Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Jadi budak cinta?


__ADS_3

Mereka berdua makan dengan sangat lahap. Kayla dan Reynald tidak bisa berjauhan, bahkan mereka berdua makan di satu piring yang sama. Bukan nya terasa itu lah Reynald, jika sudah mencintai seseorang tidak ada kata aneh lagi di dalam diri nya.


"Love you," bisik Reynald.


"Mas kamu kenapa random begini ya. Ada-ada saja tingkah kamu," ucap Kayla.


Bukan hanya Kayla, diri nya sendiri saja bingung dengan apa yang ia lakukan. Saat sedang bersama Kayla tingkah nya menjadi aneh dan tidak bisa diam, ada saja hal random yang ia lakukan. Terutama untuk mengerjai atau mengambil pergantian Kayla.


"Kayla," ucap Reynald.


"Iya ada apa," tanya Kayla.


"Tidak ada hanya ingin memanggil nama mu," jawab Reynald.


"Aneh, suami ku semakin aneh," kata Kayla.


"Hahaha tidak papa, kau tidak masalah kan mempunyai suami aneh seperti ku?"


"Untung saja kami tampan dan kaya raya, jadi tidak papa lah," jawab Kayla.


"Hmmmm kamu matre ya, hahaha tapi aku tidak papa. Seberapa pun uang yang kamu minta aku akan memberikan nya," kata Reynald.


"Aku hanya ingin satu permintaan," ucap Kayla.


"Apa," tanya Reynald.


"Aku ingin kamu berhenti merokok, minum alkohol dan pulang kerja tepat waktu, jangan mampir ke bar," jawab Kayla.


"Sayang itu bukan satu hal itu banyak hal yang sangat berat untuk ku," kata Reynald.


"Mana rokok kamu," tanya Kayla.


"Sayang ini beda ini rokok elektrik, tidak berbahaya," ucap Reynald sambil menyembunyikan rokok yang Kayla minta.


"Oke tidak papa, jadi kamu tidak benar-benar mencintai ku dan kamu tidak akan mendapatkan jatah lagi," kata Kayla.


"Ahkkkk ini nah, ambil lah." Reynald memberikan rokok elektrik yang Kayla minta.


"Terima kasih sayang," kata Kayla sambil tersenyum manis pada Reynald.


Lagi dan lagi Reynald heran dengan diri nya. Bisa-bisa nya ia nurut dengan apa yang Kayla katakan. Selama hidup nya reynald tida pernah mau nurut dengan perintah siapapun, apalagi sudah mengenai hal yang ia suka. Tetapi dengan Kayla Ia tidak bisa berkutik lagi.


"Kayla jangan," ucap Reynald.


"Mas tidak baik, oke aku tidak akan membuang nya, tapi aku yang memegang nya, nanti kamu hanya bisa pakai 3 kali dalam satu hari," kata Kayla.


"Tidak mungkin, 10 kali pun aku tidak puas."

__ADS_1


"Ya sudah 5 kali dalam sehari, iya atau benar-benar aku buang sekarang juga," tanya Kayla.


"Ya sudah lah, mau bagaimana lagi," jawab Reynald.


Kayla yakin secara perlahan ia bisa mengubah Reynald menjadi pria yang lebih baik. Ia tidak yakin saat ini Reynald sudah benar-benar berubah, mungkin di depan nya saja Reynald seperti pria baik yang takut akan istri nya. Ia cukup yakin di luar saja Reynald masih seperti Reynald pada umumnya.


"Jangan ngambek dong, kan tampan nya menghilang, lebih baik tersenyum seperti tadi. Kamu jadi sangat tampan kalau senyum," ucap Kayla.


"Hmmm tidak ada asupan nya bagaimana bisa aku tersenyum," kata Reynald.


"Mau apa, kali ini kamu bebas meminta apa saja dari ku," ucap Kayla.


"Apa saja," tanya Reynald.


"Iya apa saja, tapi jangan ngambek seperti ini," jawab Kayla.


"Ikut aku." Reynald membayar makanan mereka dan langsung pergi membawa dari restoran itu.


"Hotel," kata Kayla.


"Hmmmm," gumam Reynald.


"Aku tau maksud kamu, dasar pria memang tidak jauh jauh dari sana," kata Kayla.


