Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Episode 31


__ADS_3

"Mas tunggu," ucap Dinda.


"Ada apa lagi," tanya Aziel.


"Anu aku lupa aku datang bulan," jawab Dinda.


"Datang bulan dari mana, kamu saja baru datang bulan beberapa hari lalu," kata Aziel.


"Oh ya ya aku lupa," ucap Dinda.


"Sayang kamu mengerjai ku," tanya Aziel.


"Hahaha iya, ya susah ayo, tak jadi kah," jawab Dinda.


"Ya jadi dong.."


Malam ini mereka berdua kembali menghabiskan waktu dengan mencapai surga dunia. Memang tak ada hal yang lebih dari melakukan hal dengan pasangan tercinta.


Keesokan harinya, seperti yang sudah di rencanakan, mereka berdua akan pergi ke acara kampus berdua. Zikri sudah berangkat lebih dulu dari mereka berdua, Zikri sengaja tak ingin menganggu Aziel yang sedang kasmaran.


"Cantik nya," ucap Aziel.


"Siapa yang cantik," tanya Dinda.


"Istri ku lah, emang nya ada wanita lain di rumah ini," jawab Aziel.


"Oh iya. Bapak Aziel aku tak secantik yang kamu katakan." Dinda mendekati Aziel dan mencium bibir nya dengan lembut.


"Jangan memancing ku sayang," ucap Aziel.


"Biar saja, biar kamu rasakan." Tangan Dinda menyelinap masuk ke dalam boxer Aziel, Aziel belum memakai pakaian lengkap nya, ia sengaja menunggu Dinda selesai dulu karena wanita pasti akan lama. Tetapi Aziel tak berpikir jika hal itu akan menjadi boomerang untuk nya.


"Dia bangun sayang," ucap Aziel.


"Hahaha ia bangun." Dinda menurunkan boxer itu sampai benda panjang itu keluar dari tempat nya.


"Aku menunggu mu di luar." Dengan cepat Dinda langsung berlari keluar kamar.


"Sayang tanggung jawab," teriak Aziel.

__ADS_1


"Ahkkk kurang ngajar. Hey kenapa kau muda sekali bangun, dasar murahan." Aziel tak tau bagaimana cara menidurkan nya. Ia berusaha mengalihkan perhatian nya ke hal hal positif saja.


"Jangan ganggu aku."


"Kau kurang ngajar sekarang ya..."


"Aku akan memutuskan nya nanti malam." Dinda mematikan sambungan telepon itu.


Ia sudah mendapatkan semua yang ia rencanakan. 100 persen restoran Aziel ada di tangan nya, jika ia bertindak semua nya akan hancur. Dalam beberapa hari saja ia sudah menyelesaikan rencana nya.


"Sayang ayo," teriak Dinda dari luar.


"Tunggu," ucap Aziel.


Tak lama Aziel keluar kamar dengan memakai serba Dior, memang kalau seperti ini Aziel jauh jauh lebih tampan dari biasa nya. Tetapi memang mau kapan pun dan saat apapun wajah tampan Aziel tak akan pernah hilang.


"Sayang aku sudah lama tak ke kampus itu, mungkin semenjak lulus."


"Kamu kir aku sering ke sana, aku sudah tak pernah ke sana lagi, banyak masa lalu ku yang menyedihkan di sana, jadi aku tak mau ke sana lagi," kata Dinda.


"Ya terus kenapa sekarang kamu mau," tanya Aziel.


"Jangan khawatir saat dengan mu, semua kenangan itu akan menjadi indah," ucap Aziel.


"Semoga saja."


Mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah dam langsung ke kampus. Banyak orang yang Aziel temui beberapa mantan nya juga terlihat di mata nya. Aziel sampai salah tingkah melihat mantan mantan nya memperhatikan nya dengan istri nya. Ia yakin mereka semua akan panas melihat nya seperti ini.


"Kenapa wanita wanita itu melihat kita seperti itu," tanya Dinda.


"Mereka mantan ku," jawab Aziel.


"Hahaha banyak mantan ya, aku tak tau kalau suami ku ini buaya," ucap Dinda.


