
Setelah beberapa jam berada di ruang operasi akhirnya Reynald keluar dari sana. Ia di pindahkan ke ruangan ICU karena memerlukan perawatan yang lebih intensif. Saat ini ia juga sedang koma karena beberapa peluruh mengenai organ vital nya.
Saat ini hanya satu persatu orang yang bisa masuk ke dalam, sudah pasti untuk yang pertama kali masuk Kayla. Istri Reynald yang membuat Reynald berubah dan mempertaruhkan nyawa nya dengan keluarga Kayla.
Kayla menahan tangis nya saat melihat tubuh Reynald yang di penuhi dengan alat-alat rumah sakit. Wajah nya jauh dari biasa nya, saat ini wajahnya benar-benar sangat pucat. Hal itu benar-benar membuat hati Kayla tercabik-cabik.
"Sayang hiks hiks hiks." Kayla sudah tidak bisa menahan tangis nya lagi, hati nya benar-benar sangat sakit melihat orang yang ia cintai seperti ini.
Kayla hanya di beri waktu beberapa menit di dalam sana, setelah melihat keadaan Reynald ia keluar dari sana untuk bergantian dengan yang lainnya. Satu persatu dari mereka melihat keadaan Reynald. Ada yang sedih ada juga yang bangga atas perjuangan Reynald.
Satu minggu setelah kejadian itu. Semua hal berjalan seperti biasanya, hari ini Kayla baru kembali ke rumah untuk melihat ayah mertua nya. Leo sama sekali tidak di penjara karena permintaan dari Reynald, ia hanya di awasi selama 24 jam oleh orang suruhan Iqbaal. Perusahaan nya juga sudah kembali pada orang yang punya tak lain Hardy dan Annisa.
"Ayah," ucap Kayla.
"Bagaimana dengan keadaan nya," tanya Leo.
"Belum ada perkembangan yah, semoga saja hari ini ada perkembangan," jawab Kayla.
"Oh iya dimana istri istri ayah," tanya Kayla.
"Sedang memasak. Terima kasih telah menjenguk ku," jawab Leo.
"Hehehe iya yah, ini obat dari dokter, minum setiap hari. Jangan lupa untuk meminum nya. Aku ingin mengambil pakaian mas Reynald dulu, mana tau dia sadar dan ingin berganti pakaian," kata Kayla.
"Iya." Leo benar-benar menyesal dengan apa yang telah terjadi. Berkat Reynald diri nya tidak di penjara dan untung saja ke dua istri muda nya tidak pergi meninggalkan nya, mereka berdua merawat diri nya dengan sangat baik.
Setelah menjenguk dan mengambil pakaian Reynald. Kayla kembali ke rumah sakit, sebelum nya ia juga sudah membeli perlengkapan Reynald dan diri nya selama di rumah sakit. Saat masuk ke dalam ruangan suaminya Kayla terkejut karena suaminya sudah tidak ada di dalam.
Dengan perasaan yang cemas dan bingung Kayla langsung berlari mencari suster, ia sangat takut jika terjadi sesuatu pada suaminya.
"Suster, sus dimana suami saya. Itu di ruangan itu tadi pagi ada sekarang sudah tidak ada," tanya Kayla.
"Tenang mbak, suami anda sudah di pindah kan ke ruang inap. Ini saya yang baru memindahkan nya, keadaan nya sudah sangat membaik," jawab Suster yang membuat Kayla tenang seketika.
Suster itu mengantarkan Kayla ke ruangan yang baru, kemudian ia kembali meninggalkan Kayla. Kayla berjalan masuk kedalam, hati nya terasa sangat tenang saat melihat Reynald sudah di pindahkan ke ruangan ini, alat yang terpasang di tubuh Reynald juga sudah tidak ada lagi. Itu arti Reynald sudah baik-baik saja.
"Sayang cepat bangun, kamu tidak mau jatah, sudah satu minggu lebih lo seharusnya kamu sudah mendapatkan tiga kali," kata Kayla.
