
"Sayang." Annisa memeluk Reno dengan erat.
"Kenapa, kamu hamil," tanya Reno.
"Hiks hiks hiks iya aku hamil," jawab Annisa.
Tangisan mereka berdua pecah. Hal yang mereka nantikan akhirnya terjadi juga, apalagi Reno yang benar-benar ingin segera memiliki anak dari Annisa. Ini ke dua kali nya Annisa melihat Reno menangis Tetapi tangisan kali ini sangat berbeda dari sebelumnya.
"Sayang kamu hamil, akhirnya," ucap Reno yang masih enggan melepaskan pelukan nya.
"Iya sayang aku hamil, Terima kasih Tuhan, Terima kasih sayang," kata Annisa.
Reno mengusap wajah istri nya, ia memberikan beberapa kecupan manis di wajah istri nya.
"Aku mencintaimu benar-benar mencintaimu," ucap Reno.
Masa depan memang tidak pernah bisa di tebak. Wanita yang Reno benci sejak kemunculan nya malah menjadi ibu dari anak-anak nya. Jika mengingat masa lalu Reno benar-benar sangat malu dengan perilaku nya pada Annisa, sikap kasar nya, kata kata pedas nya pasti membuat Annisa tersakiti.
Untung saja Annisa wanita hebat, meskipun semua yang di lakukan Reno menyakiti hati nya, ia sak sekali tidak merasa dendam. Bukan nya dendam tetapi rasa cinta lah yang timbul di hati nya.
"Aku juga mas aku sangat mencintaimu, pria yang kasar dan pemarah seperti mu yang akan menjadi ayah dari anak-anak ku," ucap Annisa.
"Aku sudah tidak pemarah dan kasar," kata Reno.
__ADS_1
"Hahaha iya mas, kamu sangat lembut dan baik." Annisa mencubit wajah suami nya.
"Jatah," ucap Reno.
"Mas aku sedang hamil, untuk apa jatah lagi kan sudah jadi. Kamu juga harus tau biasa nya ibu hamil di larang hubungan suami istri sampai trimester ke dua," kata Annisa.
"Ya aku tidak bisa enak enak, tapi tidak papa, setelah kamu melahirkan kita akan lanjut lagi, anak ke dua, ketiga, ke empat dan seterusnya," ucap Reno yang memang memiliki cita-cita banyak anak.
Aziel dan Rara sedang jalan bersama, mereka berdua di minta untuk pergi bersama karena orang tua Rara harus membicarakan hal penting dengan orang tua Aziel. Tentu saja Aziel tidak mau hanya pergi berdua saja, ia mengajak Zikri agar ikut pergi bersama nya.
"Kalian berdua aneh," ucap Zikri.
"Kau diam," kata Aziel.
"Dia kan wanita pantas saja sensitif," kata Rara.
"Mulut mu bisa diam, atau mau aku buat tidak bisa berbicara," ucap Aziel.
"Kau mau mencium nya," tanya Zikri.
"Kau lagi jangan aneh-aneh aku tidak akan mau mencium nya," jawab Aziel.
"Kau pikir aku mau, kau jelek mana mungkin aku mau," kata Rara.
__ADS_1
"Hahaha kalian berdua bisa berjodoh kalau terus begini," ujar Zikri.
"Najis," jawab Mereka berdua secara kompak.
Setelah perdebatan mereka berdua, tidak ada yang saling berbicara lagi. Sampai tiba perut Rara berbunyi karena lapar.
"Aku lapar," ucap Rara.
"Aku tidak peduli," kata Aziel.
Krukkk... krukkk krukkkk.. Perut Aziel juga berbunyi. ia juga lapar karena memang ia belum makan sejak kemarin malam.
"Hahaha kau juga lapar, ayo kita makan," kata Zikri.
"Kata tidak peduli, kau saja lapar."
"Tunggu dulu, lapar saja kalian samaan apa kalian benar-benar berjodoh," ucap Zikri.
"Diam!!!" mereka berdua kembali berbicara kompak.
...***...
"Sayang ya begitu, kamu pintar."
__ADS_1
"Bagaimana dengan istri mu apa bisa seperti ini ha," tanya seorang wanita.