"Hahaha boleh kan," tanya Reynald.


"Tumben izin dulu," ucap Kayla.


"Hahaha ya ya ya, suami yang sangat baik," ucap Kayla.


Di Bali Aziel dan Zikri bertemu dengan Teman-teman Ziel yang kebetulan juga liburan di Bali. Menurut informasi yang Aziel dapat gadis yang ia suka juga berada di Bali. Ia ingin melihat gadis itu kembali, walaupun ia tau kalau diri nya tidak bisa memilih gadis tersebut.


"Kau tampan sekali Ziel," kata Zikri.


"Ya aku memang tampan, kenapa kau memakai baju itu, itu kan baju yang aku beri saat itu. Itu baju yang pernah aku pakai," ucap Aziel.


"Ya karena aku suka, masih bagus," kata Zikri.


"Tidak Zikri, ganti saja. Hmmm ambil di tas ku, aku punya baju seperti ini lagi, kau pasti suka," ucap Aziel.


"Tidak ah, aku selalu merepotkan mu."


"Hadeh, aku ambil dan kau pakai. Jangan banyak menolak," ucap Aziel.


Setelah mereka selesai bersiap-siap mereka berdua langsung pergi ke lokasi pesta. Aziel cukup gugup karena ia akan bertemu dengan wanita itu.


"Ayo kita masuk," ucap Zikri.

__ADS_1


"Tunggu aku mengambil nafas dulu, aku sedikit gugup," kata Aziel.


"Hahaha iya lah, kau pasti akan bertemu dengan teman-teman mu kan sampai gugup seperti ini," tanya Zikri.


"Hehehe iya, sudah ayo kita masuk," jawab Aziel.


Di dalam Aziel langsung bertemu dengan teman-teman nya yang sekolah di Australia, mereka sangat senang dengan kedatangan siswa populer di pesta ini.


"Wanita itu Rara," ucap Zikri.


"Ha Rara, ada Rara di sini," tanya Aziel.


"Itu ada, dia bersama seorang pria dan wanita," jawab Zikri.


"Elisa," ucap Aziel.


"Siapa Elisa wanita itu, dia sangat cantik ya," kata Zikri.


"Hmmm kita jangan ke sana," ucap Aziel.


"Kenapa?" Zikri merasa ada yang berbeda dari Aziel.


Aziel bergumam sebentar, ia bingung harus menjawab apa. "Hmmmm tidak papa, aku malas bertemu dengan wanita itu."


Zikri mengerutkan dahi nya, dugaan nya memang tidak salah, tingkah Aziel berbeda dari sebelumnya.


"Kau kenapa si," tanya Zikri.


"Tidak papa, aku gabung dengan yang lainnya Kau jangan kemana-mana. Kalau kau mau ikut dengan ku ayo."


"Tidak ah kalian menggunakan bahasa Inggris aku malas berpikir," ucap Zikri.


Dengan cepat Aziel menjauh dari sana, ia tidak mau Elisa melihat nya. Lagi dan lagi hati Aziel tersakiti saat melihat Elisa bersama dengan seorang pria. Pria yang sama saat di pesta pernikahan kakak nya.


"Itu Zikri," kata Rara.


"Siapa zikri," tanya Elisa.


"Teman sekolah ku, kalau ada Zikri pasti ada si Aziel," kata Rara.


"Aziel, nama nya tidak asing."


"Iya waktu itu kau datang ke pesta keluarga Winarta bukan, nah itu dia anak dari keluarga Winarta paman Iqbaal," jelas Rara.


"Oh pria yang bernyanyi lagu galau itu kan, ya ya ya aku tau, dia bernyanyi beberapa lagu galau. Saat itu mungkin perasaan nya sedang tersakiti," kata Jansen.


"Iya aku mengingat nya. Dan sampai sekarang aku tidak tau, siapa wanita yang membuat Aziel galau, pria setampan dan sepintar Aziel bisa galau juga ya," ucap Elisa.

__ADS_1


"Kau sama saja dengan wanita yang lainnya. Selalu mendewakan ketampanan nya, padahal dia itu biasa saja," kata Rara.


"Hey rara si mana mata mu, dia sangat tampan bagaimana mungkin kau menganggap nya biasa saja," ucap Elisa.


__ADS_2