
"Jangan kau ikutin permintaan kakak mu, dia sesat," kata Reno sambil membawa Harry pergi meninggalkan Kayla dan David.
Karena tidak ingin terlalu berlama-lama Reno langsung membawa Harry ke salah satu mall terbesar di kota ini, ia sudah seperti seorang ayah yang membawa anak nya ke sana-sini.
"Hanya es krim," tanya Reno.
"Tidak, aku ingin mainan," jawab Harry.
"Oke mainan, karena kita hanya berdua jadi kita harus membuat perjanjian berapa mainan yang akan kita beli."
"50," ucap Harry.
"No 15," kata Reno.
"Terlalu sedikit, hmmm 35."
"Ya sudah 25, tidak ada penawaran lagi,' ucap Reno.
"Iya 25 aku ingin 25 mainan," kata Harry.
Harry tidak ada beda nya dengan diri nya di masa kecil, dulu saja Reno hampir mendapatkan satu truk mainan baru nya dalam satu bulan. Belum lagi pemberian dari para paman nya.
"Kau tau saja mainan yang mahal," ucap Reno.
"Ini ada harga nya abang, aku sudah sekolah," kata Harry.
"Adik abang memang pintar."
"Abang tadi kakak meminta gaun. Kata kakak, abang tau gaun yang kakak suka," kata Harry.
"Sudah aku duga, iya aku tau setelah kita butik," ucap Reno.
Harry mengambil berbagai macam mainan yang ia suka, tidak peduli berapa harganya abang nya pasti akan membayar nya tanpa protes.
"Abang satu lagi ya," ucap Harry.
"Harry hanya 25 mainan," kata Reno.
"Tidak abang, satu lagi saja, ya ya ya," bujuk Harry.
"Ya sudah 1 lagi, setelah itu tidak ada lagi, kau kau apa," tanya Reno.
"Ayo ikut aku," jawab Harry sambil menarik Reno kesatu tempat.
"Itu abang, aku mau itu," ucap Reno sambil menunjuk mobil besar yang bisa ia naiki.
"Harry bagaimana bisa kita membawa mobil sebesar itu," kata Reno.
"Kami bisa mengantarkan nya tuan," kata pelayan tokoh.
"Kurang ngajar, aku malas membelinya, malah muncul manusia ini," batin Reno.
"Kau mau yang mana," tanya Reno.
"Yang warna kuning dan merah," jawab Harry.
"Kata mu hanya satu, kenapa dua," tanya Reno.
"Abang," rengek Harry.
__ADS_1
"Antar kan ke rumah saya, sesuai dengan yang adik saya inginkan," ucap Reno.
Reno dan Harry berjalan menuju kasir, Reno yakin mainan yang ia beli dengan Harry tidak menghabiskan banyak uang. Ya ia yakin adalah gaun milik Kayla nanti pasti jauh lebih mahal.
Beruntung pihak toko bisa mengantarkan semua mainan yang mereka beli. Setelah semua nya selesai, Reno membawa Harry ke butik tempat ia mencari gaun untuk Kayla.
"Kenapa mahal-mahal ya," ucap Annisa.
"Aku ingin tampil istimewa di pertunangan Kayla, bagaimana aku bisa tampil istimewa gaun saja tidak punya." batin Annisa.
"Mbak tidak ada yang murah," tanya Annisa pada penjaga butik.
"Maaf mbak, ini bukan pasar yang ada barang murahan."
"Sombong sekali orang Ini, orang kaya memang tidak memiliki akhlak," batin Annisa.
Dari kejauhan Harry melihat orang yang tidak asing menurut nya.
"Kakak," teriak Harry dan langsung mendekati orang itu.
"Suara Harry," batin Annisa.
"Kakak, aku di sini," ucap Harry.
"Hey Harry, kau di sini, kau sedang apa," tanya Annisa.
"Membeli mainan, kakak ingin membeli gaun seperti kak Kayla," jawab Harry.
"Kayla, apa Kayla teman ku, ah nama Kayla banyak," batin Annisa.
"Harry jangan sembarangan berbicara dengan orang lain," ucap Reno.
