Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Vania.


__ADS_3

Vania gadis cantik yang sampai sekarang belum tau siapa orang tua nya, ia diangkat menjadi anak oleh Fahri dan Kia saat diri nya berusaha 6 bulan. Saat itu Fahri dan Kia sangat terpukul akan kepergian anak mereka. Untuk menghibur Kia, Fahri memutuskan untuk mengadopsi Vania dari panti asuhan.


Vania di temukan di depan pintu panti asuhan dengan keadaan yang cukup memperhatikan, ia masih memiliki plasenta yang belum terpisah dari nya, pertanda Vania baru di lahirkan beberapa saat lalu. Pemilik panti langsung membawa Vania masuk dan merawat Vania dengan baik, nama Vania berasal dari kertas nama yang terdapat di dekat nya saat itu.


Vania tau diri nya bukan anak kandung mereka saat menginjak awal SMA, hati nya terasa sangat hancur akan kenyataan ini. Saat itu ia benar-benar tidak tau apa yang harus ia lakukan. Ia juga berpikir jika ayah dan mamah nya akan mengusirnya dari rumah. Ternyata semua itu hanya pikiran jahat Vania saja Fahri dan Kia tetap menyayangi nya.


Perlahan-lahan Vania bisa menerima kenyataan itu, ia sudah tidak memikirkan hal itu lagi. Karena memang tidak ada yang berubah dari kasih sayang ke dua orang tua nya.


Saat ini Vania hanya memerlukan satu kejelasan siapa orang tua kandungnya, kenapa mereka meletakan diri nya di panti, semua itu masih menjadi pertanyaan yang belum memiliki jawaban yang pasti.


"Saat terindah adalah saat berkumpul dan bercanda tawa dengan ayah dan ibu, namun saat ini aku hanya bisa bertemu dengan ayah dan ibu hanya melalui doa dan mimpi, senanglah disana ayah dan ibuku. Aku sangat berharap bisa bertemu dengan kalian." Vania menutup buku dary nya, buku yang berisi semua keluh dan kesah nya.


Kia masuk ke dalam kamar Vania karena ia dengar Vania pulang bersama dengan seorang pria, ia sangat khawatir jika Vania sudah mulai mengenal percintaan, menurut nya Vania masih terlalu kecil untuk merasakan hal itu.


"Sayang," ucap Kia.


"Iya mamah," kata Vania.


"Kamu ini ya kadang manggil bunda kadang mamah," ucap Kia sambil memeluk Vania.


"Hehehe maaf mah, apa saja tidak papa kan, aku kam tetap anak mamah," kata Vania.


"Ada apa mah, kenapa tiba-tiba datang dan memeluk Vania," tanya nya.


"Hahaha mamah dengar kamu di antar oleh seorang pria, siapa pria itu," tanya kia.


"Hayo tebak mah siapa pria itu."


"Lah kamu malah balik nanya, siapa pria itu sayang, apa pacar mu, atau taman mun atau siapa."


"Hehehe itu guru Vania mah, kakak nya Annisa," kata Vania.

__ADS_1


"Annisa istri nya Reno," tanya Kia.


"Iya mah, Vania saja terkejut kalau dia kakak nya kak Annisa," jawab Vania.


"Oh kalau begitu mamah tidak perlu khawatir," kata Kia.


"Mamah aku boleh berpacaran," tanya Vania.


"Sayang kamu tidak baik berpacaran, kalau mamah ya ingin nya kamu langsung menikah, tetapi dengan pria yang benar-benar mencintaimu kamu," jawab Kia.


"Kalau Vania tidak suka dengan pria itu mah," kata Vania.


"Tidak papa sayang, kamu tau kalau kamu suka dengan seorang pria dan pria itu tidak suka dengan kamu, hidup kamu malah akan menderita, tapi kalau kamu tidak suka dengan pria itu dan pria itu suka dengan mu, mamah yakin kamu juga akan suka dengan nya. Pria itu tidak akan menyakiti seseorang yang ia cintai sayang," ucap Kia.


