Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Reno dan Annisa


__ADS_3

"Kenapa wanita itu ada di sini," batin Reno.


Reno berpura-pura tidak melihat Annisa, iya malas jika Annisa mengucapkan Terima kasih pada nya karena ia membelikan Annisa gaun.


"Itu kakak ku," ucap Kayla.


"Mau mencari apa kak," tanya Kayla.


"Dimana susu protein ku," tanya Reno.


"Ahkkk aku lupa, itu David meminum nya kemarin," jawab Kayla.


"Pacar mu memang ingin bermain-main pada ku ya, aku tidak mau tau, suruh dia datang dengan membawa susu yang ia minum," kata Reno.


"Kakak dia sedang sibuk, aku order di aplikasi saja ya."


"Terserah," ucap Reno.


"Ren,"


"Diam, jangan berbicara dengan ku," ucap Rebo dan pergi meninggalkan Annisa.


"Reno, kau berbicara kasar pada seorang wanita." Alya menarik Reno dan menjewer kuping nya.


"Ahhkk ahkk sakit mom, kuping ku bisa lepas," kata Reno.


"Minta maaf pada nya, cantik siapa nama mu," tanya Alya.


"Annisa tan," jawab Annisa.


"Minta Maaf pada Annisa," kata Alya.


"Tidak mau mom, aku tidak salah aku tidak suka dengan nya, itu sebabnya aku berkata kasar pada nya."


"Tidak ada alasan, sudah mau minta maaf atau tidak, atau kuping mu benar-benar mommy putus kan."


"Iya iya mom, Annisa aku minta maaf," ucap Reno.


"Dengan ikhlas sayang," kata Alya.


"Annisa aku minta maaf, aku sudah berkata kasar pada mu," ucap Reno.


"Eh tidak papa, aku hanya ingin berterimakasih untuk yang kemarin," kata Annisa.


"Wah ada apa dengan kalian berdua," tanya Alya.


"Mommy lepas dulu sakit," jawab Reno.


"Eh iya lupa, maaf."


"Kami berdua tidak ada apa-apa mom, dia teman nya Harry, tanya saja pada nya," kata Reno.


"Oh begitu, kalau ada apa-apa juga tidak papa," ucap Alya.


"Mommy, mommy ingat standar ku seperti apa, seperti mommy. Dia sangat jauh mom," kata Reno.


"Sudah jangan membual, panggil daddy mu, kita makan dulu," ucap Alya.

__ADS_1


"Harus aku mom," tanya Reno.


"Oh sekarang kau tidak mau mommy suruh?"


"Bukan begitu mom, ya sudah aku panggil daddy dulu."


Annisa hanya bisa diam melihat perbedaan Reno sekarang dengan sebelum nya. Reno yang sangat garang bisa kalah dengan mommy nya.


"Dia memang begitu Annisa, anak mommy," ucap Kayla.


"Hehehe aku hanya heran saja," kata Annisa.


"Kau akan heran jika sudah masuk ke dalam kehidupan nya, dia bisa sangat manja pada siapapun dan dia juga bisa akan sangat marah pada siapapun," ucap Kayla.


"Ini mom, daddy sudah datang, aku pergi dulu," kata Reno.


"Kau tidak makan siang," tanya Alya.


"Tidak mom, aku sudah kenyang, memakan omelan mu tadi," jawab Reno dan buru-buru pergi meninggalkan tempat itu.


"Ada apa dengan nya," tanya Iqbaal.


"Dia sedang berkonflik dengan ku," jawab Alya.


"Kenapa kamu marahi dia," tanya Iqbaal.


"Tidak ada sayang, dia hanya bersikap kurang sopan, tidak ada hal lain," jawab Alya.


"Oh begitu, Kayla siapa wanita ini pacar nya Reno," tanya Iqbaal.


"Tidak om, aku teman nya Kayla, aku tidak mungkin berani berpacaran dengan Reno," ujar Annisa.


"Hahaha kau takut dengan nya, tapi tipe pria seperti Reno akan bucin jika ia menemukan wanita yang tepat untuk nya, mungkin kau bisa memantaskan diri agar Reno bisa tertarik dengan mu."


"Tidak om, saya tidak terbayang jika menjadi istri nya, bisa habis saya di marahi nya selalu," kata Annisa.


"Hahaha iya kau benar Annisa, dia sangat garang," saut Kayla.


