Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Monkey


__ADS_3

"Tidak," kata Leo.


"Ayah aku ingin membatalkan semua nya, aku tidak mau melanjutkan apa yang sudah kita rencanakan sebelum nya," ucap Reynald.


"Kau gila, kau mau mereka semua mengambil harta kita. Aku sudah memberikan kebebasan untuk mu Reynald jangan sampai kebebasan itu aku renggut kembali," kata Leo.


"Tapi ayah aku tidak mungkin melakukan hal itu, mereka sangat baik pada ku. Jika kita tidak membocorkan semua nya mereka juga tidak akan tau, sudah lupa kan semuanya. Aku ingin kita hidup bahagia tanpa ada nya kebencian," ucap Reynald.


"Cih tidak ada kata kata hidup bahagia, pergi jangan ganggu aku. Jangan lupa lanjutkan semua nya, kau sudah masuk ke dalam keluarga itu dan seharusnya kau muda menghancurkan semua nya," kata Leo.


Reynald keluar Dara ruangan itu dengan perasaan yang sangat bingung. Ia tidak tau apa yang harus ia lakukan. Menghancurkan keluarga Winarta saat ini sudah sangat muda bagi nya. Ia sudah tau semua tentang keluarga itu. Apalagi Reynald sudah masuk ke dalam ruang kerja Iqbaal, semua hal penting ada di dalam sana.


"Ahkkkggg ini membuat ku pusing, aku tidak mau menghancurkan nya, aku tidak mau melakukan itu," ucap Reynald


Leo tau Reynald sudah mulai melenceng dari rencan awal mereka, agar Reynald tidak semakin melenceng Leo memutuskan untuk mempercepat semua nya. Ia tidak mau harta yang selama ini ia punyai kan di ambil kembali oleh pemiliknya.


"Segera lakukan semuanya," kata Leo.


Reynald kembali masuk ke dalam kamar dengan perasaan yang kacau, ia memutuskan mengganti pakaian nya dan bekerja ke kantor. Jika ia terus di rumah pasti Kayla akan menjadi sasaran nya.


"Mau kemana mas," tanya Kayla.


"Kamu tidak lihat aku pakai pakaian kerja, berarti aku mau kerja," jawab Reynald.


Perasaan buruk nya membuat Reynald sedikit mulai berbicara tinggi pada Kayla. Kayla cukup terkejut akan hal itu, terapi ia berusaha mengerti, mungkin saja Reynald Sedang ada masalah yang membuat nya sepeti ini, hanya itu lah hal yang tertanam di otak Kayla.


Cup.. cup.. cup... Reynald memberikan banyak kecupan di wajah istri nya sebelum ia pergi meninggalkan rumah.


"Hati hati mas," ucap Kayla.


"Hmmmm," gumam Reynald.


Di kantor Reynald terkejut dengan berkas yang begitu menumpuk. Ia yakin ayah nya tidak sedikit pun menggantikan pekerjaan nya selama ini. Tetapi Reynald lebih terkejut lagi saat membuka semua berkas itu. Isi nya hanya hal yang akan mereka lakukan jika keluarga Winarta hancur.


"Ayah kau membuat mood ku semakin hancur," kata Reynald.

__ADS_1


"Desti," teriak Reynald.


"Iya pak ada apa," tanya Desti.


"Ini kamu buatkan aku kopi dan beberapa cemilan," jawab Reynald.


"Siap pak," kata Desti.


Desti pergi meninggalkan ruangan itu, saat melihat Reynald otak nya langsung teringat betapa gaga nya Reynald, ia ingin mengulang momen itu lagi.


Reynald menyingkirkan semua berkas itu, ia ingin fokus pada pekerjaan nya saja. Masalah itu ia singkirkan ke paling belakang.


"Hallo yah," ucap Reynald yang mendapat kan panggilan dari Leo.


"Kau sudah membaca semua nya," tanya Leo.


"Tidak aku tidak mau membaca semua nya, aku sudah pusing yah, aku tidak mau membuat otak u semakin pusing," jawab Reynald.


