
"Hmmm ada apa," tanya Aziel.
"Temani aku yuk," jawab Dinda.
"Tengah malam begini mau kemana," tanya Aziel.
"Ayo mas, ini sangat penting," jawab Dinda.
"Sekarang, aku malas mengambil jaket."
Dinda bergerak dari tempat nya dan langsung mengambil jaket untuk Aziel. Ia memakaikan Aziel jaket agar mereka segera ke hotel itu.
Aziel pun ikut saja kemana Dinda membawa nya, ia tak tau kemana mereka akan pergi. Ia hanya mengikuti saja kemana Dinda menuntun nya.
"Di sini, ngapain ke hotel, mau malam pertama dengan ku ya," tanya Aziel.
"Boleh kalau kamu mau," jawab Dinda.
"Hahaha tidak ah, aku setia dengan Lisa," kata Aziel.
Dinda sangat muak mendengar hal itu, ia langsung membawa Aziel masuk ke dalam. Ia membayar banyak uang untuk mendapatkan kunci kamar hotel wanita itu. Aziel semakin kebingungan dengan apa yang Dinda lakukan, ia hanya mengikuti saja kemana Dinda membawa nya.
"Ngapain si, pacar mu selingkuh ya. Sampai kau seperti ini," tanya Aziel.
"Pacar ku dari mana, aku tidak mempunyai pacar, kita lihat ya siapa yang ada di dalam sana."
Secara perlahan Dinda membuka pintu kamar hotel itu. Mereka berdua pun masuk secara perlahan ke dalam sana. Mata Aziel dan Dinda terbelalak melihat seseorang wanita dan pria sedang berhubungan di atas meja.
Aziel semakin terkejut ketika tau wanita itu ialah pacar nya sendiri Lisa. Mata nya benar-benar tidak tahan melihat Lisa nya bermain di atas sana.
Sebelum Aziel meledak di dalam sana, Dengan cepat Dinda langsung menarik keluar Aziel. Ia tidak mau Aziel mengamuk di dalam sana.
"Aku ingin membunuh nya," ucap Aziel.
"Tenang hey, jangan marah, untuk apa kamu seperti ini hanya untuk wanita seperti itu. Aku tau sangat sakit untuk mu, tapi memang ini yang terbaik, kamu itu hanya di manfaatkan oleh wanita itu. Jika kamu marah pada nya, dia akan semakin semena-mena, karena dia pikir kamu cinta mati nya. Sabar sayang sabar." Dinda memeluk Aziel dengan erat.
"Pulang saja yuk," ucap Dinda.
__ADS_1
"Menginap di ini saja," kata Aziel.
"Kamu sudah tenangkan," tanya Dinda.
"Iya aku sudah tenang, untuk apa aku mengamuk pada nya, itu akan membuang energi ku, lebih vai aku menghabiskan waktu dengan istri cantik ku," jawab Aziel.
"Bagus sayang, memang harus seperti itu, jangan mau di injak injak oleh nya."
Dinda dan Aziel memesan kamar hotel mewah di tempat itu. Aziel ingin menenangkan perasaan nya, ia benar benar patah hati melihat seseorang yang ia cintai dan perjuangi tidur dengan pria lain. Diri nya saja tidak sampai seperti itu yang jelas jelas memiliki istri seperti Dinda.
"Ciee yang menangis," ucap Dinda.
"Tidak aku tak menangis," kata Aziel.
"Hahaha kamu menangis sayang, kasihan sekali ah," ucap Aziel.
"Aku tak menangis sayang," kata Aziel.
"Oh begitu, baik lah. Aku ingin tidur sini aku peluk," ucap Dinda.
"Aku ingin," bisik Aziel di kuping kanan Dinda.
"Menikmati tubuh istri ku." Aziel langsung menarik Dinda dan mencium bibirnya dengan sangat agresif, ia tidak akan melepaskan Dinda malam ini. Dinda akan menjadi santapan nya malam ini.
"Geli," ucap Dinda saat Aziel menjilati leher nya.
"Kamu mau kan sayang," tanya Aziel.
"Sayang, dah gini saja manggil sayang," ucap Dinda.