"Sudah ayo makan dulu, Annisa kamu akan menjadi pendamping Kayla saat lamaran nanti," ucap Kayla.


"Iya tan, Terima kasih telah mempercayai saya," kata Annisa.


Reno berjalan masuk ke dalam kamar nya dengan perasaan yang sangat kesal, ia tidak tau jika Annisa ada di rumah nya, belum lagi Alya yang memarahi nya di depan Annisa.


"Harga diri ku bisa hancur, ahhhkkk kenapa wanita itu ada di sini," ucap Reno.


Tiba-tiba handphone nya berbunyi, dengan malas Reno mengangkat nya.


"Halo, iya ada apa," ucap Reno.


"Reno mobil yang kau minta sudah datang, dan jam tangan nya besok aku bawa. Lihat mobil mu di depan."


"Tidak mau, aku malas turun. Iya Terima kasih untuk mobil nya," ucap Reno.


"Kau ya, sudah aku belikan mobil masih tidak mau di ambil," kata David.


"Nanti aku juga aku lihat, sudah jangan ganggu aku, aku sedang kesal," ucap Reno dan langsung mematikan sambungan telepon itu.

__ADS_1


Saat malam hari tiba Reno merasa perut nya terasa sangat sakit. Badan nya juga terasa tidak enak, dan ia terus saja bersendawa.


"Aku masuk angin, angin dari mana ini, kenapa dia bandel sekali masuk ke dalam tubuh ku," ucap Reno.


Reno ingin sekali di keroan oleh mommy nya, saat ia berjalan mendekati kamar mommy nya ia sudah memiliki perasaan yang tidak enak. Reno menempelkan kuping nya di pintu kamar kamar itu, betapa terkejut nya ia saat mendengar suara di dalam sana.


"Sayang aku suka gaya ini," ucap Iqbaal.


"Aku tidak suka, terlalu dalam sakit."


"Tidak sayang ahhh aku suka." gumam Iqbaal.


"Ahhkk mereka berdua selalu saja," Reni berjalan menjauh dari kamar itu, ia tidak mau menganggu mommy daddy nya yang sedang bersenang-senang.


"Kayla tidak bisa di bangunin, dasar kebo," ucap Reno.


Reno tidak ada pilihan lain selain hanya meminum air hangat di dapur, ia mempunyai ide untuk melakukan nya sendiri sebisanya.


"Reno," Annisa.


"Kau, kau masih ada di sini," tanya Reno.


"Iya aku tidak pulang, Alya meminta ku untuk menginap di sini," jawab Kayla.


"Oh, sedang apa kau malam-malam keluar di sini, kau mau mencuri," tanya Reno.


"Eh tidak, aku habis menghubungi kakak ku, aku tidur dengan Harry aku takut menganggu tidurnya."


"Kenapa wajah nya seperti habis menangis," batin Reno.


"Mau aku bantu," tanya Annisa.


"Tidak perlu, aku bisa sendiri," jawab jawab Reno.


"Jika di benar dan di biarkan akan berdampak buruk," ucap Annisa.


"Maksud mu aku akan mati," tanya Reno.


"Tidak mati juga, mungkin kau akan kesakitan sepanjang malam," jawab Annisa.


"Bantu aku, ayo ikut aku. Tapi jangan salahkan aku jika aku khilaf," kata Reno.


"Kau bisa khilaf juga, hahaha aku percaya dengan mu, kau tidak akan melakukan hal buruk pada ku."


"Jangan pernah percaya dengan orang yang baru kau kenal," ucap Reno.


Di dalam kamar Reno langsung membuka baju nya dan berbaring di atas kasur. Sedangkan Annisa masih diam terpesona dengan bentuk tubuh Reno, dari belakang saja tubuh Reno sudah terlihat sangat kekar.


"Ayo cepat, jangan kau lihatin tubuh ku, kau akan terpesona," kata Reno.


"Eh iya, kau rajin berolahraga ya," ucap Annisa.


"Jelas, aku akan membuat istri ku kelepek-klepek," kata Reno.


Annisa mulai melakukan tugas nya, satu tangan nya memegang punggung Reno sebagai penahan. Dengan sentuhan itu saja tubuh Annisa seperti mengalirkan sengatan listrik ke dalam tubuh nya. Berbeda dengan Reno yang hanya merem melek saat Annisa mulai mengeroin nya.


"Kau pandai juga," ucap Reno.

__ADS_1


__ADS_2