Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Anak siapa


__ADS_3

"Seperti nya aku harus pindah rumah dad," ucap Reno.


"Apa maksud mu, apa kau ingin hidup mandiri," tanya Iqbaal.


"Karena kau selalu datang saat momen yang tidak tepat," ucap Reno.


"Kau sedang anu," tanya Iqbaal dengan wajah tanpa rasa bersalah.


"Iya aku sedang anu, dan aku tidak jadi anu. Jadi jika daddy lama mendapatkan cucu dari ku itu karena daddy selalu menganggu ku," jawab Reno.


"Oh begitu, ini pakaian yang harus kalian pakai nanti, ingat jam 11 siang," ucap Iqbaal sambil memberikan pakaian yang ia bawa dan langsung Pergi meninggalkan Reno.


Reno kembali masuk ke dalam kamar dengan wajah yang merah padam, rasa nya ia ingin membanting daddy nya tanpa ampun, tapi tidak mungkin ia melakukan hal itu.


"Annisa mandi lah, ini pakaian mu tidak ada waktu lagi," ucap Reno.


"Jangan melihat ke arah ku mas, aku tidak sedang tidak memakai pakaian yang lengkap."


"Aku sudah melihat nya, kenapa kau malu," ucap Reno.


"Mas, apa tadi kita akan melakukan nya," tanya Annisa.


"Apa harus aku jawab pertanyaan itu, jika daddy ku tidak datang mungkin kau sudah menerima Reno junior," jawab Reno.


"Oh begitu, untung saja tidak jadi. Aku takut," kata Annisa.


"Pertama saja takut, nanti lama-lama suka," gumam Reno.


Jika di pikir-pikir Reno cukup bersyukur tidak jadi melakukan nya, tadi ia hanya sedikit lepas kontrol yang membuat nya sudah ingin menanam benih nya. Sebenarnya Reno ingin ia benar-benar yakin dengan Annisa baru akan menanam benih nya, untuk saat ini Reno masih sedikit belum yakin pada Annisa, ia merasa Annisa masih menyembunyikan sesuatu pada nya.


"Kayla mungkin jika aku menikah dengan mu, beda cerita lagi. Kayla memang bukan jodoh ku," ucap Reno.


Kayla dan Annisa dua wanita yang memiliki karakter yang sangat berbeda, Kayla lebih aktif dan cerewet di bandingkan Annisa yang jauh lebih pendiam dan sangat lembut. Mungkin karena lembutan itu lah yang membuat Reno sedikit mencair.


Reno berjalan masuk ke dalam kamar mandi menyusul Annisa. Rasa malu nya pada Annisa sudah tidak ada lagi, ntah kenapa Reno senang membuat Annisa terkejut melihat anu nya. Apalagi ia sering memergoki Annisa suka melihat anu nya diam-diam.


"Mas," ucap Annisa yang terkejut akan kedatangan Reno.


"Aku akan berendam," kata Reno.


Kamar mandi di rumah Reno dan di hotel cukup berbeda, kaca tempat mandi tidak buram seperti yang di hotel. Jadi Reno maupun Annisa dapat melihat masing-masing tubuh pasangan mereka.


"Mas itu mu, ahahkkk mata ku," batin Annisa sambil mempercepat kegiatan nya.

__ADS_1


Pukul 10.30. Reno dan Annisa sedang bersiap-siap memakai pakaian mereka. Annisa memakai gaun berwarna putih yang tidak terlalu besar, cocok dengan bentuk tubuh Annisa yang mungil. Begitu juga dengan Reno yang memakai warna yang senda dengan gaun Annisa.


Tak lama MUA yang akan merias wajah Annisa masuk kedalam kamar. Reno juga di beri sedikit sentuhan agar wajah nya lebih segar dan tampan.


"Tidak jangan tebal-tebal," ucap Reno.


"Iya tuan, anda sudah putih dan tampan tuan. Jadi tidak perlu di pertebal."


Reno memilih keluar dari dalam kamar, ia tidak suka banyak wanita di dalam kamar nya. Ia cukup terkejut saat melihat tempat pernikahan nya terlihat sangat indah.