__ADS_1
Kayla membicarakan soal jatah karena ia pikir Reynald akan sadar karena otak Reynald memang terhubung soal jatah tetapi ternyata tidak sama sekali. Reynald masih setia dengan tidur nya yang nyenyak.
Tut... tut... tut... Handphone Kayla berbunyi. Kayla melihat panggilan dari Reno, ia yakin kakaknya juga bingung dengan ruangan Reynald.
"Halo," ucap Kayla.
"Dimana kau, kenapa suami mu tidak ada. Apa dia sedang melakukan pemeriksaan," tanya Reno.
"Kami sudah pindah kak, aku dan Reynald berapa di ruang inap," jawab Kayla.
"Oh bagus lah. Beri tau aku alamat nya," kata Reno.
"Ruang melati nomor 23," ucap Kayla.
"Aku ke sana sekarang," kata Reno.
"Ada apa sayang," tanya Annisa.
"Reynald sudah di pindah ke ruangan inap, pasti dia akan sadar," jawab Reno.
"Aku sangat menyesal, kenapa dia menyelamatkan ku," kata Annisa.
"Maaf, aku hanya tidak tega melihat Kayla dan Reynald," kata Annisa.
"Tidak papa aku juga seperti itu, tapi ingat ini semua bukan salah mu," ucap Reno.
Hardy sudah mendapatkan apa yang seharusnya ia dapatkan. Istri nya yang suka bermain wanita langsung tobat seketika. Ia langsung berbuat baik pada suami nya dan menjadi layaknya seorang istri.
Hardy terkejut perusahaan nya sudah sebesar ini, dulu perusahaan nya tidak sampai seperti ini, dan sudah tentu semua ini karena Reynald dan ayah nya, Hardy tidak bisa menghindari hal itu.
"Tuan ini semua data lama dan data baru."
"Baiklah letakan di sana, aku ingin menjenguk leo dulu," kata Hardy.
"Mas kamu mau kemana," tanya Amel.
"Ayo kita ke rumah teman ku," jawab Hardy.
__ADS_1
"Aku ke salon ya, aku ingin perawatan," kata Amel.
"Ya sudah pergi lah," ucap Hardy.
"Terima kasih sayang." Amel mencium tangan suami nya dan pergi meninggalkan tempat itu.
"Ayah, ayah ini ayah," tanya Raffi.
"Jadi jika bukan ayah mu siapa lagi," tanya Hardy.
"Ayah jadi kau benar orang kaya, hahaha ayaj luar biasa, semua ini milik ayah," tanya Raffi.
"Iya semua ini milik kita, kau kemana saja, sudah mau ikut ayah tidak?"
"Kemana yah," tanya Raffi.
"Ke rumah teman ayah," jawab Hardy.
"Teman ayo aku ikut, aku pasti teman ayah yang membuat semua ini kembali kan?"
"Hahaha sebenarnya tidak, tapi sudah lah ayo," kata Hardy.
Ini pertama kali nya Herdy bertemu kembali dengan Leo semenjak kejadian itu. Sifat Herdy yang memang berwibawa sejak awal muncul kembali. Sesampainya di rumah Leo mereka berdua di sambut oleh ke dua istri Leo.
"Wow cantik cantik ya," kata Raffi.
"Apa Leo ada di rumah," tanya Hardy.
"Ada ayo saya antar."
Hardy di antar masuk ke dalam kamar Leo. Saat melihat Hardy datang Leo benar-benar bingung dan malu, ia sangat malu dengan perbuatan nya pada mereka.
"Apa kabar," tanya Hardy.
"Baik, maafkan aku," kata Leo.
"Aku sudah melupakan nya," ucap Hardy.
__ADS_1
"Aku hanya ingin bertanya dimana istri ku," tanya Hardy.
"Istri mu sudah tidak ada, dia sama seperti ku pengkhianat mu. Aku membuat kau menikah lagi dengan istri mu yang saat ini," jawab Leo.