"Buaya yang sudah taubat sayang," kata Aziel.


"Hahaha begitu ya, mantan mantan mu sangat cantik ya," ucap Dinda.


"Sayang kamu tak lihat wajah ku, bagaimana tampan nya aku, ya jelas wanita yang berpacaran dengan ku cantik cantik."

__ADS_1


"Oh begitu, ya sudah sana sama mantan mantan mu saja, aku ingin mengelilingi kampus ini." Dinda melepaskan Aziel dan pergi meninggalkan nya.


"Ah aku malas kalau sudah begini." Aziel berlari mengejar istri nya.


"Sayang lapangan ini," ucap Aziel.


"Ada apa dengan lapangan ini," tanya Dinda.


"Tempat aku dan wanita itu bertemu, dan tempat aku dan ia berjanjian untuk yang terakhir kali nya," jawab Aziel.


"Terus bagaimana? kalian bertemu," tanya Dinda.


"Tidak aku terlambat, dia sudah pergi," jawab Aziel.


"Maksudnya???"


"Ya aku awal nya memang tak ingin datang karena itu acara ulang tahun kakak nya Lisa, pacar ku sebelum Lisa. Tapi aku sangat tak enak dengan nya, aku bukan pria yang tidak menepati janji, aku sebenarnya juga belum terlalu terlambat. Saat itu hujan besar, dan kebetulan mobil ku terkena macet, dan ternyata ada yang kecelakaan, mobil ku tak jauh dari kecelakaan itu, ada seseorang yang meminta bantuan pada ku untuk membawa korban itu ke rumah sakit. Karena mengantarkan korban itu ke rumah sakit yang cukup jauh aku pun terlambat. Saat sudah sampai di sini dia sudah tak ada, aku tak pernah bertemu dengan nya lagi semenjak saat itu," jelas Aziel.


"Begitu, kamu pria yang baik, aku yakin kalau wanita itu tau yang sebenarnya pasti dia tak akan marah pada mu." Dinda memeluk Aziel dengan erat.


"Ziel ayoo.. Malah berpelukan di lapangan," teriak Zikri.


"Iya kami ke sana," Aziel dan Dinda langsung berjalan mendekati Zikri.


Acara pun dimulai, Aziel menjadi tamu kehormatan di acara itu. Bagaimana tidak? Aziel lulusan terbaik yang sampai sekarang belum ada yang menggeser prestasi Aziel. Ia jua pengusaha muda yang cukup terkenal, hanya saja banyak dari mereka yang belum tau jika Aziel sudah menikah.


"Kamu sangat bangga dengan suami mu kan, tak ada orang yang begitu sempurna seperti ku," ucap Aziel.


"Hahaha iya iya, tak ada yang lebih sempurna dari mu kamu yang terbaik."


"Bang jangan lupa, jika memberikan kata sambutan sebut nama ku, aku memang bukan yang terbaik, tapi aku kan juga termasuk berprestasi seperti mu," ucap Zikri.


''Tenang saja, aku akan menyebut kalian semua, aku tu tak akan melupakan kalian semua."


Apa yang di tunggu pun datang, Aziel naik ke atas mimbar untuk memberikan sepata dua pata ucapan. Rata rata dari mereka semua mengagumi Aziel yang sangat luar biasa.


Termasuk Dinda sendiri, Dinda selalu merasa bersyukur menikah dengan Aziel. Ia juga sangat terkejut ketikan Aziel memperkenalkan dirinya sebagai istri Aziel. Tak ada hal yang lebih membanggakan selain hal itu.


Setelah acara selesai Aziel dan Dinda kembali mengelilingi kampus mengenang masa masa mereka kuliah dulu. Meskipun beda angkatan, mereka berdua masih nyambung, Aziel juga merasa heran kenapa Dinda seperti sangat mengenal diri nya dulu, hampir semua hal yang Aziel pernah lakukan di kampus dulu Dinda mengetahui nya.

__ADS_1


"Kamu tidak meminta seseorang untuk mencari semua informasi tentang ku kan?"


__ADS_2