati sayang," kata Kayla.
"Jelas aku CEO sayang, sudah pasti aku sangat di hormati," ucap Reynald.
"Ruangan kamu ada dimana," tanya Kayla.
"Di lantai paling atas sayang, kamu pasti suka dengan ruangan ku. Di sana ada tempat untuk kita bercinta," bisik Reynald sambil mencium kuping Kayla.
Hal itu kadang membuat Kayla merinding, Reynald tidak pernah malu dengan apa yang di lakukan, termasuk bersikap liar di depan banyak orang.
"Sayang malu," kata Kayla.
"Malu untuk apa si, ini kan perusahaan kita sayang," ucap Reynald.
Reynald membawa Kayla masuk ke dalam lift, agar ia bisa berbuat apa saja tanpa membuat Kayla malu.
"Aku mencintaimu Kayla." Reynald memeluk Kayla dari belakang. Begini lah kalau buaya sudah bucin, tidak ada yang boleh melarang nya melakukan apapun pada istri nya.
"Sayang pertemuan kalian dimana," tanya Kayla.
"Di ruang pertemuan lah, kamu jangan keluar keluar ya, nanti mereka melihat mu," jawab Reynald.
"Hehehe iya sayang, kamu jangan lupa menyediakan ku makanan di sana, aku tu kalau tidak ada makanan tidak bisa berdiam di satu tempat," kata Kayla.
"Hahaha aku suka kamu gendut, lebih gemoy nanti aku siapkan makanan untuk mu. Tapi makanan yang sehat tidak makanan yang menganggu stamina mu, aku ingin menambah stamina mu," ucap Reynald.
__ADS_1
Sesampainya di lantai atas Reynald meminta sekretaris nya membawa Kayla ke ruangan nya. Reynald tidak bisa mengantarkan Kayla ke ruangannya karena ia harus langsung ke ruang rapat. Rombongan dari Winarta grup juga sudah di lantai dasar.
"Kamu pacar nya tuan Reynald," tanya Anggi.
"Aku istri nya," jawab Kayla.
"Kapan kalian menikah, kenapa tidak ada yang tau kalau tuan Reynald menikah," tanya Anggi.
"Tidak ada, pernikahan kami tertutup," jawab Kayla.
"Kamu suka dengan suami ku," tanya Kayla.
"Aku hanga teman tidur nya saja," jawab Anggi.
"Oh," ucap Kayla.
Sakit memang Kayla rasakan tetapi Kayla tidak bisa memungkiri jika sebelum bersama nya Reynald memang suka tidur dengan sembarang wanita. Yang terpenting untuk saat ini Reynald milik nya dan akan selalu jadi milik nya. Ia yakin Reynald tidak akan mungkin melakukan hal itu lagi.
"Mungkin aku harus selalu mau jika dia minta, aku tidak mau di tidur dengan siapapun lagi," batin Kayla.
"Yakin kenapa tidak, kamu tidak melihat jika dia memberikan tatapan cinta pada ku. Apa selama bersama mu di memberikan itu pada mu. Tidak kan? jadi jangan membicarakan aib mu dengan ku, aku tau siapa suami ku." Kayla masuk ke dalam ruangan Reynald meninggalkan Anggi begitu saja.
"Hadeh baru pertama kali ke sini, sudah membuat ku kesal saja," ucap Kayla.
"Sayang, kamu duduk di kursi ku saja, kamu ratu sayang." Reynald mengirim kan pesan pada Kayla.
"Iya bucin." Suasana hati Kayla kembali membaik saat mendapatkan pesan itu dari suami tersayang nya.
Di ruang rapat Reynald sedang menunggu Reno dan Iqbaal. Ia cukup gugup menunggu seseorang yang notabene nya adalah ayah mertua dan kakak ipar nya sendiri. Dari arah pintu orang yang ia tunggu masuk ke dalam ruangan itu. Aura yang Reno dan Iqbaal pancarkan memang sangat kuat.
"Dia Reynald, dia seperti Reno, memiliki Aura kepimpinan yang sangat kuat," batin Iqbaal.
"Dia mirip Rey, teman nya Kayla," batin Reno.
"Selamat datang tuan Reno dan tuan Iqbaal." Reynald langsung berdiri untuk menyambut mereka berdua.
"Terima kasih atas sambutan nya," ucap Iqbaal.
__ADS_1
Karena memang hanya membahas bisnis dan kerja sama tidak ada suasana yang aneh di sana. Hanya saja Reynald tidak seperti biasanya yang lugas dalam berbicara, ia menjadi banyak pikirkan kalau orang yang ia cintai berasal dari keluarga yang akan ia hancur kan.
Pertemuan berjalan dengan lancar. Ke dua perusahaan menandatangani kerja sama sesuai dengan ketentuan yang sudah di sepakati. Sebelum pergi meninggalkan perusahaan ini Reynald membawa mereka berdua berkeliling di dalam perusahaan nya.
"Tuan karena sudah di luar rapat, mungkin kita bisa lebih fleksibel dan tidak terlalu kaku," kata Reynald.
"Iya Reynald, kenapa kita baru menjalan kerja sama ini ya, aku rasa perusahaan mu luar biasa. Mungkin ini yang membuat kalian bisa terus bertahan di atas," kata Iqbaal.
"Perusahaan milik keluarga anda lebih luar biasa tuan. Kalian tidak mengejar kekuasaan dan popularitas. Kalian sangat konsisten setiap tahun nya, bahkan saya sangat terkejut dengan jaringan kerja sama kalian yang sangat luas," ucap Reynald.
Kayla melihat ke arah jendela ruangan itu, ia di beri tau Reynald jika kakak dan daddy nya sedang tidak jauh dari sana. Dan benar saja saat mengintip dari jendela tiga pria tampan sedang berbicara.
"Aku berharap mereka bisa akur. Aku sangat ingin memperkenalkan Reynald sebagai suami ku di depan mereka semua," ucap Kayla.
"Kau sudah menikah," tanya Reno.
"Sudah aku baru saja menikah, kalian tau aku datang ke acara pesta pernikahan mu Reno," jawab Reynald.
"Wah bagaimana bisa," tanya Iqbaal.
"Bisa tuan, aku datang bersama rekan bisnis lainnya," jawab Reynald.
"Ahhkkk anak ini," ucap Reno.
"Siapa Ren," tanya Iqbaal.
"Aziel," jawab Reno.
"Oh angkat saja lah," kata Iqbaal.
"Iya aku permisi dulu." Reno pergi menjauh dari Reynald dan Iqbaal.
"Aziel pria tampan dan pintar itu," kata Reynald.
"Kau mengenal nya," tanya Iqbaal.
"Kau kenal dengan nya, aku bertemu dengan nya aku berada di acara itu. Dan aku juga sudah berulang kali sebagai pembicara di kampusnya."
__ADS_1