Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Bertemu dengan ayah


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan diri nya, Reno langsung keluar dari kamar dengan hanya memakai celana pendek, waktu juga sudah mulai gelap dan ia malas masuk ke dalam ruang ganti.


"Itu dia anak mu," ucap Iqbaal.


"Dia Reno, pria tinggi dan tampan itu anak ku," tanya Bima.


"Bima ingat berprilaku sewajarnya, jangan membuat nya mencurigai sesuatu," jawab Iqbaal.


"Aku tidak bisa menahan nya bal, aku sangat merindukanmu," kata Bima.


"Paman," ucap Reno.


Ntah kenapa jantung Reno berdetak lebih cepat dari biasanya. Ia berjalan mendekati Bima dan langsung memeluk Bima, Bima sangat terkejut saat mendapatkan pelukan dari Reno, ia tidak menyangka Reno memeluk nya lebih dulu.


"Reno, paman sangat merindukan mu. Sudah 15 tahun kita tidak bertemu. Maafkan paman ren, maafkan paman mu ini," ucap Bima.


"Aku aku tidak pernah menyalahkan mu, kenapa aku sangat sedih, daddy kenapa dengan ku," tanya Reno.


"Hey hey, kita dulu Sanga dekat. Dan kita sudah 15 tahun tidak bertemu, jadi wajar jika kau sangat sedih," jawab Bima.


"Kau tumbuh dengan baik, kau juga sangat tinggi Reno," ucap Bima.


"Aku makan dengan banyak paman, itu sebenarnya aku cepat tumbuh," kata Reno.


Bima benar-benar sangat menyesal dengan apa yang terjadi pada Reno dulu, jika kejadian dulu tidak terjadi pasti ia dapat melihat Reno kecil tumbuh menjadi Reno yang sangat gagah seperti saat ini.


"Paman menangis, apa paman merasakan apa yang aku rasakan," tanya Reno.

__ADS_1


"Paman hanya merasa bersalah dan paman memang sangat merindukan ren," Bima kembali memeluk anaknya.


Perasaan Reno semakin tidak menentu, perasaan aneh muncul di dalam hati nya. Ia tidak pernah merasakan perasaan ini saat bersama dengan Iqbaal.


"Aku kita sangat merindukan mu, tinggal lah untuk beberapa saat," ucap Reno.


"Kau sudah menikah pagi bim," tanya Iqbaal.


"Sudah lama aku menikah, dan aku sudah memiliki 1 anak," jawab Bima.


"Gadis mana lagi yang kau dapatkan. Dia baik kan" tanya Iqbaal.


"Kali ini aku mengambil gadis desa, benar-benar gadis dan jarak usia kami cukup jauh sekitar 10 tahun," jawab Bima.


"Kau dapat daun muda paman," ujar Reno.


"Iya Ren, hehehe pesona ku tidak bisa menandingi siapapun," kata Bima sambil membawa Reno duduk dekat dengan nya.


"Hahaha iya yah, aku rasa aku ada kesempatan," kata Reno.


"Jangan aneh-aneh aku tidak akan mempertemukan kalian berdua, aku tidak akan mau mengulang masa lalu," ucap Bima.


"Lalu dimana istri mu," tanya Bima.


"Dia sedang sakit, demam," jawab Reno.


"Kenapa dia sakit, kau apakan dia," tanya Iqbaal.

__ADS_1


"Tidak ada aku apa-apakan, dia terlalu banyak menangis itu sebabnya dia demam," jawab Reno berbohong.


"Aku rasa milik mu terlalu besar, kasihan dan. Coba di pikirkan lewat logika tinggi mu 190 cm, tubuh mu sangat berotot dan besar tidak mungkin adik mu kecil kan. Daddy juga sudah pernah melihat nya. Dan Annisa hanya 160 kau lempar saja dia ke ranjang dia tidak mungkin bisa apa-apa," kata Iqbaal.


Reno berpikir apa yang di katakan Iqbaal benar, ia takut malam itu ia merusak milik istri nya, tapi sudahlah semua sudah berlalu.


"Aku tidak tau, jika iya ya mau bagaimana lagi. Anak bayi saja bisa keluar masa milik ku tidak bisa masuk," ucap Reno.


"Otak mu sudah terpengaruh oleh daddy mu ya," kata Bima.


"Hahaha iya paman, daddy memang selalu berpikir masum, jadi aku ikut terbawa," ucap Reno.


"Memang otak mu saja yang sudah konslet, perlu di perbaiki," kata Iqbaal.


Pertemuan itu membuat mereka bertiga sangat akrab. Iqbaal sempat menyesal telah memisahkan Bima dan Reno, ia yakin pasti Bima menderita selama bertahun-tahun lama nya.


"Reno, jaga diri mu dengan baik, paman sangat senang kau tumbuh dengan sangat baik," ucap Bima.


"Aku sangat senang bertemu dengan mu lagi, awal nya aku tidak ingin bertemu dengan mu tapi saat bertemu dengan ku perasaan ku seperti los kontrol," kata Reno.


Hari semakin larut, mereka kembali masuk ke dalam kamar masing-masing. Untuk malam ini Bima menginap di rumah Iqbaal sesuai dengan permintaan Reno, Reno masih ingin berbincang banyak dengan Bima.


"Kau masih sakit, malam ini aku membiarkan mu tidur di sini, aku tidak ingin kau mati, tapi jangan salahkan aku jika tangan ku akan nakal," ucap Reno.


Reno membaringkan tubuh nya di samping tubuh Annisa. Ia masih tidak mengerti wanita cantik berambut panjang ini kenapa selalu menutup Kepala nya. Kakak nya juga tidak memberikan jawaban yang jelas Raffi hanya menitipkan Annisa pada nya, dan menjaga Annisa dengan baik.


"Kau tau kau itu cantik, apalagi rambut mu itu aku sangat suka. Tapi aku tidak suka sifat mu, ntah kenapa aku sangat benci pada mu," ucap Reno.

__ADS_1


Sebenarnya Annisa mendengar ucapan dari Reno, mata nya memang terpejam tetapi ia belum tertidur. Annisa tersadar karena ranjang yang ia tiduri bergerak saat Reno naik ke atas ranjang.


"Eh kau tau, aku baru pertama kali mencium wanita yaitu kau, jadi aku mohon pada mu, itu ciuman pertama mu atau setidaknya aku yang mendapatkan ciuman pertama mu. aku sudah gila berbicara dengan manusia pingsan.


__ADS_2