"Pria memang begitu, jika ada mau nya akan bersikap manis," kata Aziel.
"Aku tak mau kamu masih pacar nya Lisa. Tidur saja dengan Lisa sana, bergabung dengan nya, pasti sudah tidak higenis dan longgar."
"Sssttt jangan berisik, aku lagi tak enak hati, ayolah setidaknya hibur suami mu ini," kata Aziel.
"Tunggu dulu, aku sangat penasaran, siapa yang memberitahu mu jika Lisa ada di sini dengan pria itu," tanya Aziel.
__ADS_1
"Aku menyewa orang untuk memantau nya, aku tak ikhlas suami ku hanya di manfaatkan oleh nya. Kamu terlalu baik pada nya, padahal dia hanya manfaatkan mu demi kesenangan nya."
"Begitu, kamu sangat baik, aku di buta kan oleh cinta sampai sampai aku tak sadar dengan semuanya."
Aziel melepaskan pelukan nya pada Dinda dan duduk menyender di ranjang. Ia tak pernah menyangka jika seseorang yang ia cintai dan sayangi malah berkhianat seperti ini pada nya. Tau begini ia tidak akan mau membela Lisa di depan keluarga nya.
Dinda mengerti apa yang Aziel rasakan saat ini. Dikhianati oleh orang yang kita cintai memang sangat sakit sekali. Apalagi Aziel sudah sangat percaya dengan Lisa. Tetapi memang ini yang terbaik untuk nya, dari pada Aziel lebih tenggelam lagi lebih ia membongkar semua kebusukan Lisa.
Dinda merangkak naik ke atas tubuh suaminya. Ia. memeluk Aziel dari atas sana. Memang seharusnya ia menghibur Aziel yang sedang patah hati.
"Buka lah," ucap Dinda.
"Boleh sayang," tanya Aziel.
"Boleh," jawab Dinda.
"Nanti dulu." Dinda turun dari atas ranjang. Ia tak percaya diri dengan tubuh nya, malam ini ia akan memberikan semuanya pada suaminya. Sebelum Aziel menyentuh nya, Dinda ingin tubuh nya wangi dan bersih.
"Kenapa dia malah masuk ke dalam kamar mandi," ucap Aziel.
Aziel melepaskan baju dan celana nya. Mereka tak membawa baju ganti, agar pakaian tak kotor Aziel meletakkan pakaian itu di dalam lemari kamar hotel itu. Ia hanya menggunakan celana pendek di atas lutut yang sangat ketat sekali.
Aziel lelah menunggu Dinda yang terlalu lama, ia berjalannya menuju balkon kamar yang sangat luas, di sana ada ayunan dan sofa yang sangat nyaman jika di tuduri, apalagi malam ini bintang sedang terang terang nya.
"Mas." Dinda berjalan mendekati Aziel.
Dinda terkejut melihat Aziel yang sudah bertelanjang saja, padahal ia tak memberitahu Aziel ingin melakukan apa.
"Kamu hanya memakai celana pendek saja," tanya Dinda.
"Aku tak membawa pakaian ganti, dari pada kotor lebih baik seperti ini, toh sama istri sendiri dan kamu sudah hafal setiap inci tubuh ku."
Dinda memeluk Aziel dari belakang, Aziel belum melihat ke arah Dinda yang hanya memakai kimono tanpa dalaman. Pelukan hangat itu membuat Aziel merasa nyaman. Ia sudah tak memperdulikan Lisa lagi, tak ada maaf untuk perselingkuhan. Lebih baik ia fokus dengan gadis cantik di belakangnya ini, sudah cantik setia lagi, siapa yang tak mau mempunyai istri seperti Dinda.
"Kamu hangat sekali," ucap Aziel.
"Hahaha tubuh kamu enak sekali." Tangan Dinda dengan nakal menggerayangi tubuh kekar Aziel. Kepala Aziel naik ke atas menikmati tangan nakal Dinda, ia sangat suka di perlakuan seperti ini.
__ADS_1
"Ahhh." Aziel terkejut karena tangan Dinda masuk ke dalam celana pendek nya.