
"Apa yang kau sesali, katakan pada ku. Aku pasti akan membantu mu," ucap Iqbaal.
"Tidak bisa dad, sudah lah. Jangan membuat hati ku semakin gelisah, pergi lah. Aku hanya butuh waktu untuk menenangkan diri ku," kata Iqbaal.
"Oke aku akan pergi, tapi jangan usir istri mu. Ini kamar nya juga," ucap Iqbaal.
Setelah Iqbaal keluar. Tak lama Annisa kembali masuk. Ia masih bingung kenapa ayah mertua nya meminta nya untuk masuk, padahal kamar ini terlihat sangat gelap. Annisa juga tidak tau dimana keberadaan suaminya.
"Mas, jangan membuat ku takut. Kamu mencintai Kayla kan, aku tau itu mas, jika kamu ingin bersama nya aku tidak masalah, mungkin memang kita tidak di takdir kan bersama."
"Aku akan pulang ke rumah ayah, rumah yang sangat aku benci. Terima kasih untuk semua waktu nya," ucap Annisa sambil menahan tangis nya.
Saat ingin kembali melangkah pergi, Tiba-tiba pelukan hangat datang dari arah belakang. Annisa hanya diam membiarkan Reno memeluk nya dengan erat. Ia tidak tau pelukan ini sebagai perpisahan atau awal dari kisah mereka berdua.
"Jangan pergi," ucap Reno dengan suara yang lirih.
Annisa membalik tubuh nya dan membalas pelukan dari Reno, pelukan hangat yang membuat nya terasa sangat nyaman.
"Aku tidak akan pergi jika kamu mau menerima ku," ucap Annisa.
Reno tidak mengucapkan kata-kata apapun, ia malah membawa Annisa naik ke atas ranjang. Awal nya Annisa sudah berpikiran sangat jorok tetapi di atas ranjang mereka berdua hanya berpelukan. Reno benar-benar memeluk nya dengan sangat erat, seperti bayi yang takut kehilangan mamah nya.
"Aku akan berusaha menerima mu, aku butuh waktu," ucap Reno.
"Bagaimana dengan perasaan mu pada Kayla," tanya Annisa.
"Sudah tidak ada kesempatan. Aku sudah memiliki mu, dan Kayla sudah memiliki David," jawab Reno asal karena hanya itu bisa ia katakan.
"Kamu tau mas, aku rasa kamu anugrah terindah yang Tuhan pernah berikan pada ku. Meskipun sikap mu seperti itu pada ku, itu jauh lebih baik di bandingkan dengan ke dua orang tua ku. Kamu masih memperhatikan mu ku sebagai istri mu."
"Seperti apa, apa aku seburuk itu," tanya Reno.
"Kamu tidak buruk mas, jangan bersedih seperti ini. Kamu tidak terlihat seperti Reno yang aku kenal," jawab Annisa.
"Aku bukan anak daddy, aku bukan anak mommy. Aku anak hasil perselingkuhan mamah dan paman. Aku anak haram."
"Apa ada yang salah dari itu, mereka semua masih sangat menyayangi mu. Memberikan fasilitas Lengkap untuk mu. Dan tidak pernah membandingkan diri mu dengan yang lainnya. Lalu bagaimana dengan ku mas, aku memiliki ayah dan mamah kandung tapi aku seperti tidak memiliki mereka. Jangan fasilitas kasih sayang saja aku tidak mendapatkan nya, aku baru mendapatkan apa itu kasih sayang orang tua pada anak saat masuk ke keluarga ini mas," kata Annisa.
Lagi dan lagi Reno meras terpukul dengan ucapan Annisa, yang di katakan benar apa adanya. Meskipun kebenaran ini terungkap tidak ada yang berubah dari kasih sayang keluarga nya pada diri nya.
__ADS_1
Reno berusaha untuk tidak mempermasalahkan hal itu, satu hal yang masih sangat sulit untuk ia terima, Kayla bukan adik kandung nya. Jika ia tau sediri dulu, mungkin ia masih memiliki kesempatan besar mendapatkan Kayla. Tetapi jika ia mendapatkan Kayla ia tidak akan mungkin bertemu dengan Annisa, wanita yang memiliki sifat sangat lembut dan sabar menghadapi nya.
