
Sebelum nya agar tidak bingung, bisa baca dua bah sebelum nya. Terimakasih atas perhatian nya. Happy Reading..
"Yakin? kenapa kamu tiba tiba baik begini pada ku, tidak seperti biasa nya saja."
"Hahaha aku baik salah, jahat salah, kenapa dimata wanita pria selalu salah," ucap Aziel.
"Kan memeng pria tempat nya salah jangan salahkan wanita, wanita tidak pernah salah, jika wanita salah pria lebih salah," ucap Dinda.
Aziel membuang nafas nya dengan kasar, ia hanya diam agar tidak salah lagi di mata istri nya.
"Kenapa diam, aku salah berkata," tanya Dinda.
"Tidak tidak, sejak kapan wanita salah, aku yang salah karena diam. Jadi bagaimana? Kamu mau kan belanja dengan ku, jangan khawatir aku yang akan membayar semua nya, kau tak akan mengeluarkan uang satu sen pun," ucap Aziel.
"Iya aku mau wanita mana yang tak mau diajak belanja oleh suami nya dan kamu wajib membayar semua nya, itu sudah menjadi tugas mu. Lisa saja kamu berikan uang sampai ratusan juta ya kali belanja dengan istri nya, istrinya yang membayar," kata Dinda.
Aziel tau istri nya sedang menyindir nya habis habisan, lebih baik tersenyum dengan lebar dari pada menambah masalah lagi.
Aziel membawa Dinda ke mall terbesar di kota itu, Azel sama sekali tidak malu membawa Dinda seperti itu meskipun mereka sudah pasti mendapatkan perhatian banyak orang.
"Mas kamu tidak malu membawa ku ke mall dalam kondisi seperti ini, pasti kita menjadi perhatian banyak orang."
"Jangan terlalu percaya diri mereka tidak memperhatikan mu, mereka sedang kagum dengan ketampanan ku, aku tu sangat tampan meskipun aku bukan pria asli sini, wajah bule ku itu sangat di sukai banyak wanita sini," kata Aziel.
"Hahaha kamu ni ya, kamu sangat percaya diri sekali ya, tapi jujur aku sangat suka dengan kepercayaan diri mu, kamu sangat tampan, memang semua yang kamu katakan itu benar," ucap Dinda.
Dinda duduk di kursi tokoh es krim di mall itu, ia menunggu Aziel yang sedang memesankan es krim untuk diri nya. Dinda sedang memikirkan semua cerita Aziel tadi, apakah semua cerita itu benar atau hanya karangan Aziel untuk menutupi keburukannya.
Tak lama Aziel datang dengan membawa es krim di tangan ya, ia tak tau es krim apa yang Dinda suka, tadi ia lupa bertanya pada Dinda es krim apa yang ia suka. Aziel hanya membawa satu mangkuk es krim saja agar tidak repot.
''Sayang kamu sudah kembali?'' tanya Dinda, ia taku pria lain yang duduk di dekat nya.
Ntah kenapa Aziel mempunyai pikiran jahil, ia berencana mengerjai istri nya ini.
"Tidak,, aku bukan suami mu, suami mu pergi meninggalkan mu, hahaha rasakan sekarang kau milik ku, suami mu menjual mu pada ku," Aziel menyamarkan suara nya untuk mengelabuhi Dinda.
__ADS_1
Dinda mengerutkan dahi nya, seperti nya pria ini sedang berbohong, Aziel tidak mungkin menjual nya, Aziel sangat kaya raya dan tidak akan membutuhkan uang dengan cara seperti ini.
"Sayang jangan berbohong, aku tau ini kamu, kamu usil sekali ya," rengek Dinda.
"Hahaha kamu tau jika ini aku, ah seperti nya aku tidak pintar bersandiwara, padahal aku ingin menjadi artis wajah tampan ini sangat cocok berada di layar kaca."
