
"Mahal sekali kak," ucap Zikri.
"Barang yang kita bawa banyak sekali," kata Reno.
"Pria itu aku tidak asing dengan nya," kata Aziel saat melihat ke arah Reynald.
Reynald langsung membuang pandangan nya ke sembarang arah. Ia takut Aziel dapat mengenali nya. Menurut Reynald Annisa memang sangat cantik tapi Annisa sama sekali bukan tipe nya, ia lebih suka dengan wanita yang berbentuk.
"Annisa ini dompet ku," ucap Reno.
"Oh nama nya Annisa, hmmm biasa saja, bodi nya tidak terlalu berbentuk. Suami nya seperti Reno aku rasa dia sudah di cabik-cabik oleh Reno terlebih dahulu," batin Reynald.
Di dalam pesawat Reynald duduk dekat dengan Reno. Dari aura wajah nya Reynald dapat memastikan Reno memiliki sifat seperti nya. Ia tidak mungkin tinggal diam saat istri nya di usia oleh orang lain.
"Reynald seperti nya kau tidak perlu menjalankan misi ini, perusahaan ku memang satu tingkat lebih besar dari Winarta grup. Tapi soal pasukan dan kekejaman Winarta grup tidak ada tandingan nya. Mereka bisa meminta bantuan Mafia besar jika mereka mau," batin Reynald.
Reynald yang awal nya bengis dan kejam langsung cuit jika di hadapkan oleh Reno. Aura yang Reno pancarkan memang masih tidak ada yang bisa menandingi.
Visual Reynald. (Kalau bervisual pasti menjadi peran penting).
Penerbangan melbourne ke Jakarta memerlukan waktu sekitar 11 jam, berarti jika mereka berangkat Siang mereka akan sampai di Jakarta dini hari karena perbedaan waktu. Dengan begitu Harry tidak mungkin ikut menjemput kepulangan mereka semua. Mereka hanya akan di jemput oleh orang suruhan Iqbaal.
Sesampainya di Indonesia Zikri tetap ikut pulang ke rumah Reno, ia akan tinggal sampai besok pagi. Di rumah tidak ada lagi yang bangun untuk menyambut kepulangan mereka, mereka pun langsung masuk ke dalam kamar masing-masing.
"Harry," ucap Reno saat melihat adik sayangan nya tidur di atas kasur.
"Sayang ada Harry, berarti tidak ada jatah," kata Annisa.
__ADS_1
"Iya untuk kali ini kamu aman, aku sudah sangat merindukan nya," ucap Reno.
Sebelum menyentuh Harry, Reno membersihkan diri nya terlebih dahulu. Setelah itu ia langsung naik ke atas kasur dan memeluk Harry dengan sangat erat. Sangking erat nya Harry sampai terbangun dari tidur nya.
"Abang," ucap Harry.
"Iya sayang, ini abang, kau kenapa tidur di sini," tanya Reno.
"Aku tidur di sini, karena kata daddy abang sampai tengah malam jadi Harry menunggu abang di sini," jawab Harry.
"Kau benar-benar pintar, abang sangat bangga pada mu," kata Reno.
"Abang tidak akan pergi lagi kan," tanya Harry.
"Iya sayang abang tidak akan pergi lagi, abang akan selalu di rumah bersama mu," jawab Reno.
"Yes, Harry ingin selalu tidur dengan abang, tidak mau dengan mommy dan daddy."
Annisa sangat senang melihat kedekatan Reno dan juga Harry, ia bisa membayangkan betapa sayang nya Reno nanti pada anak mereka. Mungkin memang Reno suka dengan anak kecil sehingga Reno ingin mempunyai anak banyak dari nya. Melihat kedekatan Reno yang luar biasa begini membuat Annisa ikhlas jika mereka mempunyai banyak anak.
"Aku boleh bergabung," tanya Annisa.
"Kakak boleh bergabung tapi abang tetap milik Harry," jawab Harry sambil memeluk Reno dengan erat.
"Hahaha iya iya, aku tidak akan merebut abang mu, sudah puaskan saja," kata Annisa.
Reynald berjalan masuk ke dalam rumah nya, di dalam rumah ia sudah di sambut oleh Aldo ayah, Aldo sudah tau kenapa Reynald mundur dalam misi ini.
"Kau gila," ucap Aldo.
"Ayah yang gila, aku tidak mau berurusan dengan mereka, mereka bukan orang biasa yah, aku bisa mati jika mereka tau aku mengusik keluarga mereka," kata Reynald.
__ADS_1
"Hey kau CEO, mau takut dengan Reno, percuma aku memberikan jabatan mu CEO."
"Hahaha ayah lupa aku hanya CEO bayangan mu, ya aku memang CEO di perusahaan itu tapi semua orang tau nya kau yang masih menjadi CEO. Intinya aku tidak mau berurusan langsung dengan mereka."
"Sudah lah aku malas berdebat dengan mu," kata Aldo.
"Begini saja yah, dia tidak akan tau kalau dia memilki harta dan perusahaan jika tidak ada yang memberitahu nya, dengan kita meneror nya keluarga nya pasti akan mencari tau, kenapa kita meneror nya."
"Iya kau benar, untuk masalah ini kita tutup dulu untuk sementara waktu," ucap Aldo.
"Ya sudah aku ingin beristirahat aku sangat lelah." Reynald memilih masuk ke dalam kamar nya.
...***...
Beberapa hari telah berlalu semua nya telah kembali ke tempat masing-masing. Zikri sudah pulang ke rumah ayah nya, dan Reno akan ke sana sore ini sambil membawa oleh-oleh dari Australia.
Pagi ini ia serta akan foto prewedding dengan Kayla dan David. Mereka memilih foto di studio karena malas jika harus memilih tempat outdoor yang pasti akan memakan banyak waktu dan tenaga.
Tema pertama mereka berfoto dengan pakaian yang agak seksi. Reno memakai kemeja Pantai yang tidak di kancing kan, sedangkan Annisa memakai bikin yang lebih tertutup. Begitu juga dengan Kayla dan David. Tema selanjutnya baru lah mereka mulai memakai gaun serba putih yang akan menjadi foto utama dalam pesta pernikahan ini.
Setelah selesai prewedding, Annisa dan Reno lanjut untuk fitting baju. Kayla dan David sudah selesai Fitting hanya tinggal mereka berdua yang belum. Annisa sangat suka dengan gaun yang akan ia pakai saat pesta pernikahan. Gaun yang berwarna putih dengan kemewahan yang luar biasa.
"Sayang kamu cantik sekali," ucap Reno.
"Kamu juga sangat tampan sayang. Aku yakin pesat pernikahan kita akan menjadi pesta yang memoribel," kata Annisa.
"Itu pasti, tapi kapan kamu hamil. Aku sudah tidak sabar memiliki seorang anak," tanya Reno.
"Sabar sayang baru satu minggu setelah aku datang bulan, tidak mungkin secepat itu," jawab Annisa.
"Iya sayang aku paham, nanti setelah 2 minggu aku langsung membelikan mu testpack," kata Reno.
__ADS_1
"Terserah kamu saja ya, aku nurut pada suami ku yang sangat luar biasa ini."