Cinta Di Dalam Perjodohan

Cinta Di Dalam Perjodohan
Selesai


__ADS_3

Beberapa bulan setelah itu, kondisi Iqbaal sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Berkat kegigihan Alya untuk membuat Iqbaal semakin membaik, perlahan ingatan Iqbaal juga sudah kembali normal.


Begitu juga dengan yang lainnya, tidak ada lagi pertengkaran antara Kia dan Fahri yang juga sudah baik-baik saja. Kia dapat menerima Fahri sebagai istri nya dan Fahri yang juga sudah menerima kia sebagai istri nya. Saat ini usia kandungan Kia juga sudah semakin membesar, mereka berdua hanya tinggal menunggu kelahiran anak mereka.


Sedangkan Iqbaal dan Alya sedang berusaha semaksimal mungkin agar Alya cepat hamil, mereka berdua sudah tidak sabar menanti kehamilan Alya.


"Sabar sayang, kamu pasti hamil, bibit unggul ku pasti akan berkembang di dalam sana," kata Iqbaal.


"Iya sayang, aku yakin penantian kita tidak akan sia-sia."


"Sekarang ayo kita buat lagi agar cepat jadi," kata Iqbaal.


Saat Iqbaal membuka baju nya Alya mencium keringat Iqbaal yang membuat nya mual, Alya tidak bisa menahan rasa mual itu dan memuntahkan nya di atas tubuh Iqbaal.


Nafsu yang Iqbaal rasakan hilang seketika saat mendapatkan semburan dari istri nya. Rasa nya sangat tidak enak yang membuat nya ikut mual juga.


"Sayang kamu kenapa," tanya Iqbaal.


"Perut ku mual," jawab Alya.


Iqbaal hanya bisa mendengus kesal atau perbuatan Alya, sedangkan Alya berlari masuk ke dalam kamar mandi untuk kembali membuang isi perut nya.


"Ah sangat tidak enak," ucap Alya.

__ADS_1


Sementara itu dengan terpaksa Iqbaal membersihkan semua nya, marah tidak mungkin ia lakukan karena ia mulai curiga jika Alya memang sedang hamil.


"Jangan dekat-dekat dengan ku, kamu bauk aku tidak suka," ucap Alya.


"Sayang kamu kenapa," tanya Iqbaal.


"Aku tidak tau kamu sangat bauk," jawab Alya.


"Aku wangi sayang, tunggu sebentar ya, aku mandi dan pakai parfum," ucap Iqbaal.


Iqbaal langsung mandi dan memakai sabun yang sangat banyak, setelah selesai mandi tak lupa ia juga memakai wewangian agar istri nya berhenti mengatakan nya bauk.


"Sudah sayang bagaimana apa aku wangi," tanya Iqbaal.


Iqbaal mengerut kan alis nya, saat ia sangat bingung dengan Alya. Iqbaal mengambil HP nya untuk menghubungi dokter.


Cukup lama Iqbaal menunggu dokter di ruang tamu dan tak lama dokter yang ia tunggu datang juga.


"Kenapa bal," tanya Azka.


"Ada yang aneh dengan istri ku yah," jawab Iqbaal.


"Oh mungkin saja istri ku hamil," kata Azka.

__ADS_1


"Mungkin saja."


Setelah proses pemeriksaan dugaan yang Iqbaal rasakan benar. Saat ini Alya sedang mengandung anak nya, Iqbaal sangat senang akan hal itu tetapi ia juga bersedih karena Alya tidak mau dekat dengan nya.


"Hanya sesaat tuan, mungkin beberapa hari lagi istri anda akan lengket kembali," ucap Dokter.


Dan benar saja setelah beberapa hari berlalu dan penderitaan Iqbaal karena tidur di sofa akhirnya Alya mau dekat dengan nya, malahan Alya sangat suka mencium ketiak nya yang kata Alya sangat wangi.


"Wangi sekali sayang," ucap Alya.


"Hahaha sekarang kamu bucin pada ku," kata Iqbaal.


Kehamilan Alya benar-benar sangat menambah kebahagiaan di keluarga mereka.


Selesai.


Menurut Author cerita Iqbaal sudah cukup sampai di situ ya, karena sudah terlalu panjang.


Sampai jumpa di season selanjutnya...


Next season.


"Ahhhhkk ampun bunda," teriak Reno.

__ADS_1


__ADS_2