''Hahaha kamu mana mungkin aku bisa kamu tipu, aku tu sudah sangat hapal suara mu, dan kamu pikir aku bodoh, kamu tidak mungkin memerlukan uang toh kamu sendiri bang berjalan, mana mungkin menjual istri nya.Yang ada kamu jatuh miskin di usir orang tua mu, kamu tau sendiri kan jika orang tua mu sangat menyayangi ku," kata Dinda.
"Iya iya, maaf, aku hanya ingin mengerjai kamu. Bagaimana kamu takut tidak aku jual," tanya Aziel.
"Sayangnya tidak takut," jawab Dinda.
Tiba-tiba Handphone Aziel berdering, ia pikir panggilan dari Lisa, tetapi ternyata dari Dokter nya Dinda. Dokter menanyakan beberapa hal pada Dinda untuk memastikan lagi pembukaan perban di mata Dinda.
"Sudah bisa di buka sekarang jika mau, atau besok malam. Kalau pagi saya tidak ada di rumah sakit."
"Iya dok sekarang juga," ucap Dinda.
"Dinda besok saja lah, kenapa sekarang si, kita kan mau belanja."
"Ya sudah setelah makan es krim. Sayang sudah di beli, mubazir jika tidak di makan," ucap Aziel.
"Iya iya."
Setelah memakan es krim itu sampai habis. Mereka pun pergi meninggalkan tempat itu dan langsung ke rumah sakit. Dinda tidak sabar untuk melihat dunia tanpa ribet lagi. Ia sudah tidak tahan seperti ini terus.
"Mas aku ingin kamu yang pertama kali aku lihat," ucap Dinda.
"Aku," tanya Aziel.
"Iya lah, kamu, aku ingin kamu yang tepat berada di depan mata ku."
"Hahaha iya iya, wajah tampan ku yang akan kamu lihat," ucap Aziel.
Sesampainya di rumah sakit sebelum pelepasan. Dinda menjalani pemeriksaan, setelah semuanya di rasa baik dan sudah siap. Dinda pun
__ADS_1
duduk di atas kasur untuk melepaskan perban nya.
"Mas kamu di depan mata ku kan," tanya Dinda.
"Iya aku di sini, jangan khawatir."
Perban itu mulai di lepas, Dinda mendengar instruksi dari dokter. Ia tidak akan memaksa kan jika belum bisa melihat dengan jelas.
"Sayang buka perlahan," ucap Aziel.
"Apa nya," tanya Dinda.
"Mata mu sayang, ya kali baju kamu," jawab Aziel.
Perlahan Dinda membuka mata nya, pertama tama Dinda belum bisa melihat Aziel dengan jelas, tetapi setelah beberapa saat menyesuaikan Akhirnya Dinda bisa melihat dengan sangat jelas wajah tampan Aziel sangat jelas lebih jelas dari saat ia memakai kaca mata.
"Bagaimana," tanya Aziel.
"Sangat tampan," jawab Dinda.
"Biar saya periksa sejenak," kata Dokter.
Hasil operasi sangat memuaskan. Dinda sudah bisa melihat dunia dengan jelas tanpa bantuan kaca mata. Dinda hanya perlu memberikan tetesan obat di mata nya agar tidak infeksi.
"Aku sangat bahagia," Dinda memeluk Aziel dengan erat.
"Aku pun begitu," kata Aziel.
Setelah selesai mereka pun langsung pulang ke rumah, hari sudah malam dan sudah waktunya untuk mereka beristirahat.
Tengah malam handphone Dinda berdering, ia sudah satu minggu tidak membuka handphone nya. Panggilan itu berasal dari bos nya.
"Aku sudah menemukan bukti nya, dia baru pulang dari Hawai dan sedang berada di hotel dengan laki laki lain. Ke sana dan bawa suami mu."
"Baik," ucap Dinda.
__ADS_1
"Sayang bangun, sayang." Dinda mencium wajah Aziel agar Aziel bangun dari tidur nya.