
Malam nya, dua pasang pengantin naik ke atas pelaminan. Kayla dengan David memakai baju yang senada, begitu juga dengan Reno serta Annisa. Mereka berempat sama-sama cantik di tampan.
Acara berlangsung sangat meriah. Para tamu undangan datang memberikan ucapan selamat pada dua pasangan ini. Reno merasa menikah yang ke tiga kali nya, padahal ini hanya pesta pernikahan nya saja.
"Sayang malam pertama kita," ucap Reno.
"Sudah lewat sayang," kata Annisa.
"Kamu cantik sekali sayang aku semakin cinta dengan mu," ucap Reno.
"Jangan gombal sayang, aku sudah kebal," kata Annisa sambil mencubit perut suami nya.
"Sayang mana mungkin bisa, ini otot sayang," ucap Reno.
"Abang Harry ikut." Harry naik ke atas pelaminan.
"Hahaha sini lah, kau sudah menjadi anak ku," kata Reno.
Harry berlari mendekati Reno, kalau orang tidak tsu apa Harry pasti sudah menyangka kalau Harry benar-benar anak Reno.
"Ziel nyanyi lah," kata Zikri.
"Iya, aku akan bernyanyi," ucap Aziel.
"Tapi di sini tidak ada gadis cantik yang ingin kau dekati," kata Zikri.
"Banyak Zikri, aku saja tadi ingin di kenalkan gadis cantik teman daddy ku."
"Mana kenalkan juga pada ku," ucap Zikri.
"Mau Zikri, bukan sudah," kata Aziel.
"Kirain sudah."
"Aku akan menikah," ucap Aziel.
"Ha kau serius," tanya Zikri.
"Iya aku serius, tapi bohong hahaha, aku masih kuliah mama mungkin kalau aku menikah," jawab Aziel.
"Sudah sana nyanyi, cepat pikat semua gadis dengan suara mu," kata Zikri.
Seseorang yang tidak asing berjalan sambil melihat ke arah Kayla. Gadis cantik yang menjadi pusat perhatian nya.
"Dia jauh lebih cantik dari yang terlihat," kata Reynald.
__ADS_1
"Kau," ucap Aziel.
"Hay." Reynald berusaha sesenang mungkin, ia takut Aziel ingat diri nya.
"Kau musuh daddy ku kan," tanya Aziel.
"Tidak bodoh, aku rekan bisnis nya. Kau pikir saja musuh tidak mungkin bisa masuk ke dalam rumah mu."
"Oh begitu, keamanan rumah ini sangat ketat bagaimana mungkin bisa kau masuk kalau musuh daddy ku," ucap Aziel.
Aziel kembali berjalan meninggal kan Reynald. Ia ingin menyumbangkan suara indah nya.
"Untung saja dia bisa aku bodohi," kata Reynald.
"Reno, pria ini benar-benar seram, aku heran kenapa dia jarang tampil mewakili perusahaan nya. Aku tau dia dari model perusahaan," batin Reynald
"Cek cek cek," ucap Aziel.
"Anak itu, aku tidak tau siapa yang menurunkan sifat narsis nya, sangat percaya diri dengan ketampanan dan ke indahan suara nya," kata Iqbaal.
"Aziel turun, suara mu jelek," teriak Reno.
"Diam kak, aku akan membuat ku terpanah akan suara indah ku," kata Aziel.
Sebelum bernyanyi mata Aziel tertuju pada seorang gadis yang ia kenal, gadis yang benar-benar mencuri perhatian sejak dia kuliah di Australia. Hati Aziel terkoyak seketika saat melihat gadis itu Bergandengan tangan dengan seseorang pria.
"Eh iya." Aziel kembali berusaha untuk konsentrasi.
Sambil melihat ke arah gadis itu Aziel mulai bernyanyi.
Aku tlah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Senyuman itu
Hanyalah menunda luka
Yang tak pernah ku duga
__ADS_1
Dan bila akhirnya kau harus dengannya
Mengapa kau dekati aku
Kau membuat semuanya indah
Seolah takkan terpisah
Aku tlah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Bila memang hatimu untuk aku
Salahkah ku berharap
Berharap kau memilih diriku cinta
Tapi mengapa kita selalu bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Aku tlah tahu kita memang tak mungkin
Tapi mengapa kita selalu bertemu dan bertemu
Aku tlah tahu hati ini harus menghindar
Namun kenyataan ku tak bisa
Maafkan aku terlanjur mencinta
Ternyata hati tak sanggup melupa
"Kenapa rasa nya sampai ke aku, apa dua benar-benar sedang merasakan rasa sakit itu," ucap Reno.
__ADS_1
"Iya sayang, lihat dia hampir menangis," kata Reno.
"Ada apa dengan nya, bukan lagu itu yang ingin ia nyanyikan tadi."