"Bagaimana mungkin dad, lantai dua di sulap menjadi seperti ini," tanya Reno.


"Kau saja yang tidak sadar, padahal saat kau pulang tadi sudah mulai jadi," jawab Iqbaal.


"Aku tidak lewat lift langsung ke lantai 4."


"Reno kau tidak terpaksa kak menikah dengan Annisa," tanya Iqbaal.


"Untuk saat ini tidak dad, mungkin memang Annisa jodoh ku, dan aku sudah mulai nyaman dengan nya," jawab Reno.


"Bagus lah, daddy suka sifat mu yang seperti ini. Daddy hanya ingin meminta maaf jika daddy ada salah pada mu," ucap Iqbaal.


"Tidak dad, daddy tidak pernah salah pada ku, aku yang banyak salah pada daddy," ucap Reno.


"Tidak Ren, kau tidak banyak salah. Kau masih mengingat ijab qabul nya kan," tanya Iqbaal.


Iqbaal memberikan beberapa kejutan untuk Reno, pertama pernikahan nya tidak sesederhana yang ia pikirkan. Yang ke dua Bima datang sebagai ayah kandung nya bukan paman, karena pasti Reno akan menyadari jika diri nya memakai nama Bima dan Chika. Yang terakhir Azka beserta Natasya akan datang untuk menyaksikan pernikahan ini.


Reno sudah duduk di depan penghulu. Ia hanya tinggal menunggu Annisa dan yang keluarga lainnya sebagai kejutan untuk Reno.


"Reno," ucap Bima.


"Paman, daddy paman datang." Reno langsung berjalan menghampiri Bima.


"Mana mungkin paman melewatkan momen penting ini," Ucap Bima.


"Terima kasih untuk kehadiran nya paman."


"Iya ren, oh iya perkenalan ini istri paman," ucap Bima.


"Selamat datang tante," kata Reno.


"Iya ren, selamat atas pernikahan mu ya," ucap Iris.

__ADS_1


"Kau melupakan kakek mu," ujar Azka.


"Kakek." Reno mencari arah sumber suara.


"Aku di sini," ucap Azka.


"Kakek kau sudah tua," kata Reno sambil mendekati Azka.


Azka yang awal nya ingin memeluk Reno berubah seketika ingin memukul Reno.


"Kau Reno," ucap Azka.


"Hehehe aku bercanda kek," kata Reno.


Reno memeluk Azka dengan erat, ia sudah hampir 5 tahun tidak pernah bertemu dengan Reno.


"Kau cepat sekali besar nya, kau sangat gagah Reno," ucap Azka.


"Jelas kek, aku kan banyak makan," kata Reno.


"Nenek, kau semakin cantik, aku semakin suka dengan mu," ucap Reno.


"Kau bisa saja Reno," Kata Natasya.


"Hehehe iya nek, aku sangat tampan kan," ucap Reno.


"Iya sayang, kamu sangat tampan, dimana calon istri mu, apa dia sangat cantik," kata Natasya.


"Aku tidak mau memujinya nek, Terima kasih nek sudah datang ke pernikahan ku."


Setelah semua orang berkumpul Reno kembali ke tempat nya. Ia sudah siap untuk melakukan ijab qabul.


"Reno calon istri mu sangat cantik," ucap Natasya.


"Dia memang sangat cantik," batin Reno.


"Sudah siap Reno, kita mulai ya."


Reno mulai melakukan ijab qabul, ia sangat terkejut bukan nama Iqbaal yang di sebutkan melainkan Chika ibu nya. Walaupun begitu Reno tetap melakukan ijab Qabul sampai selesai.


Semua orang sudah berkata sah, mereka berdua sudah resmi menjadi sepasang suami istri.


"Daddy apa maksud nya ini, kenapa memakai nama mamah, apa aku anak haram," tanya Reno.

__ADS_1


"Ren, maaf Ren mungkin kau memang harus mengetahui semua nya," jawab Iqbaal.


"Kau anak ku ren, anak ayah," ucap Bima.


__ADS_2