Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Model


__ADS_3

"Kau mau ke Kantor kan," tanya Bima.


"Tidak tau, aku hanya ingin memakai pakaian Kantor saja, bukan nya aku sangat tampan pakai pakaian ini," jawab Reno.


"Kau harus ikut aku," kata Iqbaal yang datang dari arah belakang.


"Mau kemana dad, aku tidak mau kemana-mana," tolak Reno.


"Ke kantor Reno, kau sudah tanggung pakai pakaian kantor, para petinggi perusahaan harus bertemu dengan mu. Kau pewaris ku kau harus datang ke kantor untuk memperlihatkan wajah mu," ucap Iqbaal.


"Iya iya, aku akan pergi dengan mu."


"Sampai jumpa lagi Ren, mungkin saat kau pulang aku sudah tidak ada di rumah. Aku sudah harus pulang," kata Bima.


"Paman akan pulang, kenapa tidak di sini saja, sampai beberapa hari ke depan."


"Maaf Reno, paman juga memiliki keluarga, paman juga memiliki anak yang harus paman urus. Lain kali paman akan datang kembali," ucap Bima.


"Hati-hati paman, jaga jam tangan yang aku beri dengan baik. Aku akan berkunjung ke rumah juga lain waktu, kau bisa mengirimkan alamat nya pada ku," kata Reno.


"Iya Ren, nanti aku akan mengirimkan alamat rumah ku," ucap Bima.


Iqbaal dan Reno langsung pergi ke kantor pagi ini juga, banyak hal yang harus mereka kerjakan di kantor, terlebih lagi Reno harus banyak masuk ke kantor agar para karyawan dan petinggi perusahaan mengenal nya.


"Reno, nanti kau harus pulang ke rumah Annisa," kata Iqbaal.


"Kenapa dad, aku tidak mau," ucap Reno.


"Kau harus mau Reno, beri Image yang baik pada keluarga nya."


"Daddy tidak takut aku hanya di manfaat oleh nya," tanya Reno.


"Tidak mungkin, kau tidak bodoh kan. Sudah jangan banyak menolak dan satu lagi cepat beri aku cucu yang banyak, aku ingin menggendong cucu," jawab Iqbaal.


"Nanti saat pulang kita mampir di apotik," ucap Reno.


"Kenapa ada yang sakit," tanya Iqbaal.


"Tidak, aku hanya ingin membeli alat penunda kehamilan," jawab Reno.


Iqbaal mengangguk kan kepala nya, satu kesimpulan yang ia tarik pada ucapan Reno adalah. Reno ingin memuaskan diri nya terlebih dahulu. Kesimpulan yang sangat aneh dan mungkin hanya Iqbaal yang bisa berpikir seperti itu.


"Oh cara bermain mu kasar ya, jangan kasar kasar Reno, kasihan Annisa nanti kau harus berpuasa jika sarang mu rusak," kata Iqbaal.


"Aku akan bermain dari malam sampai pagi, tidak peduli dia menangis meminta tolong. Salah siapa mau menikah dengan ku," ucap Reno.

__ADS_1


"Hahaha kau masih muda, akan tau kau masih berapi-api, tapi jangan terlalu kasar, nikmati saja masa-masa indah mu."


"Indah bagaimana, rasa nya saja aku tidak tau," batin Reno.


Di rumah Annisa sedang bersiap-siap untuk pergi ke sekolah, ia sudah beberapa hari ini kembali cuti dan mulai saat ini Annisa ingin kembali kerja seperti biasanya.


"Mau kemana Annisa," tanya Kayla.


"Mau ke sekolah, masa cuti ku sudah habis," jawab Annisa.


"Kenapa kau bekerja lagi, kau sudah menjadi istri Kakak ku."


"Tidak papa, aku pergi dulu ya, bye bye." Annisa buru-buru pergi meninggalkan Kayla sebelum Kayla banyak bertanya.


"Kakak mau kemana," tanya Harry yang sedang berada di depan rumah bersama dengan mommy nya.


"Kakak ingin ke perpustakaan, kau mau sekolah?"


"Iya kak, mommy Harry bersama dengan kakak ya, kami berada di dalam satu sekolah yang sama," ucap Reno.