"Oh begitu mah, aku sih ingin menikah muda, agar aku tidak merepotkan mamah," kata Vania.


"Sayang kamu berkata apa si, kamu tidak pernah merepotkan mamah, sudah lebih baik kamu tidur ini sudah malam," ucap Kia.


"Iya iya mamah panggil kan ayah dulu, dasar anak Ayah," ucap Kia.


Kia keluar dari kamar Vania dan tak lama Fahri datang untuk menemani putri nya tidur. Tak lupa ia membawa Hans yang akan rewel jika tidak ada diri nya saat sedang tidur.


"Ciee putri manja Ayah sudah mempunyai pacar," kata Fahri.


"Ayah jangan mengejek ku, dia hanya guru ku," kata Vania.


Vania tidur sambil memeluk ayah nya, ia sudah biasa tidur seperti ini dan mungkin tidak akan bisa kalau tidur tanpa memeluk ayah nya.


"Ayah nanti aku kalau punya suami ingin seperti ayah," kata Vania.


"Hahaha kenapa harus seperti ayah si, ayah jelek loh," ucap Fahri.

__ADS_1


"Jelek bagaimana ayah itu tampan bukti nya mamah yang cantik seperti itu mau dengan ayah," kata Vania.


"Hahaha iya juga ya, sudah tidur lah jangan membahas suami jika tidur masih di ketiak ayah," ucap Fahri.


Fahri benar-benar sangat menyayangi Vania, untuk masalah suami itu sudah di tangan Fahri, Fahri ingin mencarikan Vania pria yang bertanggung jawab, berkecukupan dan tentu saja benar-benar mencintai Vania, meskipun di ujung dunia Fahri tetap akan mencari pria seperti itu.


Setelah Vania tidur baru lah Fahri kembali masuk ke dalam kamar nya, ia meninggalkan Hans bersama dengan Vania karena malam ini sudah masuk jadwal jatah nya.


"Sayang," ucap Fahri.


"Sayang ada apa? kamu meninggalkan Vania," tanya Kia.


"Iya sayang kamu lupa ini sudah sangat lama semenjak kamu melahirkan, ayo jatah ku," jawab Fahri.


Kia baru ingin jika memang ini sudah ke sekian bulan dia melahirkan dan memang sejak lama ia harus segera memberikan hak nya Fahri kembali. Kia sudah pernah pertama kali memberikan jatah setelah melahirkan dan rasa nya sangat lah sakit, itu sebabnya Kia menunda terus dan saat ini sudah tidak bisa lagi. Siap tidak siap Kia harus memberikan nya.


Fahri membawa anak bungsunya pindah ke ranjang tidur bayi, ia tidak mau anak bungsu nya itu terbangun karena gempa lokal buatan nya.


Saat sedang berada di langit ke tuju Tiba-tiba pintu kamar terbuka. Hans masuk ke dalam kamar dengan keadaan mata yang tertutup. Fahri dan Kia masih belum sadar dengan kehadiran Hans. Mereka baru sadar saat Hans sudah berada di dekat mereka.


"Ayah," teriak Hans. Untung saja mata Hans masih terpejam.


"Dia bangun." Dengan cepat Fahri dan Kia masuk ke dalam selimut. Mereka berdua benar-benar seperti maling yang sedang kepergok.


Fahri turun secara perlahan dan langsung menggendong Hans, ia tidak mau sampai anaknya itu terbangun dan melihat semuanya. Kia hanya bisa menahan tawa nya, bagian bawa Fahri masih tidak memakai apa-apa.


"Ada yang tegak tapi bukan keadilan," kata Kia.


Antara kesal dan bingung itu lah hal yang Fahri rasakan, ia kesal kenapa bisa Hans masuk saat sedang enak-enak nya, padahal ia baru saja memulai.


Kian kembali memakai pakaian nya, ia tidak mau seperti Fahri yang sedang tidak memakai apapun.

__ADS_1


__ADS_2