"Aku ingin memiliki anak yang mewarisi sifat mu," ucap Reno.
"Sudah bahas anak lagi," tanya Annisa.
"Hanya ingin saja, belum tentu terjadi," jawab Reno.
"Aku harap juga seperti itu, jika pria mungkin akan jauh lebih tampan dari mu," ucap Annisa.
"Itu pasti, aku sangat tampan benih ku saja juga tampan," kata Reno.
Setelah kedatangan Annisa ke dalam kamar nya, Reno merasa jauh lebih baik lagi. Yang ia butuhkan saat ini bukan waktu sendiri melainkan Annisa. Mereka berdua masih saling berpelukan untuk menggapai kehangatan bersama, tak lama kedua nya terlelap masuk ke dalam mimpi masing-masing.
Di luar kamar mereka semua menunggu Annisa keluar kamar, terapi Annisa tidak kunjung keluar menandakan sesuatu yang baik sedang terjadi. Bima dan Iqbaal hanya berharap Reno berpikir lebih dewasa dan bisa menerima semua nya.
Malam hari nya Reno mulai terbangun dari tidur nya, ia sedikit panik karena Annisa tidak ada di depan nya. Saat membalik tubuh nya baru lah Reno sadar jika Annisa berada di belakang tubuh nya.
"Aku salah arah," ucap Reno sambil kembali memeluk Annisa.
"Hmmm mas, kamu sudah bangun," tanya Annisa.
"Aku aku mimpi basah," jawab Reno.
"Mimpi basah, kenapa tidak langsung mandi, sana mandi," ucap Annisa.
"Malas, aku malas mandi."
"Sayang mandi sana, itu kamu nanti kemana-mana," kata Annisa.
"Sayang," tanya Reno sambil menaikan kepala nya.
"Kamu salah dengar, cepat mas, aku akan mengganti seprai," jawab Annisa.
Reno benar-benar sudah tidak ada rasa malu sama sekali. Walaupun seprai basah kebes karena nya tetapi Reno tidak merasa bersalahnya pada Annisa.
"Benih yang terbuang-buang sia-sia," ucap Annisa.
"Kak." Kayla mengetuk pintu kamar kamar Reno.
__ADS_1
"Kayla," ucap Annisa.
Annisa bergerak membuka pintu kamar itu, ia tidak tau kenapa Kayla datang ke kamar nya. Padahal untuk saat ini Kayla lebih baik tidak bertemu dengan Reno.
"Ada apa Kayla," tanya Annisa.
"Annisa boleh aku bertemu dengan suami mu," tanya Kayla.
"Reno masih mandi Kayla, ada apa katakan saja nanti aku yang akan menyampaikan nya," tanya Annisa.
"Tidak nisa, ya sudah aku akan kembali jika kak Reno sudah selesai mandi," jawab Kayla.
"Oh ya sudah, nanti aku akan menyampaikan pada Reno kalau kamu mau bertemu dengan nya," kata Annisa.
Kayla pamit permisi dari kamar Reno, tak lama Reno keluar dari kamar mandi dan langsung masuk ke ruang ganti. Annisa yang belum menyiapkan pakaian suami nya, langsung berlari menyusul Reno di ruang ganti.
"Annisa mana cincin yang aku berikan," tanya Reno.
"Aku simpan, aku takut rusak," jawab Annisa.
"Tidak ada, aku membeli nya untuk di pakai," kata Reno.
"Iya nanti aku pakai, kamu mau pakai baju tidur saja," tanya Annisa.
"Celana boxer saja," jawab Reno.
"Tidak dingin, kita juga mau makan bersama dengan yang lainnya loh," kata Annisa.
"Tidak dingin, ambil kan aku kaus pendek," ucap Reno.
"Mas Kayla ingin bertemu dengan mu," kata Annisa.
"Aku tidak mau bertemu dengan nya," ucap -Reno.
"Kenapa mas," tanya Annisa.
"Aku ingin fokus menghilangkan perasaan ku pada nya," jawab Reno.
"Oh begitu, kamu terbaik," ucap Annisa
__ADS_1