"Suara itu," ucap Annisa sambil menaikan kepala nya.
"Reno, dia adik mu," tanya Annisa.
"Iya dia adik ku, kenapa kau bisa kenal dengan nya?"
"Aku kenal dengan nya di sekolah, Aku penjaga perpustakaan," kata Annisa.
"Kakak ini sangat baik bang, dia yang menemani ku di perpustakaan," ucap Harry.
"Oh ya sudah kalian berbincang lah, aku akan mencari gaun untuk Kayla," kata Reno.
"Kakak aku membeli banyak mainan," ucap Harry.
"Oh iya, kau pasti sangat mudah membeli banyak mainan," kata Annisa.
Annisa hanya mendengar banyak cerita dari Harry. Mereka sudah cukup lama tidak bertemu, karena Annisa yang mengambil cuti.
"Bungkus yang ini mbak," ucap Reno.
"Iya tuan, apa tuan mengenal wanita itu?"
"Iya dia teman ku, ada apa," tanya Reno.
"Oh teman tuan, dia ingin mencari gaun, tapi uang nya tidak cukup," jawab pelayan.
Tak lama Reno kembali berjalan mendekati Annisa dan Harry yang masih asik berbincang.
__ADS_1
"Harry ayo pulang," ucap Reno.
"Iya bang, aku pulang dulu kak," kata Harry.
"Iya Harry, besok kita akan bertemu di sekolah," ucap Annisa.
Setelah Reno dan Harry pergi, Annisa pun ingin pergi dari tempat itu. Ia merasa memang tidak cocok berada di tempat ini.
"Tunggu mbak," ucap pelayan.
"Iya ada apa," tanya Annisa.
"Ini untuk anda, tuan yang datang bersama anak kecil tadi, membelinya untuk anda."
"Ha! di membelinya untuk ku," kata ucap Annisa.
"Iya mbak, ini gaun nya."
Annisa mengambil paperback yang berisi gaun, dan langsung berlari mengejar Reno dan Harry.
Saat di parkiran Annisa sudah tidak menemukan Reno dan Harry. Ia hanya bisa mengirim pesan pada Kayla untuk menyampaikan pesan Terima kasih pada Reno.
Sesampainya di rumah, hari juga sudah mulai gelap, ia juga sudah melihat mobil besar yang ia beli tadi sudah berada di arena bermain outdoor. Reno menggendong Harry yang sudah tidur masuk ke dalam rumah.
"Sudah pulang," ucap Iqbaal.
"Apa aku cukup lama dad, sudah puas kan," tanya Reno.
"Sudah Sanga puas, hanya saja pinggang daddy sedikit sakit," jawab Iqbaal sambil mengambil alih Harry.
"Kau memberikan nya banyak mainan."
"Dia terlalu pintar untuk aku bawa ke toko mainan," ucap Reno.
Setelah mengantarkan Harry sebelum ia mandi, Reno ingin masuk ke dalam ruang gym. Hari ini ia baru sempat melati otot-otot nya.
"Kak dimana gaun ku," tanya Kayla.
"Oh iya ada di dalam mobil, aku lupa membawa nya masuk," jawab Reno.
"Untuk Annisa saja tidak lupa," goda Kayla.
"Maksud mu," tanya Reno.
"Annisa mengirim ucapan terimakasih, aku tidak tau ucapan terimakasih apa," jawab Kayla.
"Oh iya, itu tadi Harry," kata Reno.
"Ada apa dengan Harry," tanya Kayla.
"Mereka berdua saling kenal, Annisa bekerja di sekolah tempat Harry sekolah," jawab Reno.
"Oh dunia memang sempit, ya sudah masuk lah ke dalam, di sana ada pacar ku yang sedang olahraga," kata Kayla.
"Dia belum pulang," tanya Reno.
"Kemungkinan akan menginap," jawab Kayla
"Jangan satu kamar," ucap Reno.
__ADS_1
"Kalau satu kamar kenapa kak, aku sudah dewasa tidak mungkin melakukan yang tidak-tidak."
"Setan kan selalu menggoda kita, membisikkan kata-kata yang akan membuat mu terjebak," ucap Reno.