
Di rumah Aziel masuk ke dalam kamar dengan wajah yang bertekuk marah. Ia sangat tidak suka dengan perlakuan wanita tadi pada nya, hati nya masih saja tidak terima saat mengingat apa yang wanita itu lakukan pada nya.
"Aku akan membalasnya," ucap Aziel.
"Sabar, dia sama seperti mu, di bukan orang sembarangan," kata Zikri.
"Aku tidak peduli, aku akan membalas apa yang telah ia lakukan pada ku," ucap Aziel.
"Hahaha kalian berdua memiliki orang tua yang berpengaruh, jika kalian bertengkar pasti akan ada peperangan dua perusahaan besar. Sudah lupakan saja dia, aku tidak akan membawa mu ke sekolah lagi."
"Diam! Jangan kau pikir setelah bertemu dengan nya aku tidak mau ke sekolah mu lagi. Lihat saja aku akan memberikan nya pelajaran," ucap Aziel.
Zikri hanya bisa membuang nafas nya secara perlahan. Ternyata selain memiliki kelebihan, Aziel juga memiliki kekurangan yaitu gampang sekali marah, ia yakin pertengkaran ini akan terus berlarut-larut.
Reno dan Annisa sedang bersiap-siap, mereka berdua akan kembali pulang hari ini. Setiap saat pasangan ini terlihat sangat mesra, Reno yang memiliki sifat keras akhirnya bisa lunak juga setelah bertemu dengan Annisa.
"Sayang, sudah kau duduk saja, aku yang akan membereskan nya," ucap Reno.
"Tidak papa, kenapa kamu menjadi seperti ini," tanya Annisa.
"Apa ada yang salah dari ku," tanya Reno.
__ADS_1
"Tidak ada sayang, kamu hanya lebih perhatian saja pada ku," jawab Annisa.
"Mungkin karena aku semakin mencintai mu," kata Reno.
"Reno yang dulu sangat kasar, sering mengatakan hal buruk pada ku, tidak akan mencintai wanita jelek seperti ku. Dan sekarang berulang kali mengatakan cinta," ucap Annisa.
"Jangan membahasnya Annisa, ya sudah kau bereskan saja semua sendiri." Reno berjalan menjauhi Annisa.
"Bukan hanya sifat manja dan perhatian nya yang bertambah terapi ngambek nya juga terus bertambah," batin Annisa.
Annisa melanjutkan pekerjaan yang Reno tinggalkan, setelah ini ia akan membujuk suaminya agar tidak ngambek lagi pada nya.
Reno berjalan masuk ke dalam kamar adik nya, siapa lagi jika bukan Aziel dan Zikri. Ia asal masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Tidak ada, hanya main game," jawab Zikri.
"Kak aku beli game untuk Zikri ya, tidak enak main di handphone," ucap Aziel.
"Terserah mu, oh iya kau benar-benar tidak ikut dengan ku pulang," tanya Reno.
"Tidak, aku ingin lebih lama di sini," jawab Aziel.
__ADS_1
"Ya sudah, jangan merepotkan siapa pun, aku akan pulang sebentar lagi," kata Reno.
"Siap pak bos," ucap Aziel.
Annisa berjalan mencari suami nya, ia tidak tau kemana Reno pergi. Hampir setiap tempat yang ada di rumah ini sudah ia datangi tetapi Reno masih belum menampakkan batang burungnya eh hidungnya.
"Dimana dia," ucap Annisa.
Annisa memilih meminta bantuan adik adik ipar nya untuk mencari Reno. Saat sudah berada di depan pintu. Reno keluar dari dalam kamar itu.
"Kamu di sini, aku mencari mu," kata Annisa.
"Untuk apa kau mencari ku," tanya Reno.
"Apa tidak boleh aku mencari suami ku sendiri, suami yang sangat menggemaskan ini."
"Hmmmm," gumam Reno.
"Kalau masih ngambek tidak ada jatah loh," kata Annisa.
"Enak saja, jatah is jatah," ucap Reno.
__ADS_1
Maaf ya, author lagi tidak produktif. Banyak hal yang sedang author kerjakan, Do'akan saja semua nya cepat selesai agar bisa up seperti biasa nya