
"Aku sudah mendengar nya dari ku, jadi aku tidak perlu memikirkan nya. Lupakan masa lalu dan hidup lah dengan bahagia. Para istri mu menyayangi mu, kau pasti bisa hidup dengan bahagia," kata Hardy.
"Kau yakin ingin memaafkan ku, kau yakin ingin melupakan semua nya," tanya Leo.
"Iya aku yakin, kenapa tidak? aku akan membagi saham perusahaan itu setelah Reynald sembuh, perusahaan itu sudah berkembang dengan sangat pesat dan itu semua berkat kalian," jawab Hardy.
"Terima kasih Hardy, kau yang terbaik aku yakin kau akaan lebih bisa mengurus perusahaan itu di bandingkan dengan aku," kata Leo.
"Tidak Leo kita akan mengutusnya bersama-sama, aku pasti memerlukan bantuan kalian untuk mengurus perusahaan itu," ucap Hardy.
Leo sangat malu pada Hardy, Hardy sama sekali tidak mempermasalahkan apa yang sudah ia lakukan dulu, padahal apa yang ia lakukan benar-benar sudah kelewatan batas, semua keluarga Hardy sudah ia hancurkan tetapi Hardy membalas keburukannya nya dengan kebaikan yang luar biasa.
Setelah cukup lama di sana. Hardy dan Raffi pergi meninggalkan rumah itu. Raffi masih tidak percaya dengan semua ini, bukan hanya harta kekayaan Hardy yang kembali sifat Hardy yang dulu juga kembali lagi. Raffi bisa melihat itu semua.
"Mamah bagaimana yah," tanya Raffi.
"Sedang ke salon," jawab Hardy.
"Tinggal kan saha yah, mamah itu sudah tidur dengan banyak pria. Jika punya uang banyak mamah akan terus menyewa mereka," kata Raffi.
"Tidak Raffi, ayah mengerti kenapa mamah mu seperti itu. Karena papah tidak pernah menyentuh nya sekalipun setelah menikah. Bayangkan selama 20 tahun lebih papah tidak pernah menyentuh nya, jadi semua ini bukan hanya salah mamah mu dan mamah dan aku akan memperbaiki semua nya," ucap Hardy.
"Oh pantas saja, aku pikir ayah dan mamah tidak punya anak lagi karena memang tidak ingin punya anak, ternyata papah tidak pernah menyentuh mamah," kata Raffi.
"Hahaha seperti itu lah, lalu Bagaimana dengan mu kau tidak ingin menikah lagi?"
"Tidak dulu yan, nanti saja kalau semua nya sudah siap aku akan menikah lagi."
"Maafkan aku, aku tidak tau. Apa kau sudah punya anak?"
"Hehehe ayah tidak tau yah, aku sudah punya anak ya. Anak ku sudah berusia 3 tahun lah," kata Raffi.
"Lalu dimana anak mu," tanya Hardy.
"Ikut bersama mamah nya, aku masih di larang bertemu dengan nya," jawab Raffi.
"Oh seperti itu, sabar saja pasti kau bisa bertemu dengan nya," kata Hardy.
"Semoga saja," ucap Raffi.
__ADS_1
Di rumah sakit sudah hanya tunggal Kayla sendiri. Ia masih berharap Reynald sadar hari ini juga. Ia sudah sangat merindukan suara Reynald dan yang pasti kebucinan Reynald pada nya.
"Mas kamu bangun napa, aku sudah sangat merindukan mu. Aku sudah sangat merindukan suara mu, bucin mu, manja mu," kata Kayla sambil memeluk suaminya.
"Kamu tidak merindukan junior ku, padahal dia sudah merindukan sarangnya," ucap Reynald sambil tersenyum pada Kayla.
"Ahkk tidak, dia menyakitkan, kalau sudah nyaman tidak sakit si. Tapi kalau pertama kali nya, sakit sekali. Aku tidak tau kenapa rasa nya sakit sekali, padahal saat dengan mantan ku itu tidak sakit," kata Kayla.
