Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Kegilaan Fahri.


__ADS_3

Lagi dan lagi Fahri pulang dengan keadaan yang mabuk, ia di bantu para teman nya agar bisa sampai ke rumah.


"Sudah lah kalian pergi," ucap Fahri.


Bayu dan yang lainnya baru kembali pulang ke rumah, melihat Fahri mabuk membuat emosi Bayu memuncak, anak nya itu memang sudah di luar batas.


"Kau," Bentak Bayu.


Kirana buru-buru membawa Ayu masuk ke dalam sebelum ia bangun karena suara ayah nya yang meninggi.


"Ayah, ada apa yah," ucap Fahri seperti orang yang tidak bersalah sedikit pun.


"Kau benar-benar sudah keterlaluan," Bayu menyeret Fahri secara paksa, ia membawa Fahri masuk ke dalam kamar mandi.


Bayu menyalahkan air dingin dan langsung melemparkan Fahri secara kasar ke dalam badhup. Bukan hanya itu tangan nya melayang memukul wajah dan tubuh anak nya tampa ampun.


Air yang semula jernih berubah menjadi kemerahan karena darah yang mengalir dari tubuh Fahri. Kirana berlari masuk ke dalam kamar Fahri, ia takut suami nya kelewatan dan membuat Fahri sampai masuk rumah sakit seperti sebelumnya.


"Sayang sudah, dia anak mu," ucap Kirana sambil memeluk Bayu.

__ADS_1


"Dia memang anak ku, aku ingin memberikan nya pelajaran, mau berapa wanita lagi yang datang meminta pertanggung jawaban kita," kata Bayu.


Selama ini kurang lebih 3 wanita yang datang ke rumah meminta pertanggung jawaban dari Fahri, tapi saat di tes DNA yang di kandung wanita itu bukan anak Fahri, tapi dengan hal itu Bayu dapat menyimpulkan jika Fahri sudah sering melakukan nya dengan wanita mana pun.


"Sudah, aku akan mengobati nya, nanti kamu bisa membicarakan baik-baik dengan nya, api kita beri api tidak akan padam sayang," ucap Kirana.


Kirana membantu anak nya yang sudah lemas tak berdaya bangkit dari atas badhup. Perlahan kesadaran Fahri mulai seratus persen pulih.


"Untuk apa mamah melakukan ini pada ku, ayah saja sudah ingin membunuh ku," ucap Fahri.


"Karena aku sayang pada mu, kau anak ku Fahri, aku mengandung mu selama 9 bulan." Kirana meneteskan air mata nya, ia tidak sanggup berbicara jika sudah berurusan tentang Fahri.


"Luka di wajahmu cukup parah, kita ke rumah sakit saja ya," kata Kirana.


"Aku tidak suka bauk rumah sakit mah, panggil saja dokter nya ke sini, tubuh ku benar-benar terasa sangat sakit," ucap Fahri.


Kirana mengangguk kan kepala nya dan langsung menghubungi dokter Langganan nya, dokter itu sudah tau jika tengah malam begini Kirana menghubungi nya berati Fahri sedang terluka.


Pagi hari nya, Bayu masuk ke dalam kamar Fahri, ia membawa sepiring makanan untuk Fahri makan, karena sedari tadi Fahri tidak ada keluar kamar untuk sarapan pagi.

__ADS_1


"Makan," ucap Bayu.


"Terima kasih yah." Fahri mengambil piring itu dan mulai memakan nya.


Sebenci dan semarah apapun orang tua pada anak nya, tetap saja kasi sayang orang tua pada anak nya tidak pernah hilang. Seperti Bayu ia memang sangat marah pada Fahri tapi melihat Fahri terluka karena tangan nya membuat nya Bayu sangat menyesal.


"Kau akan mengulanginya lagi," tanya Bayu.


"Jika ada kesempatan, sudah hobi mau bagaimana lagi," jawab Fahri.


"Sudah hobi siap untuk mati, aku benar-benar akan membunuhmu jika kau sampai seperti kemarin malam," ucap Bayu.


"Aku tidak akan pulang kalau begitu, aku bukan anak mu kan," tanya Fahri.


"Dimana pikiran mu, aku marah pada mu karena aku sayang, bukan karena kau bukan anak ku," jawab Bayu.


"Hmmm, aku sudah tau jawaban itu," ucap Fahri.


"Dengar kan aku, mulai sekarang kau tidak boleh pulang dan kau akan segera menikah agar tidak ada wanita yang datang mengaku-ngaku hamil anak mu," kata Bayu.

__ADS_1


Note: cerita selanjutnya akan penuh dengan air mata dan kekerasan, jika tidak suka skip, dan akhirnya tetap saja happy ending.


__ADS_2