Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Bertengkar


__ADS_3

Sesampainya di rumah mood Reno yang masih belum baik semakin tidak baik saat berpapasan dengan Reynald. Ia masih tidak suka dengan Reynald karena masalah kemarin. Mereka berdua saling menatap dengan tatapan tajam, seperti seseorang yang akan bertengkar kembali.


"Mata mu," ucap Reno.


"Ada yang salah dengan mata ku," tanya Reynald.


"Kau menantang ku," ucap Reno.


"Aku tida menantang mu, kalau sendiri yang memberikan tatapan tajam pada ku, kau pikir aku takut dengan mu." Awal nya memang Reynald cukup takut dengan Reno tetapi semakin ke sini rasa takut nya menghilang. Walaupun iya tau kalau ia bertengkar dengan Reno, pemenang tetap Reno, i tidak bisa mengelak akan hal itu.


"Kau memang mencari masalah dengan ku." Reno menarik kerah baju Reynald.


"Kau pikir aku tidak bisa memukul mu lebih dulu."


Bruk.. Pukulan pertama mendarat di wajah Reno.


"Bajingan." Reno membalas pukulan itu.


"Cih, tak berasa." Reynald kembali memukul Reno.


Luka lebam yang awal nya sudah membaik kembali sakit karena mereka berdua saling pukul. Dua orang yang keras kepala memang sangat sulit di satukan mereka berdua seperti tidak ada jalan untuk berbaikan.


"Bangsat." Reno tidak terima jika Reynald terus memukul nya. Satu pukulan kuat membuat Reynald terpental.


"Hanya segitu," tanya Reno sambil mendekati Reynald.


"Akgghh kau benar-benar cari mati." Dengan cepat kaki Reynald mengenai tubuh Reno, setelah itu ia kembali memukul wajah Reno.


"Brengsek," ucap Reno sambil mengusap bibir nya yang mengeluarkan Darah


Reynald juga mengusap pelipis mata nya yang juga mengeluarkan Darah.


"Sayang." Kayla langsung berlari untuk memisahkan mereka berdua.


Annisa yang baru naik ke lantai atas juga langsung berlari, baru saja Reno berpisah dengan nya sudah bertengkar dengan Reynald.


"Sayang sudah dia kakak mu juga jangan kurang ngajar pada nya," ucap Kayla.


"Cih tidak sudi aku memiliki kakak seperti nya," kata Reynald.


"Kau pikir aku mau punya adik ipar seperti mu," ucap Reno.


"Sayang sudah ayo ke kamar," kata Annisa.


"Diam Annisa, aku belum selesai dengan nya," ucap Reno.


"Mas sudah ayo kita ke kamar, sudah aku bantu mengobati luka mu," kata Kayla.


"Tida Kayla, aku tidak mungkin pergi meninggalkannya, aku tidak mau di katakan pengecut oleh nya," ucap Reynald.


"Kayla Annisa ada apa ini," tanya Iqbaal.


"Mereka bertengkar dad, Lihat wajah mereka sudah bonyok," jawab Kayla.


"Kalian berdua memang lah, ayo ikut aku ke ke ruang keluarga," ucap Iqbaal.


"Ada apa dad, urusan ku dengan nya belum selesai," kata Reno.

__ADS_1


"Kakek mu datang, mungkin dia bisa menyelesaikan semua problem kalian berdua," ucap Iqbaal.


Reno dan Reynald di bawa oleh Iqbaal ke ruang tamu, di sana sudah ada Azka yang baru datang. Azka sudah tau semuanya, sudah tau kalau Reynald menikah dengan Kayla.


"Oh ini menantu baru mu," ucap Azka.


Azka bangkit dari tempat duduk nya, tanpa dugaan Azka memukul wajah Reynald.


"Kau menikahi cucu ku tanpa permisi, sudah hebat kau rupa nya," tanya Azka.


Jika dengan orang tua tidak mungkin Reynald melawan, ia hanya bisa meneduhkan Kepala nya untuk menghormati Azka.


"Sudah yah, jangan menambah masalah lagi," kata Iqbaal.


"Siapa nama mu, aku dengar kau CEO," tanya Azka.


"Nama ku Reynald, iya aku seorang CEO," jawab Reynald.


