Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Pulang.


__ADS_3

"Hey kau sudah sampai," kata Bima.


"Ayah kau menjemput ku, padahal aku masih ingin di sini," ucap Zikri.


"Tidak ada, kau harus sekolah. Sudah ayo aku bantu membereskan pakaian mu," kata Bima.


"Aku ke kamar dulu, nanti kalau mau pergi beritahu aku. Atau besok saja pulang nya, hari ini hari terakhir ku di rumah, kau tidak akan bertemu dengan ku lagi," ucap Aziel.


"Ayah besok saja ya, aku mengantarkan nya ke Bandara dulu, setelah itu baru kita pulang," ujar Zikri.


"Ya ya ya, sudah ayo dimana kamar mu, aku ingin istirahat," kata Bima.


Zikri membawa ayah nya masuk ke dalam kamar. Bukan hanya wajah mereka berdua yang benar-benar mirip terapi sifat dan tingkah laku juga sangat mirip, muda suka dengan wanita tanpa pikir panjang terlebih dahulu.


"Ayah aku dengan pacar ku putus saja lah," kata Zikri.


"Kenapa? dia cantik dan dia sangat baik. Ayah sudah beberapa kali bertemu dengan nya, dia sangat sopan dan ayah rasa dia bisa menjadi pendamping hidup mu kelak."


"Iya dia terlalu baik untuk ku, aku yang terlalu tidak untuk nya, aku itu seperti tipe pria yang tidak setia. Hati nya muda tertempel kemana-mana, baru melihat yang baru sudah tertarik. Aku bingung kenapa aku bisa seperti itu," kata Zikri.


"Hahaha mungkin karena menurunkan pada ku. Kau tau kan kalau ayah punya banyak istri dulu. Mamah nya kakak mu Reno wanita pertama ayah, dan walaupun masih menjalin pernikahan dengan mamah nya Reno ayah juga memiliki pacar lagi, dan setelah berpisah dengan mamah nya Reno menikah dengan pacar papah. Setelah itu menikah lagi dengan mamah mu Dan ayah tobat. Sekarang mamah mu sudah lebih cukup," jelas Bima.


"Playboy, keluar masuk lubang buaya. Mungkin saja semua yang aku rasakan itu berasal dari ayah. Aku tidak mau seperti itu, aku ingin setia dengan satu wanita. Satu untuk selamanya bukan satu untuk semua," kata Zikri.


"Hahaha ayah juga tidak akan membiarkan anak kesayangan ayah seperti itu. Kau anak kebanggaan ku jangan sampai seperti ayah mu," ucap Bima


Reynald dengan Iqbaal sudah semakin dekat saja. Mereka berdua malah sudah membahas berbagai macam bisnis di ruang kerja Iqbaal, ruangan yang tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam. Semua berkas penting tentang perusahaan ada di dalam sana.


"Jika aku mau aku bisa mencari nya. Tapi aku tidak mau mengecewakan nya. Sudah lah untuk urusan ini terserah ayah saja, aku tidak sanggup," batin Reynald.


Reynald benar-benar sudah malas melanjutkan misi pertama nya. Hati dan perasaan nya benar-benar sudah goyang, pertama karena Kayla istri nya dan yang ke dua sambutan hangat dari keluarga Kayla, Reynald tidak pernah merasakan rasa kekeluargaan sehangat keluarga Kayla.


"Rey," ucap Iqbaal.


"Eh iya yah," tanya Reynald.

__ADS_1


"Kau tidak papa? kenapa dian seperti itu." Iqbaal mulai merasa aneh dengan menantunya yang sering terlihat diam sendiri.


"Tidak papa yah, hmmm aku sedang memikirkan anak ku nanti. Dia pasti sangat beruntung, tapi Kayla belum hamil juga," kata Reynald.


"Oh masalah itu, sabar Reynald. Kalian juha baru menikah. Kalian rajin kan? kalau rajin pasti cepat jadi."


"Rajin Bagaimana setelah menikah saja baru juga tiga kali. Kayla tidak mau setiap hari, mau nya saat dia sedang mau saja," kata Reynald.