"Hahaha kau tunggu apa yang akan aku lakukan. Annisa, Kayla atau siapa dulu Reynald," tanya Leo.


"Jangan sentuh istri ku. Atau kau akan berurusan dengan ku langsung," jawab Reynald dengan penuh emosi.


Reynald membanting handphone nya. Hari ini ia hanya ingin marah pada semua orang. Ayah nya sudah membuat nya hampir gila seperti ini, ia tidak tau jika semua nya menjadi serumit ini, ia menyesal dekat dengan keluarga Kayla karena hal itu membuat nya sakit jika harus berurusan dengan mereka.


"Tuan," ucap Desti.


Desti meletakan kopi dan cemilan itu di meja, setelah itu ia mendekati Reynald dan memeluknya Ia yakin perasaan Reynald sedang kacau, dengan ini wanita adalah obatnya. Sejenak Reynald terdiam membiarkan Desti membuka kancing baju nya, perasaan yang kacau membuat otak nya juga kacau, ia malah terpancing dengan hal seperti ini.


Tetapi itu hanya sesaat Reynald langsung sadar akan Kayla. Ia mendorong Desti dan menyeramkan segelas air ke wajah desti. Dari mimik wajah nya terlihat jika Reynald. saat ini Benar-benar sedang marah.


"Bajingan pergi." Bentak Reynald.


Dengan cepat desti langsung berlari pergi meninggalkan ruangan itu. Ia bisa habis jika tetap stay berada di sana.


"Reynald kau gila, kau hampir saja mengkhianati istri mu. Lalu apa beda nya kau dengan Davis, Reynald jangan sampai kau seperti David, jangan sampai amarah mu merusak semua nya," batin Reynald.

__ADS_1


Reynald meminta HDR untuk memecat Desti, Desti sudah sangat keterlaluan dan dia harua segera di pecat. Reynald tidak ingin Desti akan menjadi bumerang untuk nya, apalagi saat ia sedang marah ia sangat sulit mengendalikan diri nya sendiri.


Setelah itu Reynald kembali fokus pada pekerjaan nya, walapun hal itu sangat sulit untuk nya, semua hal tentang Kayla dan keluarga Kayla memenuhi otak nya.


Di tempat lain Reno dan Annisa baru keluar dari perusahaan. Semenjak pagi tadi Annisa ikut ke kantor karena Reno berjanji saat makan siang ia akan di bawa ke Kebun binatang melihat Harry dan teman-temannya.


"Kita langsung ke sana mas," tanya Annisa.


"Iya lah, kita harus langsung ke sana. Harry sudah mau berubah menjadi Harimau," jawab Reno.


"Hahaha mana mungkin bocah seimut itu berubah jadi harimau," kata Annisa.


Sesampainya di kebun binatang mereka berdua langsung membeli tiket dan masuk ke dalam. Iqbaal yang menemani Harry sudah memberitahu dimana mereka sekarang.


"Itu gorilla," kata Annisa.


"Jelek sekali, terlalu besar," ucap Reno.


"Tapi aku rasa dia mirip kamu, hahaha tubuh nya sama-sama besar," kata Annisa.


"Tidak mau, jauh dari ku," ucap Reno.


"Hahaha kamu yang itu saja," kata Annisa.


"Itu monyet malah lebih mirip dengan Harry," ucap Reno.


"Jangan begitu kalau adik kamu monyet, kamu nya apa," kata Annisa.


"Gorilla," ucap Reno.


"Abang," teriak Harry sambil berlari mendekati Reno.


"Harimau ku, kau sudah bertemu dengan harimau." Reno menaikan Harry ke gendongan nya.


"Sudah aku tidak suka dengan Harimau. Singa lebih keren. Haaukkkkkk." Harry kembali menirukan suara singa, lagi dan lagi bukan nya menyeramkan Harry malah semakin lucu.

__ADS_1


"Tidak sayang, kamu cocok jadi monkey," kata Reno.


"Tidak itu abang," ucap Harry.


__ADS_2