"Jadi itu alasan mu berani menikahi cucu ku," tanya Azka.


"Tidak kek aku mencintai nya," jawab Reynald.


"Mencintai tapi pengecut." Azka kembali duduk ke tempat awal nya.


"Mereka berdua tidak akur. Terus bertengkar tanpa henti," kata Iqbaal.


"Biarkan saja, biarkan mereka bertengkar sampai mati," ucap Azka.


Kayla berjalan mendekati Reynald dan Reno, ia membawa kotak p3k untuk mengobati nya.


"Untuk apa Kayla," tanya Azka.


"Jangan. Reynald kau obati luka Reno dan Reno sebaliknya. Sudah berbuat wajib bertanggung jawab," ucap Azka.


"Tapi ke aku..


"Reno," ucap Azka.


"Iya kek," kata Reno.


"Lakukan," ucap Azka.


Reno dan Reynald duduk berhadapan mereka berdua sama-sama memiliki struktur wajah yang tegas. Kepala yang keras dan tentu saja pemikiran yang singkat. Meskipun sudah di duduk kan berhadapan mereka berdua tetap gatal ingin menonjok wajah yang ada di hadapan mereka.


"Lakukan lah tunggu apa lagi," kata Azka.


"Agghhkk sakit bodoh," ucap Reynald.


"Lemah," kata Reno.


"Aghhkkkk kau balas dendam," ucap Reno.


"Lemah," kata Reynald.


"Terus lanjutkan pertengkaran kalian berdua, tapi jangan salahkan aku jika kalian aku kirim ke gudang," ancam Azka.


"Iya kek," ucap mereka berdua.

__ADS_1


"Malam ini kalian berdua tidur bersama," kata Azka.


"Tidak mau," tolak mereka berdua.


"Tidak ada penolakan," ucap Azka


"Tapi malam ini jatah ku kek, sudah tiga hari," ujar Reynald.


"Tidak mau kek, aku tidak mau tidur dengan nya," kata Reno.


Reynald hanya tiga kali sehari mendapatkan jatah dan sekarang malah di tunda. Otak nya bisa pecah kalau seperti ini.


"Tidak ada penolakan," kata Azka.


"Buahahaha kalian berdua kenapa, bang Reynald, kak Reno kalian berdua sedang bermesraan," tanya Aziel.


"Diam," ucap mereka berdua.


"Kenapa mereka kek." Aziel mendekati Azka dan langsung memeluk kakek nya. Sudah tidak menjadi rahasia jika Aziel memang sangat dekat dengan Azka.


"Mereka terus bertengkar seperti anak kecil, bagaimana kau sudah mau kembali," tanya Azka.


"Ya aku akan pergi," jawab Aziel.


"Belajar dengan baik, aku mengharapkan mu agar kau sukses," ucap Azka.


Seperti yang di katakan Azka. Reynald dan masuk ke dalam yang sama. Mereka berdua sampai di antar oleh Azka agar mereka berdua tidak bertengkar lagi. Jika sampai mereka berdua di bertengkar lagi sudah pasti Azka akan memberikan hukuman yang lebih berat.


"Masuk," ucap Azka.


"Iya kek." Mereka berdua masuk ke dalam kamar itu.


"Sudah aku minta maaf," kata Reynald.


"Karena?"


"Jangan banyak tanya, aku mengalah," kata Reynald.


"Bagus lah, jangan membuat ku marah lagi," ucap Reno.


"Kau yang selalu membuat ku marah," kata Reynald.


"Aku tidak membuat mu marah, mata mu yang ingin aku colok," ucap Reno.


"Malas aku berbicara dengan mu. Ahkkk harus nya aku mendapatkan jatah." Reynald membanting diri nya ke atas kasur.


"Jatah saja otak mu," ucap Reno.


"Aku hanya tiga hari sekali, jadi harus nya aku mendapatkan jatah," kata Reynald.


"Kayla seperti itu, dia yang mengatur semuanya," tanya Reno.


"Iya semuanya Kayla yang mengatur," jawab Reynald.


"Dasar bucin," ucap Reno.


"Terserah aku yang bucin aku yang ini aku yang itu, bukan urusan mu," kata Reynald.

__ADS_1


"Cih kau membuat ku emosi lagi," ucap Reno.


__ADS_2