"Hahaha kau tidak nut nutan, pasti kepala mu pusing kan?"


"Ya begitu lah, tapi demi menjadi suami yang baik dan pengertian aku tidak masalah. Sudah aku ingin membatasi diri ku. Maaf yah sebelum aku menikah dengan Kayla aku pria yang kacau," kata Reynald.


"Ayah tau, Kayla berhasil membuat mu lebih baik lagi, bangga lah pada diri mu karena berubah dalam waktu yang cepat itu tidak mudah," ucap Iqbaal.


Tok... tok.... tok.. "Daddy mas Reynald...."


"Masuk," ucap Iqbaal.


Kayla berjalan masuk ke dalam ruang kerja itu Baru saja dia di bicarakan ia sudah datang masuk ke dalam sana. Kayla sangat senang melihat suami nya yang sangat akrab dengan ayah nya, padahal sebelum itu Reynald dan Iqbaal tidak memiliki hubungan yang baik.


"Suami mu sedang ngambek karena tidak kau beri jatah," saut Iqbaal.


"Mas kenapa kamu cerita pada daddy si, aku kan jadi malu," ucap Kayla.


"Hahaha tidak sayang, ayah sudah selesai kan?"


"Sudah kau bisa pergi sekarang, oh iya kalian tidak cepat-cepat kembali ke rumah kan," tanya Iqbaal.


"Dua atau tiga hari lagi ya, aku tidak bisa lama-lama meninggalkan perusahaan," jawab Reynald.


"Oh iya lah," ucap Iqbaal.


"Apa yang kamu katakan pada daddy ku," bisik Kayla.


"Kamu tidak pernah memberikan ku jatah," kata Reynald.

__ADS_1


"Mas aku kan malu, Ahkggg kamu nakal y."


"Ahkhggg," teriak Kayla saat tiba-tiba Reynald menggendong nya.


Iqbaal hanya bisa menggelengkan Kepala nya melihat Reynald dan Kayla. Saat bersama Bima ia tidak pernah melihat Kayla seperti itu, mungkin saja memang Reynald adalah jodoh terbaik Kayla.


Reynald membawa Kayla masuk ke dalam kamar, Kayla kembali deg degkan kalau Reynald sudah seperti ini. Itu tanda nya rudal akan segera lepas landas.


Reno dan Annisa memutuskan untuk bersiap-siap pulang ke rumah. Reno memilih pulang sekarang karena ia sudah muak dengan mamah mertuanya. Dengan alasan yang penting dan mendesak ia mengajak Annisa pulang. Reno tidak memberitahu Annisa semua nya karena ia tidak mau membuat istri nya sedih. Padahal Annisa sudah curiga ada yang tidak beres dengan Reno, mood Reno terlihat sangat buruk sejak ia pulang ke rumah.


"Sebenarnya apa si yang terjadi," batin Annisa.


"Harus pulang sekarang mas," tanya Annisa.


"Hmmmm," gumam Reno.


"Dia kenapa ya, jatah sudah lancar kok, tapi masih seperti itu juga," batin Annisa.


Setelah selesai bersiap-siap mereka berdua langsung keluar dari dalam kamar. Mereka berdua berjalan menuju ke ruang tamu untuk berpamitan.


"Mau kemana ren," tanya Raffi.


"Aku harus pulang ada hal penting yang harus aku kerjakan," jawab Reno.


"Oh begitu, Annisa mungkin kakak akan kembali ke rumah ini, kakak sudah mendapatkan pekerjaan yang tidak jauh dari sini."


"Iya kak, jaga mamah dengan Ayah. Oh iya dimana ayah," tanya Annisa.


"Seperti nya sedang istirahat. Ayah kembali satu kamar dengan mamah, mungkin hubungan mereka berdua akan lebih baik."


"Raffi aku titip salam pada ayah, maaf aku tidak bisa berpamitan," kata Reno.


"Iya ren, nanti aku sampai kan," ucap Raffi.


"Papah mertua masih mau dengan wanita seperti itu, kalau aku sudah aku campakkan," batin Reno.

__ADS_1


__ADS_2