
"Iya istri anda anda hamil anak anda, jadi anak siapa lagi."
"Tapi bagaimana bisa dok, saya baru beberapa kali berhubungan dengan nya dan saya selalu mengeluarkan nya di luar, bagaimana bisa istri saya hamil anak saya," tanya Fahri.
"Simak baik-baik penjelasan saya mas agar tidak ada ke salah pahaman lagi. Saat berhubungan ****, pengeluaran sp*rma dari alat reproduksi pria disebut dengan proses ejakulasi. Setelah terjadinya ej*kulasi, sp*rma yang dikeluarkan di dalam organ reproduksi wanita akan berjalan masuk dan menemui sel telur, pada saat pertemuan itulah terjadinya pembuahan yang menghasilkan bakal janin atau zigot, yang kemudian akan menempel pada dinding rahim (implantasi) dan terjadilah kehamilan.Terkait dengan pertanyaan Anda, ej*kulasi yang dilakukan diluar alat reproduksi wanita, tidak dapat memastikan seorang wanita tidak akan hamil karena terdapat cairan pra-ej*lukasi yang dapat mengandung sp*rma dan dapat keluar saat melakukan hubungan **** tanpa di saradari oleh kedua belah pihak. Selain itu, ejakulasi yang dilakukan di dekat v*gina atau bibir v*gina juga masih memungkinkan ps*rma bisa berenang sampai ke organ reproduksi wanita. Pasalnya, sp*rma bisa tetap hidup, walaupun hanya sebentar di luar tubuh."
"Sudah mengerti dengan penjelasan saya."
"Terima kasih dok, penjelasan anda sangat membantu saya untuk menyadarkan suami saya jika saya bukan wanita rendahan yang dia pikirkan." Kia meninggalkan ruangan itu.
"Sayang tunggu," teriak Fahri.
"Ini dok biaya nya, Terima kasin atas penjelasan nya." Fahri berlari mengejar Kia.
__ADS_1
"Sayang tunggu maafkan aku," Fahri menahan tangan Kia.
"Untuk apa aku menunggu mu, secara tidak langsung kau sudah menuduh mu bermain dengan pria lain," kata Kia.
"Kita selesai di rumah sayang, di sini banyak orang malu." Fahri membawa Kia ke arah mobil.
"Lepas aku bisa masuk sendiri," ucap Kia sambil menghempas tangan Fahri.
Sesampainya di apartemen Kia langsung berlari masuk ke dalam tanpa memperdulikan Fahri, sebelum Kia menutup pintu kamar nya Fahri sudah lebih dulu menahan pintu itu dan ikut masuk ke dalam.
"Terserah aku lelah, aku ingin pulang," kata Kia.
"Maaf kia jangan pergi Kia, itu anak ku, jangan pisahkan aku dan anak ku."
__ADS_1
"Anak mu, bukan nya kau tidak mengakuinya, aku lelah Fahri aku lelah dengan sikap mu, kapan kau bisa menghargai aku sebagai istri mu, kapan kau bisa menjadi suami yang aku ingin kan," ucap Kia.
"Maaf Kia." Fahri turun ke langit dan mencium kaki Kia. Ia tau betul yang ia lakukan pada Kia tadi sangat fatal.
"Maaf Kia, maaf aku salah. Maafkan aku Kia," ucap Fahri.
Semarah apapun Kia, Kia tetap sadar jika yang Fahri lakukan sangat salah, Kia berusaha meminta Fahri berdiri kembali tetapi Fahri tetap tidak mau kembali sebelum mendapat kan maaf dari Kia.
"Aku memaafkan mu, tapi aku butuh waktu untuk bisa berbicara dengan mu," ucap Kia.
"Terima kasih Kia, aku janji tidak akan melakukan kesalahan kecil sekali pun."
"Terus mengatakan janji itu sampai dunia berubah menjadi datar," ucap Kia sambil berjalan mendekati ranjang untuk beristirahat.
__ADS_1
Fahri tidak mempersalahkan perkataan Kia, karena ia tau diri nya memang salah.