
"Daddy daddy hiks hiks hiks," Reno terus menangis di dalam tidur nya, lagi dan lagi mimpi buruk menghampiri diri nya.
"Sayang, hey bangun sayang daddy di sini," ucap Iqbaal sambil memeluk Reno, Iqbaal memberikan ketenangan untuk Reno yang terus saja mendapat kan mimpi buruk.
"Daddy." Reno kembali menangis di dalam pelukan Iqbaal.
"Kenapa sayang, kamu kenapa, cerita sama daddy," tanya Iqbaal.
"Takut bunda," jawab Reno.
"Kenapa kamu seperti ini sayang, tidak ada yang perlu kamu takutkan," ucap Iqbaal sambil mengusap rambut Reno.
Iqbaal membawa Reno masuk ke dalam kamar nya, ia menitipkan Reno pada Alya, karena Iqbaal ingin pergi untuk mengurus hak asuh Reno agar bisa sepenuhnya ia dapatkan.
"Iqbaal," ucap Bima.
__ADS_1
"Kau, kenapa kau datang ke sini, sudah pernah aku katakan pada mu, jangan tampakkan batang hidung mu di depan ku. Aku benar-benar sangat membenci mu," kata Iqbaal.
"Iqbaal aku ingin bertemu dengan Reno, bagaimana kabar anak ku," tanya Bima.
"Untuk apa kau bertanya kabar nya, kau ayah tidak tau diri ya, sudah menelantarkan anak mu dan sekarang kau bertanya kabar nya. Seharusnya kau malu, malu pada diri mu yang tidak becus menjadi seorang ayah. Kau tau Bima hampir 3 tahun lama nya, Reno mendapatkan perlakuan kasar pada nya, dimana kau Bima dimana kau selama ini."
"Maaf bal aku memang salah, tapi aku tetap ingin bertemu dengan nya. Izinkan aku bertemu dengan nya untuk sekali ini saja," bujuk Bima.
"Untuk bertemu dengan nya, jangan mimpi. Aku harus pergi. Jangan buang waktu ku," kata Iqbaal dan langsung masuk ke dalam mobil nya.
"Iqbaal aku ingin bertemu dengan nya," teriak Bima
Bima sudah menitipkan Rose pada orang tua nya, ia benar-benar sedang kacau dan tidak ingin menelantarkan anak nya karena kekacauan ini. Sat ini Bima memutuskan untuk pergi ke kantor polisi untuk bertemu dengan mantan istri nya.
Sofia tersenyum saat tau Bima menjenguk nya, ia pikir Bima akan membantu nya untuk keluar dari jeruji besi ini.
__ADS_1
"Sayang," ucap Sofia dan langsung memeluk suaminya.
Bima sangat jijik dengan Sofia dengan kasar Bima melepaskan pelukan itu.
"Jangan kau peluk aku, aku sangat jijik dengan mu."
"Sayang jangan begitu, aku istri mu," kata Sofia.
"Jangan berpikir aku suami mu, kau lupa aku sudah menalak mu, dan kau lupa apa yang telah kau lakukan pada anak ku, aku tidak sudi memiliki istri seperti mu. Kau tidak layak menjadi ibu dari anak-anak ku, kau paham kan itu. Dan satu lagu aku datang ke sini hanya ingin menyerahkan surat perceraian kita. Kita sudah resmi bercerai secara agama dan hukum."
"Sayang jangan egois, bagaimana dengan Rose dia sangat memerlukan ku," ucap Sofia.
"Membutuhkan mu bagaimana, kau saja di penjara, bagaimana mungkin Rose memerlukan ibu seperti mu."
"Ingat Sofia tidak semua perceraian akan buruk pada anak, bukan aku yang egois tapi kebahagiaan anak berasal dari orang tua yang bahagia," ucap Bima dan pergi meninggalkan Sofia.
__ADS_1
"Bima jangan tinggalkan aku, aku tidak mau di sini. Bima," teriak Sofia.
Begitu lah nasib Sofia, ia sudah menuai apa yang ia tanam selama ini.