Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Pergi


__ADS_3

"Pergi Kia, ini yang kau mau kan, kehancuran ku, pergi Kia," teriak Fahri.


"Fahri aku tidak pernah mengharapkan ini terjadi, kakak ku sendiri yang tau semua kelakukan mu. Aku di sini hanya ingin menjalankan kewajiban ku Fahri, kewajiban ku sebagai istri mu," ucap Kia.


Fahri terdiam seketika, ia tidak bisa berpikir karena tubuh nya sakit sekali, kepala nya juga terasa pusing akibat demam yang ia derita.


"Ahhh sakit," ucap Fahri saat Kia mengobati luka di bibir nya.


"Sakit, ini yang aku rasakan setiap kali kau berbuat kasar pada ku," kata Kia.


"Pergi aku tida perlu kau rawat," ucap Fahri.


"Baiklah aku akan pergi." Kia mengambil tas nya dan ingin mengemasi barang-barang nya.


Fahri mulai kebingungan, tentu saja ucapan nya tadi hanya ucapan biasa, ia benar-benar tidak ingin Kia pergi meninggalkan nya sendiri.


"Kia kau mau meninggalkan ku sendiri, kau istri ku seharusnya kau menemani ku, apalagi aku sedang sakit," ucap Fahri.

__ADS_1


"Kau sendiri yang mengusir ku, aku bisa apa. Jika seorang suami sudah tidak menginginkan istri nya lagi untuk apa istri itu bertahan," kata Kia.


"Jangan Kia, jangan pergi aku mohon, aku bisa mati di sini sendiri," ucap Fahri.


"Apa kau pernah mendengar permohonan ku, untuk apa mendengar mu." Kia pergi meninggalkan Fahri sendiri di apartemen itu.


Sesampainya di rumah Kia langsung memasukan barang-barang nya ke dalam lemari kamar nya, setelah itu ia berjalan mencari orang tua nya agar orang tua nya tidak salah paham dengan kepulangannya ke rumah.


"Ayah bunda," Kia langsung memeluk Azka dan Natasya.


"Kamu pulang sayang, dimana suami mu," tanya Azka.


"Tidak ada masalah besar kan," tanya Azka.


"Tidak yah, kami berdua masih sama-sama muda, belum terlalu biasanya menyingkirkan sesuatu yang bernama ego," jawab Kia.


"Kia jika ada sesuatu yang besar, beri tau pada ayah atau bunda, atau kakak mu," ucap Natasya.

__ADS_1


Kia pergi dari apartemen itu hanya ingin melihat bagaimana Fahri tanpa nya, kakak nya sudah tau semua tentang sikap dan kelakuan Fahri jadi ia tidak perlu takut jika Fahri mengatakan yang tidak-tidak. Jika Fahri semakin menjadi Kia bertekad untuk meninggalkan Fahri selama nya.


"Kia," ucap Iqbaal yang baru pulang ke rumah. Ternyata adik nya sudah ada di rumah lebih dulu dari nya.


"Kakak, Terima kasih kak," ucap Kia sambil memeluk Iqbaal.


"Kau pulang ke rumah, tadi kau tidak mau ikut dengan ku," tanya Iqbaal.


"Aku hanya ingin menguji nya kak, bagaimana dia tanpa ku," jawab Kia.


"Bagus Kia, dia tidak bisa hidup tanpa mu," ucap Iqbaal.


"Akhhhhh," teriak Alya yang terjatuh di kamar mandi. Perut nya terasa sangat sakit, Alya merasakan ada sesuatu yang mengalir di bawah sana. Mata nya terbelalak saat banyak darah di lantai yang keluar dari organ intim nya.


"Akhhhh," teriak Alya dengan sangat keras


Iqbaal yang baru masuk ke dalam kamar mendengar teriakan itu, "Alya," ucap Iqbaal dan langsung menghampiri sumber suara.

__ADS_1


"Alya," ucap Iqbaal saat melihat Alya sudah pingsan di lantai dengan banyak darah.


Dengan cepat Iqbaal menggendong Iqbaal dan membawa nya ke rumah sakit, untuk saat ini panik adalah hal yang salah.


__ADS_2