
"Kenapa dad," tanya Reno.
"Kau mau menikah tidak, aku punya kenalan yang cantik," tanya Iqbaal.
"Jika kau memasakkan ku untuk menikah, jangan salahkan aku wanita itu akan kabur dari rumah," jawab Reno.
"Mau kau apakan wanita itu, kau gila," tanya Iqbaal.
"Akan ku potong setiap jari nya, akan aku potong telinga nya," jawab Reno.
"Hahaha kau sangat galak, jangan begitu nanti kau tidak punya anak, kau mau tidak memiliki keturunan."
"Aku tidak peduli, aku tidak akan menikah," kata Reno.
"Kepala batu," ucap Iqbaal.
"Dad, ayah menghubungi ku," kata Reno.
"Kau lupa bukan ayah mu, jangan hubungi dia lagi dan jangan merespon nya," ucap Iqbaal.
"Jika dia bukan ayah ku, kenapa aku harus memanggilnya ayah. Dan kenapa aku ikut dengan nya dulu," tanya Reno.
__ADS_1
"Reno sudah aku katakan, jangan pernah membahas masalah ini lagi, aku muak dan hati ku sangat hancur saat mengingat semua nya," bentak Iqbaal.
"Maaf dad," ucap Reno.
"Jangan pernah membahas orang-orang di masa lalu lagi, aku benar-benar tidak suka," kata Iqbaal yang langsung menunjukkan perubahan mimik wajah.
"Daddy selalu semarah ini jika aku membahas masa lalu," batin Reno.
Sesampainya di di rumah Iqbaal langsung masuk ke dalam kamar meninggal kan Reno begitu saja, untung saja ada anak ketiga nya yang membuat mood nya sedikit terobati.
"Daddy," ucap Harry sambil memeluk daddy nya.
"Wah anak daddy sudah pulang sekolah, dimana bunda kamu," tanya Iqbaal sambil menggendong Harry yang baru berusia 7 tahun.
"Mommy pergi membeli makanan untuk ku," jawab Harry.
"Makanan, kau masih susah untuk makan ya. Sayang jangan memilih milih makanan, kapan kamu akan besar," ucap Iqbaal.
"Besar seperti kak Reno dan kak Aziel," tanya Harry.
"Iya sayang, kamu tidak ingin besar seperti mereka."
__ADS_1
"Tidak mau," ucap Harry.
Tidak berbeda dengan Iqbaal, Reno juga langsung masuk ke dalam kamar nya. Tidak seperti pria dewasa seumuran nya, Reno jarang sekali keluar dari rumah, ia lebih senang menghabiskan waktu di kamarnya. Teman pun Reno hanya memiliki beberapa yang cukup dekat, itu pun satu geng dengan Kayla adik nya.
"Kak Boleh aku masuk," tanya Kayla.
"Masuk lah," jawab Reno.
"Ahkkkkk," teriak Kayla saat melihat Reno bertelanjang dada.
"Ada apa," tanya Reno.
"Teman-teman mengajak kita untuk liburan ke Vila, kau mau ikut tidak."
"Tidak mau," tolak Reno.
"Kau harus ikut, tidak ada penolakan," ucap Kayla.
"Jika mau memaksa ku ikut, untuk apa kau bertanya pada ku. Siapa kan saja pakaian ku, aku hanya perlu tinggal berangkat," kata Reno.
"Hahaha bagus, aku siap kan dulu pakaian mu," ucap Kayla.
__ADS_1
Iqbaal yang tidak sengaja lewat di depan kamar Reno, langsung berjalan mengintip saat mendengar suara Kayla di dalam kamar itu. Ia tersenyum melihat kedekatan mereka berdua, Iqbaal jadi teringat jika ia pernah menjodohkan mereka berdua. Tetapi langsung di tolak mereka berdua terutama Kayla yang sudah memiliki pacar.
"Aku jadi ingin menjodohkan mereka kembali," batin Iqbaal.