
"Tidak akan aku bisa nyamar, aku tidak bodoh," kata Reynald.
"Oh iya kau pintar. Sampai bisa mengambil istri ku," ucap David.
"Dia istri mu hahaha dia istri ku. Aku sudah menanamkan benih ku di dalam rahim nya," kata Reynald.
"Hey kau tau, dia itu bukan wanita yang sempurna. Aku sudah sangat lama melakukan hubungan dengan nya, dan dia belum hamil juga sampai sekarang."
"Jaga mulut mu, dia istri ku jangan sampai aku memutuskan urat tenggorokan mu. Aku sudah memeriksakan nya, dia tidak hamil bukan karena dia tidak subur. Yang menjadi pertanyaan adalah kau David, apa jangan-jangan kau mandul." Reynald pergi meninggalkan David.
"Apa dia benar-benar menyukai Kayla, seperti nya dia sangat marah saat aku berkata buruk tentang nya," batin David.
Reynald kembali masuk ke dalam kamar nya dengan perasaan yang kesal. Ia naik ke atas kasur dan menarik Kayla ke dalam pelukan nya. Memeluk Kayla sebelum tidur adalah kebiasaan baru nya.
Pagi hari nya, Reno yang lainnya sedang bersiap-siap untuk pergi ke Bali. Karena Annisa sedang hamil dan mood nya naik turun, Reno yang menyiapkan segala keperluan mereka berdua. Bayangkan saja di ganas dan pemarah Reno bisa takluk dengan Annisa yang lemah lembut.
"Ini di bawa sayang," tanya Reno.
"Tidak tau kamu pikir saja sendiri," jawab Annisa.
__ADS_1
Reno membuang nafas nya dengan kasar, ia terus menerus menahan amarah yang sangat luar biasa. Sudah semenjak Annisa hamil, Reno harus lebih bersabar dari biasa nya.
"Sudah sayang ayo kita berangkat," ucap Reno.
Reno dan Annisa sudah selesai bersiap-siap. Berbeda dengan Aziel dan Zikri yang masih sibuk menyiapkan barang-barang mereka. Mereka 1 minggu berada di bali sudah pasti memerlukan barang yang cukup banyak.
"Gara gara mu aku bangun terlambat," kata Aziel.
"Kok karena aku," tanya Zikri.
"Kau yang mengajak ku bergadang menonton film, jadi semua ini salah mu," jawab Aziel.
Harry sudah tampil tampan dengan koper kecil milik nya. Ia akan ikut pergi bersama dengan para abang nya. Sebenarnya Harry tidak ingin ikut tetapi karena abang nya berjanji ingin membelikan mainan mahal mau tidak mau ia harus ikut.
"Abang aku sudah siap," kata Harry.
"Sudah pakai cream mu," tanya Reno.
"Sudah," jawab Harry.
__ADS_1
"Dimana adik mu mas," tanya Annisa.
"Iya mereka berdua lama sekali, kita tunggu sebentar lagi kalau mereka masih belum keluar juga aku akan langsung menjemput nya," jawab Reno.
Tak lama orang yang mereka tunggu turun dari lantai atas. Dari wajahnya Reno bisa melihat jika adik-adik nya belum mandi. Untung saja gen tampan mewarisi mereka berdua.
"Sudah," tanya Vano.
"Sudah ayo," jawab Aziel.
Di Bali Reynald sudah bangun lebih dulu dari Kayla. Ia sudah berada di depan cermin untuk mencoba penyamaran nya. Reynald memakai kaca mata dan menata rambut nya ke depan. Ia juga menambahkan beberapa tompel di wajah nya.
"Aku jelek sekali," kata Reynald.
"Mas kau sedang apa," tanya Kayla.
"Mencoba penyamaran ku, bagaimana cocok tidak," tanya Reynald sambil menunjukan wajahnya ke depan Kayla.
Kayla menahan tawa nya saat melihat wajah Reynald karena Reynald terlihat sangat culun. Ia tidak menyangka Reynald seniat itu.
__ADS_1