"Kalian satu sekolah yang sama, dan Annisa kenapa kamu masih bekerja," tanya Alya.


"Iya mah, kami berada dalam satu sekolah yang sama. Aku memang harus bekerja, itu sudah menjadi hobi ku," jawab Annisa.


"Iya mah, jadi irit ongkos," ucap Annisa.


Ketika melihat Harry, Annisa ingin sekali memiliki anak seperti Harry. Sudah tampan, baik dan sangat pintar. Meskipun ia tau jika Harry termasuk orang yang susah untuk bergaul.


"Apa dia akan menyentuh ku, dengan kekasaran nya, ahkk aku tidak tau bagaimana nasib ku jika dia sudah meminta hak nya."


"Kakak kenapa," tanya Harry.


"Tidak ada sayang, kamu panggil saya tante saja ya, jangan kakak."


"Tidak mau, Harry hanya mau memanggil kakak," kata Harry.


"Oke oke, terserah kamu saja." ucap Annisa.


Di kantor Reno menjadi pusat perhatian banyak orang, terutama para wanita yang terkagum-kagum akan ketampanan nya.


"Daddy aku tidak nyaman," ucap Reno.


"Jangan begitu, kau harus terbiasa," kata Iqbaal.


"Aku lebih suka bersama Annisa dari pada di sini," batin Reno.

__ADS_1


Meskipun sudah beberapa kali ia ke kantor, Reno tetap merasa sangat tidak nyaman, beberapa wanita baru pertama kali melihat nya, dan menurut Reno tatapan mereka bukan tatapan biasa.


"Aku ingin langsung ke ruangan ku," ucap Reno.


Lagi dan lagi, di ruangannya Reno malah memiliki sekertaris wanita. Untung saja sekretaris nya itu tidak centil dan mau menjaga jarak.


"Siapa nama mu," tanya Reno.


"Nama saya Ros."


"Ros saja," tanya Reno.


"Anda cukup menyebutkan nama itu tuan," jawab Ros.


"Beberapa peraturan ku jika aku datang ke kantor. Yang pertama jaga jarak dengan ku, masuk ke dalam ruangan ini jika aku minta atau ada urusan penting saja. Dan satu lagu jangan menggoda ku, aku sudah menikah dan istri ku cukup cantik."


"Iya tuan, saya akan mematuhi peraturan yang Anda buat," ucap Ros.


"Jika sudah menikah apakah tidak bisa tidur dengan wanita lain."


"Apa maksud mu," tanya Reno.


"Tidak ada tuan, saya hanya bercanda, beberapa orang di perusahaan ini melakukan hal itu, saya salut dengan Anda tuan, Anda benar-benar suami yang baik. Kalau begitu saya permisi." Ros pergi meninggalkan ruangan itu.


"Apa daddy juga seperti itu, tidak mungkin daddy cinta mati pada mommy dan yang aku tau daddy tida bisa melakukan nya dengan siapapun," kata Reno.


Iqbaal masuk ke dalam ruangan Reno dengan membawa beberapa berkas penting, ia ingin Reno menyelesaikan semua berkas itu dengan cepat.


"Bagaimana apa kau bisa," tanya Iqbaal.


"Daddy kau lagi mencari model untuk produk baru kita," tanya Reno kembali.


"Iya aku sudah mendapatkan model wanita nya, tetapi untuk model pria aku bingung siapa yang akan aku ambil. Dulu aku sendiri yang menjadi model," jawab Iqbaal.


"Apa kau tidak bisa melihat ketampanan ku dad, ada pria paling gagah dan tampan di sini," kata Reno.


"Kau mau," tanya Iqbaal.


"Aku sudah memberikan penawaran untuk mu, jadi jelas aku mau," jawab Reno.


"Oke baiklah, kau akan menjadi model perusahaan ini, aku tau apa yang tidak kau suka. Tidak akan ada wanita dalam pemotretan, dan pemotretan mu dengan model Wanua akan terpisah," kata Iqbaal.


"Bagus aku akan menjadi sampul majalah, iklan ku dimana-mana dan aku akan menjadi pria dengan sejuta pesona."


"Kau rasa di setiap tahun nya, banyak yang berubah dari mu, sekarang kau jadi ingin terkenal," ucap Iqbaal

__ADS_1


__ADS_2