Reynald mengerutkan dahi nya, ia rasa Kayla belum sadar jika ia sudah sadar. Hal ini membuat nya mempunyai ide jahil ingin mengerjai istri nya.
"Itu karena ukuran nya. Lakukan tiap hari dan kamu akan nyaman," kata Reynald.
"Tunggu dulu mas." Kayla langsung melihat kearah Reynald tetapi Reynald masih memejamkan mata nya
Padahal barusan ia sedang mendengar suara Reynald. Bahkan ia ngobrol dengan Reynald. Karena Reynald masih memejamkan mata nya hal itu membuat Kayla takut, ia pikir itu hantu Reynald yang keluar dari tubuh nya.
"Mas kamu belum mati kan," tanya Kayla.
"Siapa yang berbicara dengan ku, ya Tuhan kenapa semua nya terasa sangat menyeramkan aku tidak tau siapa dia, semoga saja dia arwah mesum mas' Reynald, dia kembali masuk ke dalam sana dan membuat suami ku tersadar kembali," kata Kayla.
Perkataan Kayla membuat Reynald tidak bisa menahan tawa nya. Ia sudah tidak bisa berakting lagi.
"Aaaahkkkkk." Teriak Kayla dan langsung berlari meninggalkan Reynald. Bukan nya senang Kayla malah takut, ia pikir Arwah yang mengganggu nya tadi masuk ke dalam tubuh suami nya.
"Sayang ini aku," teriak Reynald yang malah heran kenapa Kayla meninggalkan nya.
Karena mendengar suara Reynald, Kayla membalik badan nya. Ia perlahan mendekati Reynald yang sedang menatap nya keheranan.
"Kamu benar suami ku," tanya Kayla.
"Jadi aku kalau bukan suami mu siapa. Hantu tidak mungkin kan," jawab Reynald.
"Aku tidak percaya, tadi aku mendengar suara hantu, apa jangan-jangan kamu memang hantu itu," kata Kayla
"Aku suami mu sayang, Reynald yang tampan dan gagah."
"Oke aku akan memberikan mu beberapa pertanyaan, pertanyaan pertama apa tanda yang kamu ingat di tubuh ku," tanya Kayla.
"Sangat mudah. Di bahu mu ada tai lalat, di telinga mu juga ada tai lalat. Dada mu kecil dan bagian inti mu selalu saja berdarah," jawab Reynald.
__ADS_1
"Ahkkkkk. Reynald." Kayla langsung memeluk suami nya.
"Hahaha kamu sudah percaya jika ini aku," tanya Reynald.
"Sayang kamu sudah sadar." Kayla memeluk kepala Reynald, karena tubuh Reynald tidak bisa di peluk.
"Sayang kamu sudah bangun, kamu sudah sadar. Ini benar-benar kamu kan," tanya Kayla.
"Iya sayang ini benar-benar Aku, sudah aku susah sadar. Aku sadar karena mu," jawab Reynald.
"Jangan seperti ini lagi, kamu membuat ku takut sayang," kata Kayla.
"Iya iya Maafkan aku," ucap Reynald.
"Tubuh kamu bauk, sudah satu minggu tidak mandi."
"Hehehe iya aku pun memasak itu, aku boleh mandi tidak ya," kata Reynald.
"Seperti nya belum, luka kamu masih belum kering sayang," ucap Kayla.
"Hmmm iya aku merasakan rasa sakit jika tertawa dan berbicara," kata Reynald.
"Itu lah, mungkin kalau aku lap-lap aja bisa," ucap Kayla.
"Tidak papa lah," kata Reynald.
Kayla membantu membuka pakaian Reynald, ia ingin membersihkan tubuh suami nya. Sebagai istri yang baik Kayla harus melakukan nya.
"Tutup pintu sayang," kata Reynald.
"Iya aku lupa." Kayla berjalan menutup pintu itu.
Reynald merasakan selang di tubuh bagian bawa nya, ia membuka celana nya dah melihat junior nya sudah terancam selang.
"Apa apaan ini," ucap Reynald.
"Sayang kenapa," tanya Kayla.
"Panggilkan dokter aku tidak mau melihat ini," jawab Reynald.
__ADS_1