
"Aku di sini dad," ucap Reno.
"Kau sudah memaafkan ku," tanya Iqbaal.
"Memaafkan mu, aku tidak pernah marah pada mu," jawab Reno sambil mendekati Iqbaal.
"Maafkan aku dad, aku kelewatan, aku tidak berpikir dengan baik," ucap Reno.
Iqbaal langsung memeluk Reno dengan erat. Ia sangat senang akhirnya Reno mau berbicara dengan nya lagi, sebelum nya Reno sama sekali tidak mau berbicara dengan nya, bahkan sudah tidak menganggap nya ayah lagi."
"Iya ren, maafkan daddy Ren, daddy sudah menyembunyikan semua nya dari mu," ucap Iqbaal.
"Tidak perlu meminta maaf dad, kau tidak salah aku yang salah. Aku yakin daddy pasti punya alasan tersendiri kenapa menyembunyikan masalah ini dari ku, tapi aku sudah tidak memperdulikan nya. Aku tetap menyayangi mu walaupun aku bukan anak kandung mu."
"Daddy juga Ren, kau jangan khawatir daddy benar-benar sangat menyayangi mu, daddy tidak akan pernah membedakan mu dengan yang lainnya."
"Begitu kan bagus, tidak perlu bertengkar jika bisa berdamai. Reno kami sayang menyayangi mu, kau cucu pertama ku dan aku sangat menyayangi mu, aku sudah tau siapa kau dari dulu, tapi aku tidak pernah mempermasalahkan itu karena aku tau kau tidak salah dalam masalah ini, ini hanya keegoisan orang tua mu," ucap Azka.
"Iya kek, kakek masih menyayangi ku kan, apa aku boleh meminta sesuatu," tanya Reno.
"Minta saja, aku akan menuruti nya," jawab Azka.
"Aku ingin liburan kek, aku ingin bulan madu agar kau mendapatkan cicit dari ku," ucap Reno.
"Kalau itu beres, minta pada daddy mu," kata Azka.
"Daddy," ucap Reno.
"Kau ya, ingin membuat anak saja sampai bulan madu juga," kata Iqbaal.
"Iqbaal kau jangan lupa, dulu kau sampai ke Swiss hanya untuk membuat Aziel," ucap Azka.
"Yah itu bukan Aziel, yang aku buat di Swiss keguguran, aku membuat nya di rumah," kata Iqbaal.
"Daddy jadi bagaimana, apa aku bisa bulan madu," tanya Reno.
__ADS_1
"Bagaimana kalau ke Australia saja, Kayla juga ke sana dan kau bisa melihat adik mu," ucap Iqbaal.
"Iya aku mau, tidak masalah aku kemana saja, asalkan aku dan istri ku bisa bulan madu," kata Reno.
"Iya iya kau mau berangkat kapan," tanya Iqbaal.
"Secepatnya yah, aku ingin cepat-cepat ingin pergi," jawab Reno.
"Iya iya kau akan pergi besok, sudah kan," ucap Iqbaal.
"Terima kasih dad, aku sangat menyayangi mu." Reno kembali memeluk Iqbaal.
Reno kembali ke dalam pelukan Iqbaal, walapun Reno sangat kecewa pada Iqbaal, ia tetap tidak bisa terlalu lama marah pada daddy nya itu.
Setelah berbaikan pada Iqbaal, Reno kembali mencari Bima ayah kandung nya. Semenjak ia tau jika Bima orang tua nya, Reno masih belum banyak berbicara dengan Bima.
"Ayah," ucap Reno.
"Hey anak ayah, kau sudah selesai berbicara dengan Iqbaal," tanya Bima.
"Iya Reno, ayah mengerti, ayah sangat senang akhirnya kau mau mengakui aku ayah mu," kata Bima.
"Kalau begitu besok kau ikut ayah pulang," ucap Bima.
"Besok aku ingin bulan madu ya, aku tidak bisa."
"Ayolah, kau tidak pernah bertemu dengan adik-adik mu, bulan madu kan bisa kapan saja," ucap Bima.
Reno berpikir sejak ia ingat jika Annisa masih dalam kondisi tidak sehat. Bulan madu pun percuma ia tidak bisa melakukan hal yang enak.
"Hmmm baiklah, aku akan pergi ke rumah mu, kenapa harus besok jika bisa sekarang," kata Iqbaal.
"Kau mau sekarang, oke kita pergi sekarang. Siapkan pakaian mu dan istri mu kau harus menginap beberapa hari," ucap Bima.
"Kita pulang sekarang sayang," tanya Iris.
__ADS_1
"Iya kita pulang sekarang, kamu siap-siap sana," jawab Bima.
"Ayah dimana ayah mendapatkan istri secantik itu," tanya Reno setelah kepergian Iris.
"Di desa tempat ayah mengerjakan proyek, kenapa istri ayah masih sangat cantik kan. Dia sedang hamil adik mu," jawab Bima.
"Kau pasti seperti pengantin baru setiap malam nya, hahaha."
"Kau tau saja, ayah masih kuat ya. Kau tau ayah sudah pernah mencoba kita wanita dan mamah mu ini yang terbaik," ucap Bima.
"Ayah jangan membuat ku ingin memilki istri lagi, oh iya kah tidak menjenguk mamah Chika," tanya Reno.
"Maaf Ren, ayah sudah sangat kecewa dengan nya, sampai jadi nya kau karena ayah sangat mencintai mamah mu itu, tapi dia sudah mengkhianati ayah dan menghina ayah, untuk saat ini ayah belum bisa memaafkan nya."
"Tidak papa aku mengerti," ucap Reno.
Reno kembali masuk ke dalam kamar nya untuk memberitahukan hal ini pada Annisa, ia yakin Annisa mau saja pergi kemana pun asalkan bersama nya.
"Annisa bangun," ucap Reno sambil mencium tengkuk leher istri nya.
Bukan nya bangun Annisa malah menaikan kepala nya, yang membuat Reno semakin lincah.
"Mas geli," ucap Annisa sambil mendorong kepala Reno.
"Tadi kau menikam kepala mu, sekarang kau mendorong kepala ku," kata Reno.
"Ada apa mas, aku baru saja beristirahat," tanya Annisa.
"Kita akan pergi bersiap lah," jawab Reno.
"Mau liburan mas," tanya Annisa.
"Iya tapi ke rumah ayah, rumah ayah di pedesaan, jadi kita seperti liburan, kita juga akan liburan ke Australia setelah dari rumah ayah," jawab Reno.
"Iya mas, aku siap-siap dulu," ucap Annisa.
__ADS_1