
"Jangan berkata sembarangan pada ku, jika kau tak ingin apa yang selama ini kau jaga aku ambil secara paksa. Atau sudah di ambil pacar mu itu."
Plakkk... Satu tamparan mendarat di wajah Fahri
"Aku bukan wanita seperti itu," ucap Kia.
Fahri memejamkan mata nya merasakan wajah nya yang terasa panas dan sakit, apalagi wajah nya masih belum sembuh total efek pukulan dari ayah nya kemarin.
"Kau mau bermain-main pada ku nona."
Fahri memperkuat cengkraman nya, dengan cepat bibir nya mendekati bibir Kia dan langsung melalap nya dengan sangat kasar. Kia berusaha mendorong dan menolak ciuman kasar itu tapi Fahri sama sekali tidak goyang.
Fahri melepaskan ciuman itu saat merasakan air mata Kia yang sudah jatuh, "Simpan air mata mu baik-baik, air mata itu akan lebih berguna setelah pernikahan kita."
"Kayu gila, kenapa kau melakukan hal ini pada ku."
"Untuk bersenang-senang, oh iya bibir mu cukup manis, apa pria itu pernah menyentuh nya." Fahri melepaskan cengkraman nya dan pergi meninggalkan Kia yang memberikan tatapan kebencian pada nya.
"Sayang kamu dimana," tanya Rian yang menghubungi Kia karena Kia tidak membalas pesan nya.
"Aku di rumah, kamu dimana," tanya Kia.
"Aku sedang di jalan, rencana aku ingin ke rumah mu," jawab Rian.
__ADS_1
"Jangan, kita bertemu di kompleks depan." Kia mematikan sambungan telepon itu dan langsung berlari menuju bagasi mobil.
Rian sudah sampai di depan kompleks yang dikatakan oleh Kia, tak lama mobil yang di bawa Kia datang mendekati Rian.
Kia keluar dari mobil dan langsung memeluk Rian, ia menangis di dalam pelukan itu. Rian membalas pelukan dari Kia, ia tidak tau kenapa Kia menangis.
"Kamu kenapa sayang," tanya Rian.
"Kita putus," ucap Kia sambil melepaskan pelukan itu.
"Apa maksud mu, tidak aku tidak mau, bukan nya kita akan menikah," tanya Rian.
"Iya aku akan menikah Rian tapi bukan dengan mu, dengan Fahri orang yang ke rumah ku kemarin." Kia mengatakan nya dengan suara yang gemetar.
"Ini bukan kemauan ku, ini perjodohan ku dengan nya aku tidak bisa menolak," kata Kia.
"Sayang aku tidak mau putus dengan mu, tenang ini hanya perjodohan, kamu tidak mencintai nya kan, jadi semua masih bisa di perbaiki." Rian kembali memeluk Kia.
Fahri yang diam-diam mengikuti Kia, mengambil hp nya untuk mengabadikan momen itu, bibir nya tersenyum penuh kelicikan.
Fahri kembali ke rumah tidak di sangka malam ini keluarga nya menginap di rumah Azka. Mau tidak mau Fahri pun ikut menginap dan membatalkan pertemuan nya dengan teman-temannya.
"Daddy mommy tidak ada," ucap Reno sambil memeluk Iqbaal.
__ADS_1
"Mommy sudah pulang sayang, kamu tidur dengan daddy dan mommy Alya mau," tanya Iqbaal.
Reno menganggukkan kepala nya, ia sangat senang jika sudah tidur dengan daddy nya, kehangatan yang di berikan Iqbaal membuat Reno sangat nyaman.
"Kayla," ucap Reno.
"Kakak tidur di sini juga," tanya Kayla.
"Aku tidur dengan daddy," jawab Reno.
"Sayang," ucap Alya meminta penjelasan dari Iqbaal.
"Malam ini saja sayang, aku tidak tega membiarkan tidur sendiri."
"Mommy," ucap Reno.
"Iya sayang, ada apa," tanya Alya sambil berjalan mendekati Reno.
"Reno sayang mommy," Reno langsung memeluk Alya.
Alya terkejut saat mendengar ucapan dan pelukan dari Reno, perhatian nya yang selama ini ia beri membuat Reno nyaman dan sudah menerima Alya sebagai mommy sambung nya.
Malam ini Kayla, Reno, Alya dan Iqbaal tidur bersama di atas satu ranjang yang sama, untung saja ranjang kamar itu berukuran jumbo.
__ADS_1
Sudah author beri note sebelum nya jika cerita ini akan penuh air mata dan kekerasan, jadi yang tidak suka skipp